Rabu, 13 November 2019

Home » » Kebersihan Hati adalah Solusi

Kebersihan Hati adalah Solusi

Sebuah syair Arab mengatakan, “Kegelisahan di hati, seperti awan yang banyak. Jika awan sudah mengumpul, akan segera hujan”


Ketua Majelis Syura PKS Dr Salim Segaf Aljufri
PKSFoto
Mafaza-Online | Tidak bosan-bosan Ketua Majelis Syura PKS, Dr. Salim Segaf Aljufri, mengingatkan dan mengajak semua jajaran pengurus dan kader untuk menjaga kebersihan hati.

Pada pengarahan pagi yang sejuk ini, beliau kembali menyampaikan enam poin terkait kebersihan hati.

Berikut ringkasan arahan beliau.

1. Antara Hati yang Bersih dan Otak yang Kotor

Hati yang bersih, jauh lebih baik daripada otak yang rusak dan kotor. Mari kita ingat kembali kisah Nabi Nuh as. 

Beliau mengajak keluarga dan kaumnya untuk beriman kepada Allah SWT. Banyak di antara mereka yang menolak dan menjauh dari ajakan itu.

Termasuk ketika diajak naik kapal, mereka tidak mau ikut naik. Mereka mengatakan, ingin mencari gunung yang tinggi, agar bisa menyelamatkan diri jika memang banjir itu datang. Ini otak yang kotor.

2. Hati yang Bersih akan Menyelamatkan

Hati yang bersih, adalah sumber keselamatan dalam kehidupan, dunia akhirat.

Manusia yang hatinya bersih, mudah diajak naik ke kapal. Bahkan banyak hewan yang naik ke kapal. Sedangkan manusia yang otaknya kotor dan rusak, tidak mau diajak ke kapal.

Terbukti, bahwa mereka yang naik ke kapal diselamatkan oleh Allah SWT. Inilah manusia yang hatinya bersih. Mereka yang rusak otaknya, ditenggelamkan oleh banjir besar.

3. Jangan Mengotori Hati

Oleh karena itu, jangan mengotori hati dengan hasad.

Tidak perlu mentazkiyah diri sendiri, karena kita juga tidak tahu akhir dari kisah kehidupan serta perjuangan kita.  

Sebuah syair Arab mengatakan, “Kegelisahan di hati, seperti awan yang banyak. Jika awan sudah mengumpul, akan segera hujan”. Maka bersandarlah kepada Allah yang Maha Kuat. Tidak perlu khawatir oleh mereka yang bersekongkol memusuhi dakwah.

Jika “kegelisahan” mereka sudah berkumpul, pasti segera turun hujan. Selesai sudah kegelisahan itu.

4. Doakan Saudara Antum

Jaga kebersihan hati kita. Munculkan wajah saudara antum, dalam doa-doa antum saat shalat malam.

Coba jujur, wajah siapa yang lebih banyak antum munculkan dalam doa-doa malam antum? Jika lebih sering memunculkan wajah keluarga, berarti ukhuwah belum cukup terjaga.

Sering-seringlah memunculkan wajah saudara-saudara antum dalam shalat malam antum.

Antum yang shalat malam, mendoakan saudaranya, insyaallah diterima shalat dan doanya. Saudara antum yang sedang tidur, insyaallah mendapat ampunan dan rahmat karena doa antum, dan doa saudara-saudara lainnya.

5. Berikan Asupan Ruhaniyah

Dalam diri manusia, satu bagian mengajak berorientasi ke langit. Inilah ruh. Satu bagian diri kita, menarik ke bumi. Inilah jasad. Maka saat tarikan ke dunia begitu kuat, hendaknya segera memberi asupan yang kuat untuk ruh.

Berikan asupan yang memadai untuk penguatan ruhaniyah. Bukan dengan berfoya-foya, makan-makan, pesta, dan lain sebagainya. Namun semakin mendekatkan diri kepada Allah.

6. Kebersihan Hati sebagai Solusi

Masalah yang banyak terjadi di tengah kehidupan manusia, tarikan jasad terlalu kuat. Maka manusia berebut jabatan, berebut materi, berebut kedudukan. Itu semuanya adalah tarikan jasad, sealu ke bumi.

Saat seperti itu, ruh manusia sedang lemah. Solusinya, kuatkan sisi ruh. Berikan asupan ruhaniyah.

Disarikan dari Taujih Dr. Salim Segaf Al Jufri, 12 November 2019, di Jakarta Selatan


Silakan Klik:

Share this article :

Posting Komentar