Minggu, 20 Maret 2022

Home » » IKHLAS Allah kita Kenal Pahala pun Kekal

IKHLAS Allah kita Kenal Pahala pun Kekal

Dengan Marifatullah Ikhlas pun terjaga

Mafaza-Online | Marifatullah. Bagaimana cara mengenal Allah? Kita kenal Allah SWT dari Asma-Nya. Setiap nama Allah SWT mengandung kebaikan. Jadi, tidak pantas berburuk sangka apalagi menyalahkan Allah SWT.


Manusia tercipta bukan kenginan atau usaha sendiri. Manusia adalah mahluk pilihan yang dihadirkan sebagai pembawa Risalah Allah  SWT. Kehidupan adalah amanah sekaligus karunia besar dari Allah SWT.


Mereka yang selalu bersyukur kepada Allah SWT, maka akan terlihat awet muda. Sebaliknya, untuk yang banyak keluh-kesah tampak cepat tua. Panjang umur, karena meski sudah meninggal amalnya terus disebut-sebut.


Sungguh nikmat Allah SWT tidak terhitung. Orang marifat lebih banyak bersyukur daripada meminta (baca: menuntut) kalau pun meminta sesuatu yang bernilai tinggi: Surga Firdaus, Husnul Khotimah yang penuh dengan ridho Allah SWT.


Istiqomah


Nabi Muhammad  mengajarkan doa supaya meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Berikut hadits  yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani :


اَللَّهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ عُمْرِي آخِرَهُ، وَخَيْرَ عَمَلِي خَوَاتِيمَهُ، وَخَيْرَ أَيَّامِي يَوْمَ أَلْقَاكَ فِيهِ


Artinya:
Ya Allah, jadikanlah sebaik-baik umurku adalah umur yang terakhirnya, sebaik-baik amalku adalah amal-amal penutupannya dan sebaik-baik hariku adalah hari saat aku menghadap-Mu.


Selain doa di atas, Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad (rahimahullah) berkata dalam Kitab An-Nashaih Ad-Diniyyah.


"Setiap muslim harus senantiasa memohon agar Allah Ta'ala berkenan mewafatkannya dalam husnul khotimah, karena setan yang terkutuk akan berkata: "Aduhai! Orang yang memohon husnul khotimah itu telah mematahkan tulang belakangku, celaka, kapan ia mau membangga-banggakan amalannya, aku khawatir, ia telah mengetahui tipu dayaku."


Inilah doa yang diajarkan Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad:


اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ


Artinya: “Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman dan akhirilah hidup kami dengan husnul khatimah.”


Husnul Khatimah atau akhir yang baik atau penilaian ada di akhir, jangan salah menafsirkan: Ah ibadah nanti saja kalau sudah tua! Siapa bilang umur kita akan panjang? 


Urusan kematian bukan urusan tua muda, maka dengan doa yang diajarkan Nabi Muhammad   kita waspada berjaga-jaga agar kematian kita dalam keadaan husnul khotimah.


Kita terkadang mengambil dalil dengan nafsu. Dalam ibadah pun nafsu kerap menyelinap. 


Maka bila tidak disertai dengan mujahadah, shalat puasa tidak akan memberikan dampak positif. Karena sejatinya ibadah itu harus bisa mengendalikan hawa nafsu.


Ibadah Aktivitas Simultan


Simultan artinya bergerak terus menerus secara bersamaan dan ada peningkatan. Dalam hal ini, ibadah adalah aktivitas terus menerus secara berjamaah atau bersamaan pula lahir batin dan ada peningkatan.

 

Amal ibadah dihisab dari mulai baligh. Jadi ibadah itu semua saling berkaitan tidak berdiri sendiri. Fragmen kehidupan satu sama lainnya, bisa menguatkan bisa juga menghancurkan.  


Ada amalan yang di awal ikhlas, tapi beberapa hari kemudian di upload status facebook. Terselip ujub, bukan dalam rangka syiar dakwah dan tahadus binnikmah. Alhasil,  amalnya itu lebur seperti debu di atas batu tertiup angin. Apa yg sudah kita lakukan jangan sampai membatalkan ibadah kita yang lalu.


