Kamis, 21 November 2019

Home » » Shalawat Thariqiyyah, Lagu Wajib JATMAN

Shalawat Thariqiyyah, Lagu Wajib JATMAN

Shalawat Thariqiyyah sejak lama dibaca dalam kegiatan-kegiatan organisasi tarekat NU, namun baru secara formal menjadi semacam lagu wajib tarekat sejak Munas JATMAN di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, pada 2008 lalu



Shalawat Thariqiyyah
jatman-online
Mafaza-Online | Shalawat Thariqiyyah ini disebut juga Shalawat Thariqah, bacaan shalawat khas tarekat NU, Jami’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nadhliyyah (JATMAN).

Shalawat ini dianggap sebagai lagu wajib atau mars organisasi tarekat. Bunyi shalawat ini adalah, “Allahummahdinath thariqa mustaqim…”  dan seterusnya, yang juga terkadang dibaca warga NU sebagai pujian-pujian menjelang shalat berjama’ah.

Shalawat ini “diijazahkan” oleh KH. Idham Chalid, Ketua Umum Tanfidziyah PBNU 1956 hingga 1984. Informasi ini berdasarkan keterangan dari KH. Mudhaffar Fathurrahman yang pernah menjabat Sekjen Majlis Ifta’ Jami’yyah Thariqah selama tiga periode. Dipastikan bahwa KH. Idham Chalid juga memberi nama shalawat ini dengan nama “Shalawat Thariqiyyah”.

Minat hub: 081229088016
Shalawat Thariqiyyah sejak lama dibaca dalam kegiatan-kegiatan organisasi tarekat NU, namun baru secara formal menjadi semacam lagu wajib tarekat sejak Munas JATMAN di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, pada 2008 lalu.

Waktu itu, karena acara dihadiri presiden, pihak protokoler presiden sempat melarang pembacaan shalawat ini dibacakan karena tidak biasa dalam acara-acara formal. Namun, karena pihak Jam’iyyah Tarekat mengatakan bahwa Shalawat Thariqiyyah itu adalah mars atau lagu wajib thariqah, maka protokoler pun tidak bisa melarang shalawat ini didendangkan di hadapan sang presiden. Sejak Munas Asrama Haji Pondok Gede Jakarta itu, Shalawat Thariqiyyah selalu menjadi bagian dari acara resmi organisasi tarekat NU atau JATMAN.


 Kampoeng Hijrah Residence Beli rumah dapat motor

Silakan Klik:
Share this article :

Posting Komentar