Kamis, 30 Desember 2021

Home » » Krisdayanti, Kebaya tak Menghambat Gerak

Krisdayanti, Kebaya tak Menghambat Gerak

Puan Maharani bersama Ibu-Ibu dari Kebaya Foundation

Kebaya Menghiasi Gedung DPR

Mafaza-Online | Lebih dari 20 orang perempuan mengenakan kebaya Kutubaru bermotif bunga yang dipadankan dengan batik sogan hadir dalam acara yang diadakan di lobby Nusantara di Gedung DPR RI. 


Penyanyi Krisdayanti atau biasa disapa KD yang kini menjadi anggota Komisi IX DPR RI bersama Tuti Roosdiono juga hadir dalam acara tersebut.


KD menegaskan, dirinya selalu menyempatkan waktu kalau diundang atau diajak untuk terlibat dengan gerakan yang mendukung kebudayaan kita, seperti yang dilakukan oleh Kebaya Foundation ini. 


Sejak 2019 lalu, KD dan juga teman-teman perempuan di fraksi PDI Perjuangan juga mendukung dan ikut berpartisipasi meramaikan gerakan Selasa Berkebaya yang mulai digagas pada 2019 lalu. 


"Jadi, tiap Selasa, kami ke kantor dan beraktivitas dengan mengenakan kebaya,” KD mengisahkan.    


Gerakan #SelasaBerkebaya yang diceritakan KD merupakan sebuah gerakan moral yang digagas dan diluncurkan pada 9 Juli 2019 oleh sejumlah perempuan pencinta kebaya yang tergabung dalam Komunitas Kridha Dhari dan pegiat berkebaya yang tergabung dalam Komunitas Perempuan Berkebaya. 


Inisiatif itu mendapat sambutan baik dari masyarakat luas. 


Selain KD dan para perempuan legislator di DPR RI, beberapa menteri seperti Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga ikut berpartisipasi dan mengaungkan gerakan #SelasaBerkebaya ini di kementerian yang dipimpinnya. 


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun mengimbau para pegawai perempuan di kementeriannya mendukung dan berpartisipasi dalam  gerakan ini.  


Beberapa tahun terakhir, ketertarikan perempuan Indonesia untuk kembali mengenakan kebaya untuk beraktivitas sehari-hari makin terlihat. 


Rahmi Hidayati, salah seorang perempuan yang cukup awal mulai kembali mengenakan kebaya dalam berbagai aktivitasnya, bahkan ketika mendaki gunung. Rahmi, merupakan salah seorang inisiator Komunitas Perempuan Berkebaya yang kemudian bersama Tuti mendirikan Yayasan Kebaya. 


Sebagai busana, kebaya sebenarnya memang sama sekali tak membatasi gerak perempuan sepanjang dibuat dengan tekstil yang nyaman. Menurut KD, kebaya yang biasa dikenakannya dengan padanan kain sama sekali tak menghambat aktivitasnya. 


“Kita harus menghapus pikiran bahwa kebaya itu repot dan menyusahkan untuk dikenakan,” katanya bersemangat. 


Hal senada juga dikisahkan oleh Nana Krit, model senior yang di masa remajanya menjadi salah seorang penari di Swara Mahardika (SM), sebuah sanggar seni yang dipimpin Guruh Sukarno Putra. 


“Sejak remaja di dekade 80an, saya sudah terbiasa berkebaya karena sering menari bersama SM. Saat latihan dan pentas, kami biasa bergerak dinamis meskipun berkebaya, berkain dan bersanggul. 

Sepulang latihan atau pentas, bila kami harus pulang dengan kendaraan umum, ya itu kain dan kebayanya tetap dipakai. 

Jalan ramai-ramai, tak jarang kami jadi tontonan orang yang merasa aneh melihat anak-anak muda berkain kebaya," Nana mengenang sambil tertawa. 


Hal paling epik yang pernah dilakukannya, menurut Nana adalah ketika Guruh mengajak anak-anak didiknya pergi ke disko dengan kain dan kebaya. 


“Kami tentu saja kaget dan tadinya tak setuju dengan ide itu. 

Tapi Mas Guruh bilang, kami tak seharusnya malu mengenakan kain dan kebaya ke mana pun untuk acara apa pun, karena kebaya itu warisan budaya yang harus kita rawat dan hidupkan agar tak hilang dari peradaban." 

Ucapan Mas Guruh itu melekat sekali di hati saya sampai sekarang,” kata Nana yang tak ragu mengemudikan mobilnya sambil mengenakan kebaya pakem lengkap dengan sanggul menempel di kepala.


 “Saya tak merasa repot sama sekali,” katanya. 


Sebelumnya:

Puan Maharani Dukung Kebaya Jadi Warisan Tak Benda dari Indonesia


Selanjutnya:

PUAN MAHARANI Kebaya Lestarikan Budaya






Silakan Klik 👇


DIJUAL RUMAH 

Perumahan 

Bukit Serpong Indah 

(BSI)







Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. Mafaza Online: Krisdayanti, Kebaya tak Menghambat Gerak . All Rights Reserved