Sabtu, 07 November 2020

Home » » TAHAJUD Program Utama Pejuang Islam

TAHAJUD Program Utama Pejuang Islam

Perintah dan Keteladanan Sang Nabi dan Guru Mursyid

Sudah menjadi keharusan bagi mereka pejuang Islam untuk menjadikan Qiyamul lail sebagai amalan yang tidak ditinggalkan. Tentunya setelah amalan wajib dan dilengkapi juga dengan amalan sunnah lainnya. Seperti tilawah al Quran, puasa sunnah, dan juga amalan-amalan sunah lainnya.


Mafaza-Online | Shalat malam merupakan amalan para Nabi. Hal yang sama juga dilakukan para sahabatnya. Sepanjang malam, Nabi Muhammad mendirikan shalat malam dan bermunajat kepada Allah SWT hingga kakinya bengkak dan kulitnya menguning


Shalat malam merupakan rahasia kekuatan dahsyat umat Islam. Ketika fajar dakwah Islam mulai menyingsing, dan umat dihantam berbagai macam siksaan, shalat malam menjadi wahana bagi mereka untuk menambatkan segenap kepedihan yang mengimpit jiwa. Shalat malam memberikan suntikan kekuatan yang mengagumkan dalam mengatasi wabah pandemi kehidupan.


Rasulullah bahkan sangat mendorong umatnya untuk senantiasa mendirikan shalat malam. "Hendaklah kalian menunaikan qiyamul lail, karena ia merupakan kebiasaan orang-orang saleh sebelum kalian. Ia juga bisa mendekatkan kalian pada Rabb kalian, pelebur kesalahan, penghalang dari dosa, dan pengikis penyakit dari tubuh." (HR Ahmad dan Tirmidzi).


Sejarah mencatat betapa kegemilangan Islam membuat dunia tercengang ketika imperium raksasa dunia, Persia dan Romawi tumbang oleh kekuatan umat Islam yang baru muncul. Raja Persia mengirim utusan untuk meminta bantuan pada Kaisar Cina. 


Dengan keheranan, Kaisar Cina bertanya, ''Apa gerangan kekuatan istimewa tentara Islam?'' 


Utusan Persia menjawab, ''Malam bagaikan pendeta dan siang laksana singa Tuan.''


Malam mereka menjalin hubungan mesra dengan Allah SWT. Siang mereka sebagai pejuang yang gagah berani. Sejarah mencatat bahwa kebangkitan umat Islam tidak saja diperjuangkan dengan keringat dan darah, tetapi juga dengan linangan air mata, tahajud. Inilah yang Allah janjikan dalam QS Al-Isra: 79. Sungguh terbukti bahwa maqaman mahmudan 'kedudukan terpuji' diraih umat Islam. 


Dua pertiga bumi dikuasai. Azan menjadi ajakan terindah selama 13  abad lamanya. Inilah kedahsyatan qiyamul lail. Betapa banyak kelompok yang sedikit, tetapi berkualitas (mukminin) mengalahkan kelompok yang banyak, tetapi sekadar kuantitas (kafirun, munafiqun, fasiqun, musyrikun, zhalimun) dengan izin Allah (QS Al-Baqarah: 249).


Rasulullah bersabda, ''Raihlah kemuliaan dengan bangun shalat malam saat manusia lelap tidur.'' 


Sungguh semua para Rasul, para nabi, para wali, dan ulama pilihan adalah penggemar, bahkan penikmat tahajud. Inilah hidangan hidayah terlezat bagi hamba-hamba Allah.


Karena itu sudah menjadi keharusan bagi para pejuang Islam, selain mengetuk pintu-pintu rumah untuk menerima dakwah kita. Dakwah mengajak agar Islam diterapkan sempurna, dengan daulah khilafah yang menaunginya, juga harus mengazamkan diri untuk selalu mengetuk pintu langit di dua pertiga malam. 


Berkaca pada futuh Konstantinopel, yang disebutkan dalam bisyaroh Rasulullah sebagai sebaik-baiknya pemimpin dan sebaik-baiknya pasukan, Muhammad Al-Fatih, beliau merontokkan super power Romawi pada 1453. Beliau ahli shalat malam (tahajud), ahli qiyamul lail. Beliau selalu tersambung dengan energi terbesar di alam semesta ini, Allah SWT. Beliau selalu taqarrub, mendekatkan diri kepada Allah SWT.


Al-Fatih mampu memetik keberhasilan dalam hidupnya dengan sangat efektif, merebut benteng Konstantinopel yang kokoh itu. Sifatnya tenang, berani, sabar menanggung penderitaan, tegas dalam membuat keputusan dan mempunyai kemampuan mengawasi diri yang luar biasa. Kemampuannya dalam memimpin dan mengatur pemerintahan sangat menonjol.


Dia juga sangat tegas terhadap musuh. Namun, lembut qalbunya bagai selembar sutra dalam menghadapi rakyat yang dipimpinnya. Kebiasaan Sultan Muhammad Al-Fatih juga terbilang unik. Beliau selalu berkeliling di malam hari, memeriksa kondisi sahabat dan rakyatnya. untuk memastikan agar rakyat dan kawan-kawanya menegakkan qiyamullail.


Sudah ditampakkan kepada kita, tentang jalan meraih kegemilangan Islam yang diramalkan Rasulullah dan direalisasikan para Sahabat serta para Salafush Sholih, sudah sewajarnya kita kita meneladaninya secara total. Agar kebangkitan dan kebangkitan Islam segera terwujud.


Ya Allah, kepada-Mu kami mengadukan kelemahan kami, kurangnya kesanggupan kami, dan kerendahan diri kami berhadapan dengan manusia. 


Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. 


Engkaulah Pelindung bagi si lemah dan Engkau jualah pelindung kami, para pejuang agamamu! 


Kepada siapa kami hendak Engkau serahkan? 


Kepada orang jauh yang berwajah suram terhadap kami, ataukah kepada musuh yang akan menguasai kami? 


Jika Engkau tidak murka kepada kami, maka semua itu tdk kami hiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami. 


Kami berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akherat dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan dan mempersalahkan diri kami. 

Engkau berkenan. 


Sungguh tiada daya dan kekuatan apa pun selain atas perkenan-Mu."


Ya Allah, percepatlah datangnya pertolonganMu. Sungguh umat Muhammad saw sudah dalam keadaan kritis, Engkau Maha Kuasa atasnya. Hilangkan hal-hal yang mempersulit datangnya pertolonganMu ya Allah.


Kocar-kacirkan dan bumi hanguskanlah musuh-musuh Islam ya Rabb. Aamiin ya Mujibud Du'a.


Wallahu A’alam Bishawab.


Eyang Darussalam


Silakan Klik

Mafaza-Store

Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Posting Komentar