Kamis, 08 Agustus 2019

Home » » Cerita Sukes Syaamil Al Quran

Cerita Sukes Syaamil Al Quran


Apa yang duluuuu sekali hanya “guratan ide dan rencana”, tanpa saya sadari menjadi semacam guide arah... bentuk konkrit karya dan kontribusi kami..

HATI-HATI MENULIS πŸ˜­πŸ˜­
A’udzubillahi minasysyaithanirrajim
Bismillahirrahmanirrahim

Tahun 1997, saya memulai usaha dengan membuat buletin Jum’at. Sebab tak punya modal, saya print buletin itu, dan perbanyak sesuai pesanan.
Tetap, membuat target yang saat itu rasanya hebat sekali: ingin menjadi buletin terbaik di kota Bandung.

Dibuatlah strategi yang membedakan dengan buletin pada umumnya:
- Tiap pekan temanya khusus -
Pekan I tema: Siroh Nabawiyah. Penulisnya uda Halfino Berry.
Pekan II tema: Manajemen Islam. Penulisnya kang Firman.
Pekan III tema: Tarbiyatul Aulad. Penulisnya ustadz Budi Ridho
Pekan IV tema: Al Qur’an. Penulisnya ustadz Saiful Islam.
Saya mulai sendiri. Disain dibantu sahabat saya, mas Wachid. Sisanya saya yang uruskan. 
😭😭😭

Senin tgl 5 Agust lalu, bertemu guru saya, ustadz saya, ustadz Luqmanulhakim Ashabul Yamin (terimakasih Ustadzi..)

Sambil bincang ringan saya tunjukkan ke beliau buletin Jum’at yang dulu menjadi rintisan awal Syaamil Group. 

Lantas beliau menunjuk satu bagian, dimana disitu tertera bahasan tiap pekannya. 
Beliau sampaikan, coba lihat, bagian mana dari 4 bahasan ini yang tidak terwujud? 
SEMUA TERWUJUD..
😭😭😭

Allahu Akbar!!
Hadza min fadli Rabbi.. 
“maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan..”
Padahal tahun 1997, boro-boro punya mimpi besar, yang ada gimana caranya survive dan sekedar gimana nantinya buletin ini jadi yang terbaikdi kota Bandung.

Kajian siroh menjelma menjadi perusahaan penyebar semangat Menghidupkan Siroh lewat PT Sdi Sygma Daya Insani dan best programnya Muhammad Teladanku, yang melibatkan mitra beribu-ribu pejuang Siroh seluruh Indonesia.
Kajian Quran menjelma jadi Syaamil Al-Qur'an, dengan mitra ribuan dan program Quran unggulan, wujud ikhtiar Membumikan Quran..

Kajian Manajemen Islam, saya kemana-mana bicara selalu menyampaikan hal ini, pun buku yang ditulis dan agenda rutin di Saudagar Hijrah Camp, juga di komunitas Muda Juara..

Di SHC, seolah gagasan membantu teman-teman pengusaha hasil diskusi dengan kang Rendy Saputra dan kak Nirwana Tawil, adalah sesuatu yang mengalir saja. Ternyata berkorelasi dengan apa yang duluu pernah menjadi tulisan..


Kajian Tarbiyatul Aulad, mewujud menggagas sekolah yang fokus pada pelibatan orangtua dalam mendidik anak-anaknya, pun memiliki kembangan program dan produk untuk pendidikan anak..
Saya menangis...terdiam, merinding, terharu..
Allah Maha Baik...Allah Maha Kuasa, Maha Berkehendak..😭😭😭
Apa yang duluuuu sekali hanya “guratan ide dan rencana”, tanpa saya sadari menjadi semacam guide arah... bentuk kongkrit karya dan kontribusi kami..
Dan izin Allah, ustadz Luqman yang menunjukkan keterhubungan itu, tanpa kami sadari sama sekali sebelumnya..
Maka, setelah ini, saya - kami, makin berani menuliskan cita-cita besar kami, agar terus Allah izinkan dan mampukan, untuk turut berkontribusi bagi kebaikan ummat dan negara tercinta ini..
Terimakasih yaa Allah.. alhamdulillah..
So, teman-teman tercinta, tulisan kita jangan lagi sembarangan atau kita remehkan. Ia boleh jadi akan mewujud menjadi sesuatu nantinya. Baikkah? Atau buruk? Tergantung kita - - saat ini..😊
Laa haula walaa quwwata illaa billah..
Wal afwu,


Silakan klik:
Share this article :

Posting Komentar