Kamis, 12 Mei 2016

Home » » TIM HADHANAH: Senangnya Bersama Anak-Anak Penghafal Al-Qur’an

TIM HADHANAH: Senangnya Bersama Anak-Anak Penghafal Al-Qur’an

Dengan hati yang tulus hampir sepekan lamanya mereka membersamai anak-anak para penghafal Al-Qur’an

   
Tim Hadhanah | FOTO: Srikandi Puji Lestari
Mafaza-Online | Peserta Temu Huffazh Nasional (THN) terhitung masih muda-muda —rata-rata usia mereka dibawah 40 tahun— beberapa diantaranya pasangan suami istri. Padahal THN berlangsung cukup lama, enam hari, Selasa-Ahad (3 – 8 Mei-2016). Tidak sedikit diantara peserta THN yang membawa putra-putrinya yang masih balita, bahkan ada pula yang masih berusia empat bulan. Mengantisipasi hal ini panitia THN cukup sigap dengan menugaskan Tim Hadhanah (Pengasuh).

Tim Hadhanah menempati ruang di samping Sekretariat Panitia THN di The Regency Oxalis Hotel Magelang. Sesuai namanya, tim ini mendapat amanah menjaga dan menenami anak-anak peserta temu huffazh pada saat orangtuanya mengikuti kegiatan.

Neni Sumarni, selaku penanggungjawab Tim Hadhanah mengungkapkan rasa senangnya dapat terlibat di acara THN ini. “Senang, karena bisa berinteraksi dengan anak-anak ustadzah,” ujarnya penuh takzim.

Lebih lanjut Neni mengungkapkan, sorot mata polos dari anak-anak itu memancarkan rasa betah selama berada di Kota Magelang. Selain itu ada pelajaran langsung yang bisa dipetik dari kegiatan ini.

“Kami bertukar pengalaman tentang budaya masing-masing, terutama mengenal bahasa daerah yang berbeda,” tutur Neni dengan mata berbinar.

Tapi, masih kata Neni, bukan berarti tanpa kendala membersamai 15 anak para peserta THN. Pada hari pertama mereka dititipkan, suasana terlihat belum kondusif. Bisa jadi, karena anak-anak dan pengasuh barunya belum saling mengenal.

“Hari pertama, ada anak yang menangis terus, ternyata masih dalam kondisi lapar, lelah dan haus, jadi rewel,” cerita Neni.

Esoknya, Neni melanjutkan, untuk mengantisipasi hal serupa, Tim Hadhanah menyediakan: biskuit, buah-buahan dan makanan balita lainnya. Alhamdulillah, anak-anak jadi lebih tenang, dibanding hari pertama. Mereka juga cepat akrab karena sudah melewati masa transisi. Apalagi di ruang hadhanah disediakan pula berbagai mainan, seperti lego dan puzzle. Kalau anak-anak mulai jenuh, Neni mengajak mereka bernyanyi.

“Masya Allah, ada anak yang ketika menangis lalu diperdengarkan murottal Al-Qur’an, eh, langsung berhenti nangisnya,” tambah Neni.


“Berinteraksi dengan keluarga penghafal Al-Qur’an merupakan pengalaman berharga”

  
Tim Hadhanah | FOTO: Srikandi Puji Lestari
Senada dengan Neni, rekan se-Timnya, Roidha Azizah (23), merasa senang terlibat dalam kegiatan THN. Roidha yang baru saja lulus S1 ini bergabung dengan hadhanah sejak hari pertama.

Baginya, mendampingi anak-anak peserta THN sekaligus melatih dirinya untuk bersikap sabar. Belajar cara menangani anak yang menangis, “Berusaha mencari trik mereka supaya tidak bosan,” jelas akhwat berkacamata minus lulusan Sarjana Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Semarang ini.

Selain itu, lanjut Roidha yang juga berbisnis online ini, senang dengan acara THN karena bisa ikut Qiyamullail. “Berinteraksi dengan keluarga penghafal Al-Qur’an merupakan pengalaman berharga,” tutur putri kedua pasangan Ustadz Jamaludin BA dan Ir. Wulandari ini.

Tim Hadhanah berusaha maksimal agar anak-anak sehat, senang dan nyaman. Dengan hati yang tulus hampir sepekan lamanya mereka membersamai anak-anak para penghafal Al-Qur’an. Meskipun kadang merasa lelah, tapi mereka sepakat, ketika bertemu dengan anak-anak peserta huffazh, rasa lelahnya hilang. Ada rasa bangga bisa berkhidmah untuk ustadz-ustadzah penghafal Al-Qur’an. (Tri Handayani)

Tim Hadhanah | FOTO: Srikandi Puji Lestari

Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda


Share this article :

Poskan Komentar