Jumat, 01 Mei 2020

Home » » Aka Bonanza di Mata Seorang Sahabat

Aka Bonanza di Mata Seorang Sahabat

Bercermin dari Sejarah, tergambarlah perubahan zaman digerakkan oleh Pemuda

Oleh Haerul Anam
Pengusaha Kuliner di Tasikmalaya

Haerul Anam
  
Mafaza-Online | Sahabat saya Ahmad Tazakka Bonanza atau biasa disapa  Aka adalah seorang pemuda progresif dan futuristik. Pemuda Aka adalah produk Pesantren, kelahiran 16 Juli 1989. Usianya masih terbilang muda masih 30-an, tetapi sudah bertabur prestasi.

Pencapaian di bidang ekonomi sangat memukai, BMT Fathiyyah Idrisiyyah yang dikelolanya meraih penghargaan Nasional, 2018. Aka juga ikut memajukan pendidikan. Tidak itu saja, teman-teman pegiat lingkungan, pasti sudah tidak asing lagi dengan nama ini. Aka berhasil membangun jaringan usaha mandiri berbasis pesantren.

Pilkada Kabupaten Tasikmalaya 2020, telah memanggilnya untuk segera ambil bagian. Tekadnya tampil di gelanggang demokrasi, mengambil tampuk kepemimpinan daerah untuk memberikan perubahan yang signifikan bagi kemajuan Kabupaten Tasikmalaya. Bila masyarakat Kabupaten Tasikmalaya memercayai AKA untuk didaulat menjadi Bupati Kabupaten Tasikmalaya 2020-2025, akan membawa semangat dan atmosfer baru. Aka bertekad menjadikan Kabupaten Tasik lebih baik dari hari ini dan memberikan kemajuan bagi masa depan. Seperti slogannya Tasik Baru – Tasik Maju.


AKA merupakan satu-satunya calon Bupati termuda di Kab. Tasikmalaya

AKA merupakan satu-satunya calon Bupati termuda di Kab. Tasikmalaya. Tentu banyak anggapan bahwa usia muda seperti AKA terlalu dini untuk ikut bersaing dalam kontestasi politik ini. Tetapi anggapan seperti itu adalah warisan orang yang buta akan sejarah bangsanya. Lihat, sejarah telah mengajarkan kepada kita, bagaimana bangsa yang besar ini dapat berdiri karena semangat dan daya juang para pemuda waktu memproklamirkan Sumpah Pemuda. Bahkan karena berangkat dari narasi besar bernama sumpah pemuda itulah kita hari ini bisa merasakan bagaimana Negara Indonesia ini bisa mencapai kemerdekaan dan kemandiriaannya.

Faktanya, Presiden Pertama kita Ir. Soekarno bersama wakilnya Bung Hatta juga telah berkiprah sejak usia 20-an. Seorang Aktivis Soe Hok Gie menyuarakan kemanusiaan dan hak-hak rakyat di usia yang sama. Aktivis Nasionalis dan Islamis, juga Pesantren selalu ada sosok muda yang tampil.

Dari kalangan Pesantren kita ambil contoh, KH. Abdul Wahid Hasjim, ayah dari  presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid (Gusdur). Beliau, setelah menimba ilmu agama ke berbagai pondok pesantren di Jawa Timur hingg Makkah, pada usia 21 tahun membuat gebrakan baru dalam dunia pendidikan pada zamannya. Dengan semangat memajukan pesantren, Wahid memadukan pola pengajaran pesantren yang menitikberatkan pada ajaran agama dengan pelajaran ilmu umum. Sistem klasikal diubah menjadi sistem tutorial. Selain pelajaran Bahasa Arab, murid juga diajari Bahasa Inggris dan Belanda.
Silakan Klik 👇



 


AKA lahir dari semangat yang sama. Ia adalah simbol tongkat estafet perjuangan bangsa. Saatnya Kabupaten Tasikmalaya dipimpin oleh generasi muda yang memiliki semangat idealisme. Kenyataan Kab. Tasikmalaya hari ini sudah cukup untuk dijadikan pelajaran dan cermin. Kini sudah saatnya mata masyarakat Kab. Tasikmalaya terbuka, menitipkan harapan baru kepada generasi  muda.

Kita tutup lembaran lama, dan sambutlah episode baru bersama AKA. “Jiwa muda, cukup sekali menengok ke belakang, sisa waktunya diikhlaskan untuk merancang kemajuan masa depan”. Bersama kita wujudkan, Tasik Baru Tasik Maju. 
Silakan Klik
Lengkapi Kebutuhan Anda


Share this article :

Posting Komentar