Senin, 18 Februari 2019

Home » » NETRAL: Pilihan JATMAN Hadapi Pilpres

NETRAL: Pilihan JATMAN Hadapi Pilpres

Kebangkitan Islam tidak akan bangkit kecuali tarekat dimunculkan

Mudir Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) KH Wahfiudin | Foto: Alim
Mafaza-Online | Nahdlatul Ulama (NU) di Kalibening mencoba bangkit kembali, setelah hampir sepuluh tahun pasif. Usai Pengajian Akbar dan Istighatsah Kubra, KH Wahfiudin Sakam selaku Mudir Aam Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) menjelaskan sikap JATMAN menghadapi Pileg dan Pilpres yang akan berlangsung 17 April mendatang di kediaman pimpinan GP Ansor Kalibening, Suswanto (17/2).

KH Wahfiudin mengawali dengan pernyataan, kebangkitan Islam tidak akan bangkit kecuali tarekat dimunculkan. Menurutnya, ketiga rukun Agama, yaitu Islam, Iman, dan Ihsan itu satu kesatuan yang tak terpisahkan. Selanjutnya, dari doktrin Islam muncul Syariah; dari Iman muncul Aqidah; dari Ihsan muncul Thariqah.

"Menjelang Pilpres ini pengamal tarekat jangan terpaku pada media sosial, harus lebih banyak berzikir dan berdoa," ujarnya.

Kenapa? masih kata KH Wahfiudin, karena yang membaca medsos sudah terlalu banyak, yang terpancing emosinya hingga membuncahkan kemarahan, kebencian, dan permusuhan sudah banyak. 

"Lalu siapa yang berdzikir dan berdoa untuk bangsa ini?” katanya mengingatkan.



MOIIA Silky Pudding


Barangkali ada yang pernah liat...

Terus lupa siapa yg jual πŸ˜ 

πŸ’₯Yes..I'm here πŸ˜ƒ 
⇩⇩⇩
Silakan Klik:




Menurut Wakil Talqin Abah Anom itu, ulama tarekat sudah melihat, menjelang Pilpres dan Pileg ini banyak iblis dan setan bergentayangan. Menyebarkan dusta, benci dan permusuhan di tengah masyarakat.

Hanya dengan membaca medsos, masyarakat tidak tahu mana yang benar dan salah, tapi yang pasti emosinya mudah terbakar. 

“Kalau tidak ada yang doa dan zikir, siapa yang akan memadamkan api kemarahan ini?” tutur Kiai Wahfi.

Sesuai instruksi Rais Aam JATMAN, Habib Luthfi, “JATMAN nyatakan netral, pilihan diserahkan nurani masing-masing,” tegas Mudir Aam.

Kiai Wahfiudin mengajak untuk belajar dari pengalaman, “Politik itu bisa berubah seketika, nanti kita kecewa. Pengalaman yang sudah-sudah kan begitu,” tuturnya.

Selanjutnya KH Wahfiudin mengajak untuk terus berzikir. Jangan lupa, siapapun yang akan menjadi presiden sudah ada di Lauhil Mahfudz. Percaya takdir atau tidak? Ikhtiar memang diharuskan, silahkan kampanye dan lakukan pendekatan, tetapi jangan sampai untuk itu semua kita terjebak mengobarkan dusta, benci dan permusuhan.

“Jangan sampai Pilpresnya selesai, tapi kita ini pecah,” ujar Mudir Aam.

Selaku Mudir Aam Wahfiudin mengajak kepada seluruh Kader Nahdlatul Ulama (NU) untuk merangkul semua golongan, terutama yang muda, sebab kaum milenial itu masih banyak yang dalam proses pencarian. Jadi perlu dibina dan diarahkan. Jangan bersikap keras kepada mereka, meskipun bukan NU. Bisa jadi mereka cuma ‘belum NU’ karena belum ada yang memberitahukan dengan pas ‘apa itu NU’.

“Habib Luthfi selalu mengingatkan bahwa JATMAN netral, semua pihak adalah aset bangsa, semua perlu diasuh dan dirangkul,” terang Kiai Wahfiudin yang juga Wakil Ketua Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat.

Dia menutup dengan pesan, Tidak boleh lepas kendali emosi. Karena begitu ghadab (marah) yang datang setan. "Jangan menyebarkan dusta, kebencian dan fitnah, mintalah selalu yang terbaik kepada Allah SWT,” tutupnya. 



Baca Juga: 

SIGAP MAFAZA 
SOLIDARITAS Umat ISLAM Galang Aksi Pembaca Mafaza
Norek: 7112182707  Bank Syariah Mandiri 
Whatsapp: 081229088016




Share this article :

Posting Komentar