Pelajaran dari Surat An Nashr


Tanpa senjata, Para pemimpin Makkah akhirnya bertekuk lutut dihadapan Rasulullah . Surat ini selain menunjukkan kemenangan Umat Islam juga berita isyarat tentang akhir dari usia Rasulullah agar beliau lebih menyiapkan diri untuk pertemuan dengan Rabb-Nya. Surat ini juga menuntun kita dalam menyikapi kemenangan, bertasbih memuji Allah dan Istighfar. Menutup rapat pintu hati dari celah-celah  Takabur.


إِذَا جَآءَ نَصْرُ ٱللَّهِ وَٱلْفَتْحُ 


iżā jā`a naṣrullāhi wal-fat-ḥ 


1. Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,


 وَرَأَيْتَ ٱلنَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفْوَاجًا 


wa ra`aitan-nāsa yadkhulụna fī dīnillāhi afwājā 


2. dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,


 فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَٱسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا 


fa sabbiḥ biḥamdi rabbika wastagfir-h, innahụ kāna tawwābā 


3. maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.


Sebaliknya dari peristiwa Perang Hunain kita belajar banyak akibat bangga diri. Adapun Penaklukan Makkah terjadi pada Ramadan dan Perang Hunain terjadi di awal Syawal. Jadi hanya berjarak sekitar sebulan. Perang Hunain juga disebut dengan Perang Hawazin. 


Suku Hawazin yang menantang perang tidak sekuat Makkah.  Disinilah timbul rasa ujub yang menyelinap pada sebagian sahabat. Terlebih euforia kemenangan masih menghiasi dada.  Sebaliknya musuh bersiap siaga dan berstrategi  maka kaum muslimin sempat tercerai berai.  


Rasulullah   menyeru kaum muslimin, ketika rasa takabur sudah tidak ada lagi, Allah SWT menangkan.



Tarekat Mengajarkan Taat


Allah sangat tidak suka dengan takabur. Begitulah jalan Hijrah, Ketika masuk ke tarekat yang haq ingin mendapatkan keridhoan Allah, ingin makrifat kepada Allah. Melepas diri dari Takabur kejayaan masa lalunya, maka beralihlah dia dari muslim yang umum ke muslim yang khusus. Taat dan ibadah dibawah bimbingan Wali Mursyid.  


Syekh akbar Abdul Fatah berwasiat harus tunduk pd pemimpin walaupun hanya tunggul..bgt jg rosul berwasiat ikutilah pemimpinmu walaupun  hamba sahaya.


Agar Hati Hati dalam Melangkah


Memohon Husnul Khotimah agar hari ini lebih baik dari kemarin. Allah lah yg menilai kualitas ibadah kita baik buruknya, jangan sampai timbul ujub apalagi menilai sendiri. Hingga merasa lebih dari yang lain.


Hati hati iman dipagi hari kafir disore hari bukan keluar jadi kristen dll tapi dg dosa kita dg pengingkaran 2 itu sdh kafir terhadap perintah allah...bnyak beristigfarlah


Evaluasi diri dosa kita kesalahan dimasa lalu supaya diampuni oleh allah maka perbanyak lah istighfar dan terus beramal shalih.


Semua Ujian dunia satu persatu harus dilewati hingga Allah SWT yang akan menilai di hari akhir


Ternyata di akhirat masih ada dampak cabang-cabang yang masih mengalir amalnya. Seperti Ustadz Jalal dari mengajar ilmu fiqih, meski nanti meninggalkan dunia ilmunya masih bermanfaat. 


Pahala kebaikannya masih terus mengalir ke alam kubur. Karena diamalkan oleh yang diajarkan, apalagi dsebarluaskan oleh santri-santrinya.


Begitu pun orang yang berbuat keburukan lantas diikuti orang lain, maka dosanya terus mengalir sampai ke alam kubur. Naudzubillahimindzalik.

Rasulullulah  bersabda: 


من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه


“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (H.R. Muslim no. 1893).


ZIKIR MAKHSUS, Jumat (10/12/2015) Syaikh Akbar M Fathurahman


Silakan Klik:

Mafaza-Store

Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Posting Komentar