Rabu, 31 Oktober 2018

Home » » SERAMBI ISLAMI Mesin Tarekat

SERAMBI ISLAMI Mesin Tarekat


Mursyid Tarekat Idrisiyyah, Syekh Muhammad Fathurahman M.Ag, menyampaikan Kajian Tasawuf di Program Religi Unggulan TVRI Nasional "Serambi Islami", dengan tema "Mesin Tarekat", Kamis (23/08/2018)


Mafaza-Online | Secara etimologis, Tarekat artinya: Jalan. Adalah keniscayaan, sebuah destinasi harus menempuh jalannya. Pepatah mengatakan, "Dimana ada kemauan disitu ada jalan."  Agar melintas dengan selamat harus mengikuti aturan, rambu dan arahan Polisi Lalu Lintas.

Manusia terdiri dari dua unsur, Jasmani dan Ruhani. Sesungguhnya esensi manusia adalah:  Ruh. Adapun anggota tubuh fisik dan panca indera sebagai alat bantu.  Fisik akan kembali kepada asalnya: tanah. Adapun Ruh akan kembali kepada Allah SWT, karena berasal dari tiupan Allah SWT. Jangan lupa sebuah mobil yang tampak  keren, didalamnya ada Mesin yang menggerakkan. Tentu kita tidak sedang berdebat penting mana body dengan mesin? Karena keduanya memiliki fungsi, Body yang indah memang perlu, tapi mesin-lah yang menggerakkan. Lalu bagaimana jadinya manusia tanpa ruh?

Ibarat komputer ada perangkat hardware dan software. Ilmu Tasawuf adalah Ilmu yang menggali potensi jiwa manusia, sedangkan Tarekat adalah pelembagaan dari ilmu tasawuf itu sendiri. 

Ilmu Fikih lebih dikenal dengan istilah empat Imam Mazhab, seperti Imam Syafi’i disebut dengan Mazhab Syafiiyah. Mazhab dalam Ilmu Tasawuf disebut dengan Tarekat. Ilmu Tasawuf yang dirumuskan oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, maka disebut Tarekat Qadiriyyah. Rumusan tasawuf Syekh Abu Hasan Asy-Syazili dinisbatkan kepadanya menjadi Tarekat Syadziliyyah dan begitu pula yang lainnya.

اَلسَّيْرَةُ الْمُخْتَصَّةُ بِالسَّالِكِيْنَ إِلَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَطْعِ الْمَنَازِلِ وَالتَّرَاقِيْ فِى الْمَقَامَاتِ.

"Tarekat adalah Jalan khusus orang-orang yang melakukan pengembaraan spiritual menuju kepada Allah SWT 'Azza wa Jalla, yaitu dengan menempuh manazil (level-level hawa nafsu) dan menaiki pilar-pilar ruhani (maqamat) [seperti tawakal, ikhlas, dan lain-lainnya]”. (Al Jurjani, at Ta’rifat, hlm 183, dan ‘Abdur Razaq, Mu’jam ishthilahat ash-Shufiyyah, hlm. 85.)

Dari definisi di atas tergambar apa sebenarnya Tarekat itu. Dengan Tarekat, batin atau ruhani manusia memiliki roadmap, yakni jalan menuju Allah SWT. Roadmap juga sering diartikan Blueprint, Grand Design atau  simpelnya Rencana Kerja. 

Jika dikaitkan dengan fikih sebagai jalan menuju kepada Allah SWT yang bersifat zahir –dalam pemenuhan aspek syariat– munculah Mazhab. Dalam ibadah tidak cukup dengan fikih saja, tapi harus menyempurnakannya dengan memperjalankan ruhani. 

Berjalan menuju kepada Allah SWT: Jalan itu tiada lain melalui ilmu tasawuf, yang dilembagakan Thariqah (Tarekat). Para ulama berkata: Ath-thruruq kal madzahib (Thariqah-thariqah laksana mazhab-mazhab dalam fiqih).


Silakan di Klik





Share this article :

Posting Komentar