Sabtu, 24 Agustus 2019

Home » » ADAB TERHADAP GURU Mutiara Umat Islam yang Hilang

ADAB TERHADAP GURU Mutiara Umat Islam yang Hilang

  • Ilustrasi | internet



ADAB TERHADAP GURU Mutiara Umat Islam yang Hilang
Kata ulama: Satu perasangka buruk saja kepada Gurumu..
maka Allah haramkan seluruh keberkahan yang ada pada Gurumu kepadamu..


Ini kisah di zaman Syekh Abdul Qadir Al-Jailani ketika ada seorang yang busuk hatinya ingin menfitnah Syekh Abdul Qadir. Lalu orang tersebut berupaya mencari jalan untuk menfitnahnya!

Maka ia membuat lubang di dinding rumah Syekh Abdul Qadir dan mengintipnya

Kebetulan ketika ia mengintip Syekh Abdul Qadir, ia melihat Syekh Abdul Qadir sedang makan dengan muridnya. 

Tampak. Syekh Abdul Qadir suka makan ayam. Setiap kali ia makan ayam dan makanan yang lain, ia akan makan separuh sahaja. Separuh lebihan makanan tersebut akan diberi kepada muridnya.

Maka orang tadi pergi kepada bapak murid Syekh Abdul Qadir tadi.

Bapak punya anak yang namanya, Fulan?

"Iya ada... benar itu anak saya!" jawab si Bapak.

Apa benar anak bapak belajar kepada Syekh Abdul Qadir?

Jawab si bapak: "Iya, kenapa?!"

Apakah Bapak tahu, anak Bapak diperlakukan oleh Syekh Abdul Qadir Jailani seperti seorang hamba sahaya atau kucing saja. Saya melihat sendiri Syekh Abdul Qadir meberi lebihan sisa makanan pada anak Bapak!

Maka si Bapak tidak puas hati lalu segera ke rumah Syekh Abdul Qadir, serta berkata keras kpd Syekh:  

"Wahai tuan Syekh, saya menghantar anak saya kepada tuan Syekh bukan untuk jadi pembantu atau diperlakukan seperti kucing....!" tegasnya. 

Saya hantar kepada tuan Syekh, supaya anak saya jadi alim ulama'.."

Syekh Abdul Qadir hanya jawab ringkas saja, "Kalau begitu ambillah anakmu...." jawab Syekh Abdul Qadir dengan tegas, tanpa meninggalkan sikap lemah lembutnya. 

Maka si bapak tadi sgera mengambil anaknya untuk pulang....

Belum lama berselang. Ketika keluar dari rumah Syekh menuju jalan pulang, bapak tadi bertanya pada anaknya beberapa hal mengenai ilmu hukum syariat. Ternyata kesemua soalannya dijawab dengan betul.

Sadarlah dia telah termakan provokasi, maka bapak tadi berubah fikiran untuk mengembalikan anaknya kepada Tuan Guru Syekh Abdul Qadir.

"Wahai tuan Syekh terimalah anak saya untuk belajar dengan tuan kembali... 
Tuan didiklah anak saya...." katanya merajuk hiba.

"Ternyata anak saya bukan seorang pembantu dan bukan juga diperlakukan seperti kucing...

Sy melihat ilmu anak sy sangat luar biasa bila bersamamu.."

Maka jawab tuan Syekh Abdul Qadir..
"Bukan aku tidak mau menerimanya kembali.... tapi ALLAH sudah menutup pintu hatinya untuk menerima ILMU.... 

ALLAH sudah menutup futuhnya untuk mendapat ilmu.... disebabkan seorang AYAH yang tidak beradab kepada GURU.... maka anak yang menjadi korbannya!" ungkap Syekh Abdul Qadir Jailani.

Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda


Share this article :

Posting Komentar