Minggu, 06 Maret 2022

Home » » Ulama Umat ini Laksana para Nabi Bani Israil

Ulama Umat ini Laksana para Nabi Bani Israil


Keyakinan terhadap Wali Mursyid 

Jelas keyakinan terhadap Mursyid merupakan perkara terpenting. Karenanya oleh Syekh Ahmad Syarif menyatakan bahwa memiliki Mursyid atau Murobbi (pembimbing) min ahammil umūr wa akbarihā merupakan perkara yang terpenting dan terbesar dalam agama. Sebab mengimaninya berada di wilayah aqidah

Mafaza-Online | Orang-orang yang mengaku Salafi itu mengatakan, 'yang penting manhaj-nya'. Padahal istilah Manhaj yang dikatakan oleh kaum Salafi termasuk bid’ah. Karena pada masa Nabi Muhammad ﷺ  tidak ada istilah tersebut. 

Demikian pula istilah-istilah yang mereka ungkapkan, seperti taqsim (pembagian) Tauhid menjadi tiga dan seterusnya.

Keyakinan tentang wali Mursyid itu merupakan wilayah aqidah, walau pembahasannya ada di bagian Tasawuf. 

Keimanan kepada Wali Mursyid sebagai Khalifah Rasul itu berada di wilayah aqidah, yakni keimanan kepada para Rasul-rasul. 

Keimanan kepada para Rasul membuka sub pembahasan lainnya, yakni: keimanan kepada para Khalifahnya. 

Jelas keyakinan terhadap Mursyid merupakan perkara terpenting. Karenanya oleh Syekh Ahmad Syarif menyatakan, Memiliki Mursyid atau Murobbi (pembimbing) min ahammil umūr wa akbarihā merupakan perkara yang terpenting dan terbesar dalam agama. Sebab mengimaninya berada di wilayah aqidah. 

Manhaj Tarekat Shufiyyah meyakini peran Mursyid sebagai Nāibur Rasūl (pengganti Rasul) sehingga fungsinya seperti membacakan Ayat Allah, membersihkan jiwa (muzakki an nufūs), dan mengajarkan Quran kepada umat juga dapat dirasakan. 

Ada sebuah keterangan menyebutkan, ‘Ulama umat ini laksana para Nabi Bani Israil’. Asy Syaikhu fi qoumihī kan Nabiy fi ummatihī, Syekh di tengah kaumnya seperti Nabi di tengah umatnya.

Sementara kebanyakan orang menganggap Ulama itu hanya sekadar mengajarkan ilmu-ilmu agama, atau mengajarkan baca kitab, atau sebatas imam shalat semata. Kelompok di luar manhaj Shufiyyah belum meyakini peran fungsi tersebut.

Seandainya saja seseorang dibukakan atau diberi keyakinan terhadap pemahaman adanya Wali Mursyid sebagai Khalifah Rasul yang ada di setiap zaman, maka ia otomatis dimasukkan ke dalam kewalian yang kecil (at Tashdīqu bi’ilminā hādzā wilāyatush shughrō – pendapat Sayidut Thoifah Syekh Junaid al Baghdadi). Masuk ke dalam jajaran Wali (mufridun) bukan karena amalnya tapi karena keyakinannya.

Karena begitu berharganya nilai keyakinan terhadap adanya kewalian. Karena keyakinan kepada Kewalian terhubung dengan keimanan kepada Rasul-rasul-Nya.

Luqman al Hakim | Mutiara Cipatujah, 26 Januari 2022

Lainnya:

Dari Mahabbah wa Taslim Hadirlah Karamah

Silakan Klik:

Mafaza-Store

Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Posting Komentar