Sabtu, 13 Agustus 2016

Home » » Kenapa Anakku Melakukan Kejahatan sama Hewan Peliharaannya?

Kenapa Anakku Melakukan Kejahatan sama Hewan Peliharaannya?

Anak Anak yang melakukan kejahatan terhadap hewan By: Mommy Dokter Joni E Johnston

  
Mafaza-Online| Kalau Mommy- Daddy mengetahui istilah “Anak itu bagaikan kertas kosong.. jadi orang tua dan lingkunganlah yang membentuk mereka.” Nah jika dikaitan dengan pembahasan tentang “kejahatan terhadap hewan yang dilakukan oleh anak anak…. Maka Daddy-Mommy tau donk siapa yang perlu disalhkan :p.. Hiiiiii serem)

Sejak tahun 1970 sudah dilakukan penelitian secara konsisten, dimana ada fakta “Kekejaman yang dilakukan anak kecil terhadap hewan merupakan langkah awal dan peringatan pertama orang tua terhadap tindakan kekerasan, kekejaman dan kriminal yang dapat dilakukan si anak selanjutnya.

Misalnya Manusia bernama Albert de Salvo yang telah membunuh 13 orang wanita, dimana catatan masa kecilnya dia suka menganiaya hewan (memanah kucing dan anjing).

Atau duo pembunuh masal bernama Eric Haris dan Dylan Keybold yang suka memutilasi hewan sebagai bentuk kesenangan dimasa kecilnya.

Banyak orang tua yang kecewa dengan prilaku anak mereka yang kejam terhadap hewan tetapi tidak melakukan apapun, misalnya mendiamkan anaknya menarik buntut kucing atau menibani anjingnya.

Seharusnya mereka ikut khawatir dan dapat mencegah hal itu agar tidak terjadi, Karena apabila didiamkan tidak tertutup kemungkinan bayi mungil mereka akan menjelma menjadi Albert atau duo pembunuh itu.

Motivasi dibalik Kekejaman Terhadap Hewan Secara umum kekejaman anak anak terhadap hewan dilakukan karena mereka menjadi SAKSI atas kekejaman itu sendiri.

Waspadalah, 30% anak-anak yang menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga akan bertindak sejenis terhadap hewan mereka.

Jadi untuk yang sudah berumah tangga.. hindarilah melakukan KDRT agar anak kalian akan menjadi manusia yang tidak mencontoh perbuatan orang tuanya atau melampiskan amarah mereka kepada hewan-hewan.

Berikut hasil wawancara terhadap sejumlah remaja yang telah melakukan kejahatan terhadap hewan, apakah latar belakang yang memotivasi mereka untuk melakukan kekejaman itu: Rasa ingin tahu dan eksplorasi.

Ajakan dari teman Ingin meningkatkan suasana hati (Misalnya menghilangkan kebosanan atau depresi). Dorongan seksual (ini ada nama penyakitnya yaitu Bestially).

Dipaksa oleh pihak lain (misalnya senior atau orang yang ditakuti) Efek disiksa individu lain.

Takut hewan/Phobia

Pernah disiksa (untuk mengembalikan kepercayaan diri setlah disiksa oleh pihak lain, anak anak kerap meniru untuk menyiksa yang lebih lemah, misalnya hewan).

Trauma dengan hewan (misalnya pernah dicakar)

Imitasi (Meniru perbuatan Orang Tua)

Latihan ketangkasan tubuh (berantem dengan hewan)

Menyakiti hewan untuk menyakiti anggota keluarga lain yang sayang dengan hewan tersebut. 

Mommy Dokter Joni E Johnston, Psy.D juga menyampaikan cara dan panduan apabila kita menemukan anak atau kerabat yang melakukan kekejaman terhadap hewan:

Pelaku eksperimen: (usia 1-6 atau tahapan perkembangan tertunda). Ini biasanya anak prasekolah yang belum mengembangkan kedewasaan kognitif untuk memahami, bahwa hewan memiliki perasaan tidak diperlakukan sebagai mainan. Dan mereka belum memahami bagaimana cara merawat hewan.

Yang Perlu dilakukan adalah: Mengajarkan anak cara merawat hewan, mulailah dari cara memberi mereka makan.

Apabila anak memukul hewan, katakan padanya bahwa itu tidak boleh, memukul hewan = memukul teman mereka jadi sebagai orang tua harus aktif dalam menyikapi kondisi ini.

The "Cry-untuk-Help" Kekejaman: (6/7 – 12 Tahun). Ini adalah anak yang secara intelektual memahami bahwa tidak apa-apa untuk menyakiti hewan. Perilaku ini bukan karena kurangnya 'pendidikan bukan, penyalahgunaan hewan lebih cenderung merupakan gejala dari masalah yang lebih dalam psikologis.

Sebagaimana dicatat sebelumnya, sejumlah penelitian telah menghubungkan pelecehan anak hewan untuk kekerasan domestik dalam rumah serta pelecehan anak fisik atau seksual. Yang perlu dilakukan pada tahap ini adalah “Menjadi Orang Tua yang Pintar” apabila Anda menyadari, bahwa anaknya ada pada fase ini, segera arahkan anak dan berikan teguran, patahkan psikologisnya yang menyebutkan bahwa “Menyiksa hewan itu tidak apa – apa). Jika tidak mampu hubungi psikiater.

Para Penyalahgunaan Perilaku-gangguan: (12 +).

Pada tahap ini, perbuatan menyiksa hewan pastinya sudah dibarengi dengan tindak criminal lainnya, atau hal hal “antisocial” yang dapat melepas kejenuhan mereka.

Yang perlu dilakukan pada tahap ini adalah “memanggil bantuan professional (Psikiater) dan jangan lupa menghubungi kerabat terdekat seperti Teman, anggota keluar besar dan pihak sekolah.

Catatan Penulis (Joni E JohnSton, Psy.D) - Setiap tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap binatang bukanlah tanda, bahwa seseorang akan berubah menjadi seorang maniak pembunuh.

Terutama dengan anak muda, yang alami kegembiraan dan rasa ingin tahu dapat menyebabkan beberapa pengalaman yang tidak menyenangkan untuk hewan peliharaan mereka. Ada baiknya Orang tua selalu mengawasi dan membimbing mereka.

Namuuuuun, mengunci hewan diruangan tertutup, memukul mereka dengan benda keras setelah mendapat masalah dengan orang tua atau senang melihat hewan terluka merupakan sinyal perlunya bantuan psikiater. 

Kami berharap Mommy-Daddy-Onty & Uncle menyempatkan diri untuk membaca artikel diatas, selalu ingat dan tidak boleh tutup mata apalagi membiarkan manusia manusia kecil melakukan kejahatan terhadap hewan.

Percaya deh, ga akan ada istilah "Ya kan anak anak.."

Apabila ada orang yang berkata itu terhadap suatu tindak kejahatan lekas ingatkan! karena secara tidak langsung orang itu sudah menyebar bibit manusia yang jahat terhadap manusia lainnya ketika besar nanti.
KATAKINCESS

Silakan Klik:


Silakan klik:
                                                         Lengkapi Kebutuhan Anda
 


Share this article :

Poskan Komentar