Rabu, 28 Oktober 2020

Home » » Bergerak atau Diam Tergilas

Bergerak atau Diam Tergilas

Masjid Al Fattah Tasikmalaya


Setelah pergi, baru menyadari betapa ia sangat berarti


Mafaza-Online | Waktu adalah harta milik kita yang paling berharga. Uang, kendaraan atau harta bisa saja dipinjam atau diberi pada orang lain. Tapi, waktu meski sedetik pun tak bisa dipinjamkan kepada orang lain, apalagi diberi. Bahkan untuk waktu kita sendiri yang telah berlalu, tak tergantikan. 

Setiap orang memiliki waktu yang sama, 24 jam sehari semalam. Akan tetapi, hanya sebagian saja yang bisa menggunakan dengan baik. Sukses dan gagal, karena berbeda dalam memanfaatkan waktu. 

Ibnul Qayyim dalam Kitabnya Al Jawaabul Kaafi menyebutkan tentang Imam Syafii yang mendapatkan pelajaran berharga dari Kaum Sufi. 

صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك

“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, Waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”

Lanjutan dari perkataan Imam Syafi’i “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:

ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل

Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”

Orang-orang khawas (istimewa) akan segera bertaubat bila mereka melewatkan waktu dengan sia-sia. Lalai atau mengabaikan waktu adalah aib. Itulah standar hidup mereka. Alokasi waktu dengan cermat dan disiplin adalah sebuah upaya  untuk membentengi diri dari dosa.  Sebaliknya, menyia-nyiakan waktu akan meredupkan cahaya Ilahi di hati.

Orang yang memelihara waktu berarti ia sedang bergerak naik jenjang. Jika ia menyia-nyiakan waktu bukan saja mandek, justru  turun tingkat.

Logikanya, jika tidak maju, pasti mundur. Semua hamba sesungguhnya sedang bergerak, tidak pernah diam, entah ke tingkat yang lebih tinggi atau ke tingkat yang lebih rendah,  ke depan atau ke belakang. Jadi tak ada diam! Yang ada adalah tahapan-tahapan menuju surga dan neraka, entah itu dengan cepat atau lambat. Tidak ada yang berhenti di tengah jalan, yang ada adalah berbedanya arah perjalanan dan kecepatannya.

“Sesungguhnya neraka Saqar itu salah satu bencana besar, sebagai peringatan bagi manusia, untuk orang di antara kalian yang maju atau mundur,” (QS Al Muddatstsir [74] : 35-37)

Allah SWT tidak menyebutkan ‘yang diam atau berhenti’. Artinya, tidak ada tempat selain surga dan neraka. Siapa yang berhenti dari amal shalih, berarti ia mundur ke neraka dengan amal-amal yang thaleh (buruk).

"Berhenti, tak ada tempat di jalan ini.

Sikap lamban, berarti mati.

Mereka yang bergerak, merekalah yang maju kemuka.

Mereka yang menunda, sejenak sekalipun, pasti tergilas."

(Muhammad Iqbal, Filsuf Muslim)

Telegram Channel: @MK_IDRISIYYAH


Silakan Klik

DUNIA PUSTAKA

Menyediakan Buku 

Pelajaran Sekolah

PAKET dan TEMATIK 


Share this article :

Posting Komentar