Rabu, 19 September 2018

Home » » Pengantar Terbitnya Majalah Mutiara

Pengantar Terbitnya Majalah Mutiara

Berlangganan Majalah Mutiara Hubungi 
Hilman: 0822 1796 3908
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
HARAKAH BARAKAH Alhamdulillah, itulah kalimat yang pantas dan layak untuk mengawali edisi perdana ini. Di tengah berbagai hambatan dan kelemahan kami, akhirnya majalah ini bisa sampai ke tangan Pembaca.
Kami tak henti-hentinya mengucap syukur. Setelah lama vakum dari dunia media cetak, alhamdulillah bisa kembali hadir menyapa pembaca. Di tengah lesunya media cetak, majalah ini hadir dengan satu keyakinan kuat untuk eksis berkibar.
Hari-hari sebelum terbitnya majalah ini kami isi dengan renungan dan banyak berdiskusi. Mencari info, apakah masih ada peluang untuk menerbitkan sebuah majalah cetak? Padahal senior-senior kami sudah banyak juga yang beralih profesi, dari wartawan menjadi petani-pedagang, jual kambing atau ternak lele. Kalau beruntung bisa jadi Tim sukses, walaupun harus meninggalkan profesi jurnalisnya. Di situ saya merasa sedih, hiks.
Dalam diam gelap malam kami panjatkan doa, "Ya Allah mudahkanlah urusan ku, lancarkan usaha ku, sehingga sampaikanlah aku pada cita-citaku, yakni: terbentuknya usaha penerbitan Pers Islam yang Jaya, Berwibawa dan Bermartabat. Pers Islam yang bisa mengalahkan Kompas Gramedia, Tempo grup, MNC Grup dan Metro TV grup. Bahkan bisa mengalahkan Times, Newsweek, National Geographic dan media lainnya yang senantiasa mengkampanyekan sekularisme, pluralisme dan liberalisme. Ya Allah tunjukkanlah aku jalannya, bimbinglah aku dalam melangkah dan kumpulkanlah aku dengan orang-orang yang mendukung ide, gagasan ini. Ya Allah ya Rahman Ya Rahim kupanjatkan doa ini agar aku di akhirat bisa menjawab pertanyaan Mu. Bisa mempertanggung-jawabkan apa yang kulakukan di dunia ini. Mengabdi, agar hidup ini berarti. Sebagaimana pepatah mengatakan: Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang dan Manusia mati meninggalkan karya. Ya Allah sempurnakanlah doa-doaku ini."
Doa itu seakan terjawab ketika Umroh bersama Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, Mei 2018. Ketika sai mengitari bukit Safa Marwa, dalam istirahat sempat tertidur dan serasa sebuah tayangan langsung diputar bak video: bayangan Bunda Siti Hajar yang berlarian antara Safa Marwa. Bayangkan-lah beliau seorang wanita, baru saja melahirkan, ditinggal suami di padang gersang. Tapi tetap gigih, pantang berputus asa.
"Wahai, aku yang lelaki mengapa harus berputusa asa," serasa ada suara yang menggedor di kedalaman jiwa. Ayo bangkit! Mengapa patah semangat? Tak ada tempat untuk orang yang berputus asa. Padahal Bunda Siti Hajar, sekali, dua kali, tiga kali, bahkan tujuh kali melangkah bolak balik antara Safa Marwa.
Secara khusus salah seorang redaksi –ketika di depan kabah dalam posisi di tengah antara Syekh Akbar dan Kabah– juga meminta kepada Syekh Akbar Muhammad agar mengaminkan doa ini. "Ya Allah dengan kemuliaan Kabah dan Karomah Syekh Akbar kami berwasilah ...."
Jadi jawaban itu bukan dana yang besar, tapi sebuah motivasi yang kuat. Terlebih Syekh Akbar Muhammad Fathurahman, secara khusus menitahkan agar Majalah Mutiaraini segera terbit. Alhasil, majalah ini bisa hadir dan sampai ke tangan pembaca, semata-mata karena berkah karomah Syekh Akbar M Fathurahman, karena secara ilmu dan pengalaman kami sudah mentok. Tapi Allah memiliki caranya sendiri untuk menunjukkan kuasa-Nya. Allahu Akbar!
Pasca umroh bergulirlah langkah-langkahnya. Majelis Jurnalistik kembali aktif, diskusi semakin intensif, medsos pun massif. Pergerakan ini memikat investor untuk menggelontorkan dananya. Naskah yang bertebaran, bak puzzle kami tinggal mengumpulkan kepingannya. Tak ada alasan untuk menunda.
Akhirul kalam segenap Kru Redaksi Mutiaramengucap syukron jazakumullah khairatas dukungannya. Semua berkiprah semua ingin berburu menyongsong kemenangan. Kami berharap, Anda pembaca tak mau ketinggalan bukan?
Redaksi

Berlangganan Majalah Mutiara Hubungi 
Hilman: 0822 1796 3908
Share this article :

Posting Komentar