Rabu, 04 Mei 2016

Home » » Empat Keistimewaan Majelis Zikir

Empat Keistimewaan Majelis Zikir

“Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk." Katakanlah : "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik." (QS Al-Baqarah [02] : 135)

Oleh: Syekh Akbar Muhammad Fathurahman*

  
Mafaza
-Online |
Jamaah sekalian jangan berhenti untuk menghiasi hati kita dengan sikap syukur kepada Allah SWT. Mengapa harus bersyukur? Sebab Allah SWT tidak pernah berhenti memberi nikmat kepada kita. Meski disaat lupa, bahkan disaat maksiat, Allah SWT tetap menjadikan mata bisa melihat telinga bisa mendengar dan jantung bisa berdetak.

Masya Allah. Betapa malunya kita dengan Allah SWT.  Wa ahsin kama ahsanaallah ilayya, berbuat baiklah kepada Allah SWT, sebagaimana Allah SWT telah memberi kenikmatan. Salah satunya dengan bersyukur, karena Allah SWT banyak memberi kebaikan. Mudah-mudahan Pengajian Arbain ini menjadi sarana yang terus menggelorakan hati untuk terus bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Karunia dari hati yang terus dihiasi syukur kepada Allah SWT, maka semua nikmat itu akan menjadi media untuk menyambungkan hati dengan Allah SWT. Yakinlah, Allah SWT sebagai Ar-Rozaq, Pemberi Rezeki, akan memberi keluasan nikmat. Kemana pun melangkah akan mendapat kelapangan dihati.

Sebaliknya, apabila tidak  bersyukur meski uang banyak atau jabatan tinggi, yang didapat justru gelisah!

Rasulullah saw menyampaikan, “Tidaklah suatu kaum berkumpul dalam salah satu rumah Allah. Mereka membaca Kitabullah dan saling mempelajarinya diantara mereka. Melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, malaikat akan menaungi mereka, dan Allah akan menyebut-nyebut nama mereka di tengah makhluk yang ada di sisi-Nya”. (HR. Muslim)

Tapi, sekarang ini yang paling banyak apakah kumpulan zikir atau kumpulan rumpi?

Realitanya, umat ini kehilangan tempat untuk bersosialisasi. Akhirnya mereka mendirikan berbagai macam tempat untuk sekadar berkumpul, seperti: pecinta binatang, geng motor atau fans club penyanyi.

Mereka yang tergila-gila dengan peliharaannya, pagi-pagi sudah memandikan burung. Sementara anaknya sendiri tidak dimandikan, bahkan dirinya sendiri belum mandi.

Lihat, ada perkumpulan Genk Motor yang untuk mendapatkan rompinya harus meregang nyawa.

Ini perkumpulan atau agama baru?

Kami tidak melarang adanya perkumpulan semacam ini. Bukan tidak boleh mencintai binatang. Tapi, kapan waktunya untuk mengingat Allah SWT?

Saat ini, Islam menjadi tidak laku. Mereka mencari Figur baru, ajaran baru dan sistem baru. Komunitas baru itu sampai menjadi keyakinan baru dalam dirinya. Parah luar biasa! Naudzubillah min dzalik.

Maka bersyukur kita berada di Majelis ilmu dan zikir ini. Saat ini orang yang berharap kepada Allah SWT dan hari akhir, jumlah mereka semakin sedikit.

Sungguh mulya orang yang berada di majelis zikir, diantara keistimewaan majelis zikir:

Pertama, Malaikat mengerumuni.
Tidaklah duduk-duduk suatu kaum kecuali para malaikat akan mengerumuninya. Bahkan Allah SWT memerintahkan malaikat untuk membentangkan sayapnya untuk mencari majelis ini. Betapa saking agungnya, majelis ini. Apakah jamaah merasakan kehadiran malaikat?

Kedua, Rahmat Allah SWT meliputi majelis zikir. Seseorang yang disayang Gubernur saja merasa bangga. Dia bisa membuat surat ini dan itu secara mudah. Apalagi hamba yang disayang Allah SWT, tentu hatinya akan senantiasa ditolong oleh Allah SWT segala urusannya. 

Ketiga, Ketenangan Allah turunkan kepada orang yang hadir di majelis ini. Allah SWT akan mengganti segala keluh kesah dengan ketenangan.

Keempat, Allah SWT pun senantiasa mengingat kepada orang yang berzikir. Bayangkan Allah SWT akan menyebut-nyebut kita dihadapan para malaikatnya. Hal ini karena saking bangganya Allah SWT dengan hamba-Nya yang lidahnya senantiasa basah oleh zikir.

Allah pun menyaksikan orang yang berzikir kepada-Nya. Orang yang tidak tahu jalan kepada Allah SWT, walaupun kerja keras banting tulang, tidak akan menemukan kebahagiaan hakiki. Kuncinya adalah tetap berada di jalan Allah SWT. Berzikir adalah tanda kewalian.      

*Disampaikan dalam Pengajian Arbain Zawiyah Utama Jakarta, Ahad 1 Mei 2016



Silakan klik:
                                             Lengkapi Kebutuhan Anda


Share this article :

Poskan Komentar