Minggu, 19 Juni 2022

Home » » Malu Kepada Allah, Begini Maksudnya

Malu Kepada Allah, Begini Maksudnya



Pengertian Malu Kepada Allah

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَحْيُوا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَسْتَحْيِي وَالْحَمْدُ لِلَّهِ قَالَ لَيْسَ ذَاكَ وَلَكِنَّ الِاسْتِحْيَاءَ مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ أَنْ تَحْفَظَ الرَّأْسَ وَمَا وَعَى وَالْبَطْنَ وَمَا حَوَى وَلْتَذْكُرِ الْمَوْتَ وَالْبِلَى وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ تَرَكَ زِينَةَ الدُّنْيَا فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ اسْتَحْيَا مِنَ اللَّهِ حَقَّ الْحَيَاءِ


Dari ‘Abdullah bin Mas’ûd ra, dia berkata: “Rasulullah   bersabda, “Hendaklah kamu benar-benar merasa malu terhadap Alloh Subhanahu wa Ta’ala!


Kami berkata : “Wahai Rosululloh, alhamdulillah kami malu ( kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala ).”

Beliau   bersabda : “Bukan begitu (sebagaimana yang kamu sangka). Tetapi malu terhadap Alloh SWT dengan sebenar-benarnya itu adalah : engkau menjaga kepala dan apa yang dikumpulkannya, menjaga perut dan apa yang dikandungnya, serta mengingat kematian dan kebinasaan


Dan barangsiapa menghendaki akhirat, dia akan meninggalkan perhiasan dunia. Barangsiapa telah melakukan ini, maka dia telah malu terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya.” 

HR. At-Tirmidzi no. 2458


Mari paham memahami hakikat malu pada Allah. Ia bukan hanya sekedar malu dalan arti keumuman yang mungkin kita sangka. 


Ia tak hanya sekedar rasa tak 'enakan' kita seperti layaknya malu kita pada sesama. Mengapa? 



Allah sudah pasti Maha Mengetahui lahir batin kita. Apa yang terucap dan apa yang terbesit. Apa yang diluar dan apa yang didalam. 


Oleh karenanya, pasti ada maksud lebih hakiki tentang malu kepada Allah. 


Mari coba telisik bagaimana para ulama memberikan arah pada kita. Disebutkan dalam kitab Tuhfatul Ahwaadzi Syarh At-Tirmidzi, pada penjelasan hadits ini :


“Maksudnya adalah menjaga kepala dari penggunaannya untuk selain ketaatan kepada Alloh , yaitu engkau tidak sujud kepada selain-Nya, tidak shalat karena riya’, engkau tidak menundukkan kepala untuk selain Alloh, dan engkau tidak mengangkatnya karena sombong. 


Dan menjaga apa yang dikumpulkan oleh kepala, maksudnya adalah menjaga lidah, mata serta telinga dari perkara yang tidak halal.


Menjaga perut maksudnya menjaganya dari makanan yang haram, dan menjaga apa yang berhubungan dengannya maksudnya yaitu kemaluan, kedua kaki, kedua tangan, dan hati. Karena semua anggota badan ini berhubungan dengan rongga perut.


Dari ulasan diatas, kira kira, sudahkah kita malu pada Allah? 


Jika dirasa belum, maka mulai mulai lah membersamai rasa malu itu dalam agenda kehidupan kita. 


KOMUNITAS NGOPI.HIJRAH

Hijrahmu ditunggu, baikmu dirindu


Silakan Klik 

Mafaza-Store

Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Posting Komentar