Minggu, 27 Maret 2022

Home » » GERAKAN Islam antara Teks dan Konteks

GERAKAN Islam antara Teks dan Konteks


 

Rantai silsilah harus tersambung di Setiap Kaum pada Setia Kurun

Mafaza-Online | Ajakan kembali kepada Quran dan Sunnah adalah perbuatan mulia. Namun, sebagaimana sebuah perjuangan tentu harus menjalani yang namanya: proses. Sementara ini, ajaran kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah yang hanya ditafsirkan oleh Rasulullah   dan para sahabat saja. Sehingga ketika ada pendapat diluar dari dua sumber tersebut, maka dianggap bid'ah (mengada-ada), bahkan dianggap sesat. Berhenti pada teks.


Idealis dan Realistis


Realitanya zaman berkembang tantangan pun berubah. Umat butuh sosok Pemimpin yang ada di tengah-tengah mereka. Ajakan kembali pada Sunnah, karena dipahami dengan akal maka setiap kepala berbeda pemahamannya. Ketika truth claim atau klaim kebenaran menjadi milik mereka, disinilah timbul masalah. 


Cermatilah Teks-teks hadis berikut ini, Rasulullah   bersabda :


 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ


Riwayat dari ‘Abdullah r.a. dari Nabi  bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah orang-orang yang hidup pada zamanku (generasiku), kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka. (H.R. Bukhari Muslim)


Di dalam hadits riwayat Abu Hurairah ra, sabda Nabi Muhammad  :


إِنَّ اللهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا


"Sesungguhnya Allah akan menurunkan (orang) setiap permulaan 100 tahun seseorang kepada Umat yang akan (Tajdid) mengembalikan kegemilangan Agama mereka" [Hadits diriwayatkan oleh Abu Daud, Hakim di dalam Mustadrak dan al-Baihaqi di dalam al-Ma'rifah].


Di zaman Nabi   kualitas keumatan saja berkelas, mulai umat yang masuk islam hanya melihat ghonimah sebagai mustahiq, khoirul umah maksudnya umat pada umumnya.


Hadits Riwayat Urwah, Rasulullah   bersabda: “Sebaik-baik umatku awal dan akhirnya, diantara itu tengah yang bengkok, mereka tidak termasuk umatku dan aku tidak termasuk dari mereka.”


Perhatikanlah, Ketiga hadits diatas pada kenyataannya amat bertolak belakang jika hanya dipahami secara tekstual. Padahal sesungguhnya antara satu ayat dengan ayat, begitu pun hadits dgn hadits saling berkaitan dan menguatkan.



Konteks Kekinian


Muhammad Syahrur dalam karyanya As-Sunnah  Ar-Rasuliyyah wa As-Sunnah An Nabawiyyah mengatakan, “Andaikan kita terus menerus merasa rendah dan selalu beranggapan, bahwa yang terbaik hanya ada di masa Nabi (para sahabat), maka hal itu akan membuat kita berhenti untuk berpikir, takut untuk berijtihad, dan lebih memilih menyerahkan dan mengait-ngaitkan problematika hari ini kepada mereka, padahal mereka sendiri tidak merasakan apa yang tengah kita rasakan.”


Segala sesuatu mengandung fitnah dan fitnah yang menimpa umat ku adalah harta benda (dunia). Rasulullah  bersabda:


إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ }


“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, dan fitnah bagi umatku adalah harta.” (HR. Tirmidzi dalam Silsilah Ash Shohihah, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih).


Maka Rasulullah   mengajarkan  kepada umat agar menjadi seorang yang zuhud.



SANAD Rantai Kepemimpinan


Tidak akan pernah berhenti kelompok dari umat ini menyatakan kebenaran walaupun yang menghalangi dari segala penjuru. Itu akan terus berlangsung hingga hari akhir (kiamat).


Seandainya agama dengan pemahaman yang benar hanya berlaku pada saat masa sahabat. Bagaimana dengan umatnya di akhir zaman? Apakah dibiarkan saja tanpa pemimpin? Apakah keadilan Allah SWT berlaku kepada semua umat setelahnya?


Justru menunjukan keadilan Allah SWT, bahwa disetiap zamannya ada Pembimbing. Sebagaimana hakikat dari Islam, agama yang berjamaah.  Sesungguhnya kami yang menyampaikan peringatan maka kami pula yg akan menjaganya melalui orang-orang pilihan/diutus oleh Allah setiap zamannya. Setiap kaum pada setiap kurun ada penunjuknya (QS al Kahfi [18] : 17).


Kabar Update


Sungguh kenabian telah tutup, dengan Nabi Muhammad   sebagai pamungkas. tapi bukan berarti Jibril as menganggur. Malaikat ini terus melanjutkan tugasnya dengan memberi kabar langit kepada wali mursyid. 


Sayangnya kabar dari langit ini suka dicuri oleh setan, seperti dalam kisah perjalanan Isra Miraj Nabi .  Kabar curian ini diberikan kepada dukun, paranormal, pemimpin dan kerabat setan itu sendiri. Tentu barang curian, tidak akan sempurna. 


Itulah kenapa kita harus berlindung kepada Allah SWT ketika akan membaca Al-Quran. Dalam hadits Bukhori dimana iblis akan menggelincirkan manusia dgn petunjuk dr Allah terlebih dahulu yg dirusak, sehingga saat jibril mewahyukan kepada nabi sang iblis menghalang2i agar wahyu itu rusak.


Kedua ketika Nabi  menyampaikan wahyu kepada sahabat, iblispun menggoda para sahabat agal gagal dalam memahami wahyu tsb.


Intinya, Setan menggoda manusia sejak awal kemunculannya dengan Syahwat dan Subhat. sedangkan manusia menangkis serangan tombak kembar Iblis itu dengan perisai ikhlas. 


قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَإِلَّا عِبَادَكَمِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ


"Iblis menjawab, "Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka." [Shâd [38] : 82-83].


Ikhlas adalah masalah hati. untuk menjaga nya harus dengan latihan dan bimbingan langsung dari pelatihnya. Manajemen hati harus ada Menejernya, harus ada yang menata fragmen demi fragmen. Karena ikhlas itu harus dijaga hingga husnul khatimah. Satu lagi yang penting asal ibadah adalah berjamaah. 


Bersama Wali Mursyid seorang murid akan belajar ikhlas, diperintah atau menjalankan ketaatan secara bertahap. Seorang mursyid akan mengetahui dengan persis apa yang paling dibutuhkan oleh muridnya.  

 

Kesimpulannya dengan keadilan, Allah hadirkan kepada manusia melalui mekanisme orang-orang pilihan disetiap zamannya. Proses wahyu kepada Nabi melalui jibril dan proses ilham melalui ruhani Rasulullah   kepada ulama yang terpilih. 


Inilah sebagai bentuk kasih sayang Allah SWT, sekaligus bentuk keadilannya antargenerasi. Rantai silsilah yang tersambung erat dari Nabi Adam as hingga Al Mahdi. demikian pula sebaliknya dari Iblis ke Dajjal laknatullah.  


Santri Motekar


Silakan Klik:

Mafaza-Store

Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Posting Komentar