Selasa, 19 November 2019

Home » » Istinsyaq saat Wudlu Cegah Berbagai Penyakit

Istinsyaq saat Wudlu Cegah Berbagai Penyakit

Orang-orang yang teratur dalam berwudhu; permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak ada debu

Berwudhu
mafaza-online
Mafaza-Online | Bismillah. Salah satu amalan sunnah dalam berwudhu yang kadang terabaikan adalah istinsyaq.

Istinsyaq adalah menghirup air seperti menarik napas dengan kekuatan hisap sedang dan langsung diikuti dengan istintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan kuat.

Fungsi istinsyaq adalah untuk mensucikan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman.

Seorang Peneliti bernama Muhammad Salim dari Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariah, Mesir mengatakan : "Cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan lalu berkumur-kumur, kemudian mengambil air ke hidung 3 kali dan seterusnya".

Muhammad Salim pernah menganalisis ratusan hidung dari orang yang tidak berwudlu dan orang-orang yang teratur berwudlu, dengan cara mengambil zat pada selaput lendir dan mengamati beberapa jenis kuman yang terdapat didalamnya.

Kesimpulan dari analisa itu adalah orang-orang yang tidak berwudhu warna hidung mereka memudar dan berminyak, kotoran debu lebih ke dalam. Rongga hidung memiliki permukaan yang lengket dan berwarna gelap.

Sedangkan orang-orang yang teratur dalam berwudhu; permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak ada debu.

Penelitian ini juga menjelaskan hidung orang yang jarang berIstinsyaq lebih rentan terkena penyakit karena perkembangan kuman dan bakteri di area dalam hidung yang biasanya cenderung lebih cepat.



Menjaga kebersihan hidung memang sangat dianjurkan karena hidung adalah alat penyaringan. Di dalam rongga hidung terdapat rambut-rambut yang berfungsi menyaring debu-debu yang akan masuk ke dalam hidung bersama dengan udara.

Hidung juga berfungsi sebagai alat penghangatan. Adanya konka atau tonjolan tulang-tulang yang membentuk hidung bagian dalam, yang membantu menghangatkan udara.

عنن لقيط بن صبرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (أسبغ الوضوء، وخلل بين الأصابع، وبالغ في الاستنشاق، إلا أن تكون صائما)

Dari Laqith bin Shabirah berkata: Rasulullah bersabda: “Sempurnakan wudhu, bersihkan sela-sela jari jemari, dan berlebih-lebihlah dalam beristinsyaq, kecuali jika kamu sedang puasa.”

Rasululullah sendiri menyarankan kita sebagai umat islam harus lebih peduli dengan kebersihan dan kesehatan hidung.

Hidung merupakan reseptor penciuman (sel-sel olfaktoris) yang lebih peka daripada reseptor pengecap (lidah). 

Hidung bahkan mampu membedakan lebih dari 10 ribu macam bau-bauan.

 Kitab Fiqih Sunnah Karya Sayyid Sabbiq


Dalam salah satu buku DR. Yusuf Qardhawi, beliau pernah menceritakan keajaiban Istinsyaq. Ada beberapa pekerja yang bekerja di pabrik yang terdapat pencemaran udara.

Sebahagian pekerja melakukan shalat 5 (lima) waktu yang dengan rutin dan sebagian lainnya jarang melakukan sholat. 

Dari absen kedatangan menyatakan, orang-orang yang selalu ber wudhu dan beristinsyaq itu hampir tidak pernah cuti kerja.

Sementara orang-orang yang jarang ber wudhu dan istinsyaq lebih sering cuti karena sakit. Dan di antara jenis penyakit mereka adalah radang paru-paru.

Banyak manfaat yang dapat didapatkan dari ber-istinsyaq dan istintsar ini. Setiap kali orang membersihkan dan membasuh hidung, maka kuman penyakit seperti sinusitis, influenza (pilek dan flu), bronchitis, dan lainnya akan hilang.

Bahkan ada yang meyakini kalau Istinsyaq adalah penangkal paling efektif dari ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), TBC, dan kanker secara dini.

Intinya Istinsyaq memang sunah dalam wudhu. Tapi mengingat begitu banyak manfaat yang didapatkan dari Istinsyaq, kenapa kita tidak menyempatkan untuk selalu melakukannya. Selain manfaatnya lebih, Insya Allah pahalanya juga lebih.

Wallahu a'lam bish-shawab..


Sumber:


Share this article :

Posting Komentar