Jumat, 16 November 2018

Home » » KEMAH AKBAR ke-5 Santri Putra Idrisiyyah

KEMAH AKBAR ke-5 Santri Putra Idrisiyyah

KEMAH AKBAR ke-5 Santri Putra Idrisiyyah

Pramuka Sufi mengenal Sang Pencipta melalui Alam dengan Membangun Kreasi dan Hidup Mandiri

Barangkali ada yg pernah liat.. 
Terus lupa siapa yg jual 😁 
💥Yes..I'm here 😃 
▼▼▼
Silakan Klik:



KEMAH AKBAR ke-5 Santri Putra Idrisiyyah | FOTO: MarcomIdrisiyyah
Mafaza-Online | Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Indisiyyah (PPI) putra melaksanakan upacara pembukaan Kemah Akbar ke-5 di Bumi Perkemahan Gunung Galunggung, Selasa (06/11).

Kemah Akbar berlangsung tiga hari (06-08/11), mengangkat tema "Pramuka Sufi mengenal Sang Pencipta melalui Alam dengan Membangun Kreasi dan Hidup Mandiri".

Peserta adalah seluruh santri putra PPI dengan jumlah 360 orang yang dibagi kedalam 24 kelompok.  Panitia mengawali Kemah Akbar dengan shalat Tahajud berjamaah, bersambung dengan shalat subuh dan tadarus Al-Quran bersama yang dipimpin langsung oleh Syaikh Muhammad Fathurrahman, M.Ag sampai shalat Isyraq di Masjid Al-Fattah Tasikmalaya. Seluruh santri putra bersama menuju Maqam Masyaikh untuk berziarah sebelum pemberangkatan.

Upacara Pembukaan di Bumi Perkemahan Gunung Galunggung berlangsung pukul 09.30. Diawali laporan ketua pelaksana kegiatan Kemah Akbar PPI Putra Ally Sofyan dan sambutan dari Mudir Ma'had lil Banin Ustad Cecep Hidayatullah, S.Pd, S.Si.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan, patutlah mensyukuri karena memiliki sosok guru Mursyid yang bukan hanya membimbing aspek lahiriah akan tetapi lengkap dengan aspek ruhaninya.  

"Kita patut untuk bersyukur dan dan mempertahankannya sehingga menjadi keyakinan yang teguh, kita pegang sampai menghadap ilahi rabbi," tegasnya.

"Nilai lebih dari Pramuka Sufi adalah bagaimana mengembangkan potensi ruhani yang ada dalam diri sehingga Pramuka benar-benar dapat diaplikasikan bukan sebatas menjadi hafalan semata...."

Masih ditempat yang sama Ustad Cecep Hidayatullah, S.Pd, S.Si. saat diwawancarai oleh idrisiyyah.or.id menyampaikan, pendidikan anak adalah pendidikan yang berkelanjutan (kontinyu) dari waktu-kewaktu, dengan kegiatan Kemah Akbar ini sebagai salah satu bagian dari kegiatan Pramuka.

"Dengan mengenal alam dan mentafakurinya akan menjadi sebab mengenal kepada sang pencipta yakni Allah SWT," tuturnya.

Tujuan lainnya adalah, masih kata ustadz Cecep, kita ingin menjadikan peserta lebih kreatif dan mandiri. Ini sesuai dengan nama dari Pramuka yakni Praja Muda Karana maksudnya pemuda yang penuh dengan kreasi. Anak-anak dilatih kemandirian dalam menjalani kehidupan terutama selama menjadi santri.   Para santri dilatih untuk mandiri jauh dari orang tua, makan dan tidur seadanya, menjaga barang milik pribadi demikianlah sebagai bentuk kemandirian yang kita angkat dalam Pramuka khususnya.

"Kemah Akbar menggelar beberapa lomba untuk membangun kreatifitas peserta diantaranya adalah perlombaan pentas seni drama, dongeng dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)," ujarnya.

Pramuka Sufi Diantara pengembangan Pramuka Idrisiyyah adalah konsep Pramuka Sufi. Memang benar, Dasar Pramuka dari Trisatya dan Dasa Darma sebenarnya sudah menjadi pedoman untuk mengembangkan akhlaq peserta.
"Nilai lebih dari Pramuka Sufi adalah bagaimana mengembangkan potensi ruhani yang ada dalam diri sehingga Pramuka benar-benar dapat diaplikasikan bukan sebatas menjadi hafalan semata," jelasnya.

Ustadz Cecep berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar dengan kondisi fisik yang terjaga walaupun dengan tantangan musim hujan. "Ini (hujan) adalah bagian dari pelatihan kemandirian sehingga peserta dapat meminimalisir dampak buruk dari cuaca," pungkasnya.



Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda



Share this article :

Posting Komentar