Jumat, 22 April 2016

Home » » PKS Jaring Kritik "Nitizen" dan Jurnalis

PKS Jaring Kritik "Nitizen" dan Jurnalis

"Kopi darat" dengan kalangan "netizen" dan jurnalis itu untuk menampung masukan dan kritik agar PKS bisa menempatkan diri secara baik sebagai parpol

Ilustrasi
Mafaza-Online | Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Semarang menjaring kritikan dari kalangan "netizen" dan jurnalis seiring tuntutan zaman untuk bertransformasi menjadi partai yang modern.

Ruang kritik itu tertuang dalam forum diskusi bertajuk "Mengkritik PKS!" yang digelar DPD PKS Kota Semarang dalam rangka tasyakuran memeringati milad ke-18 PKS, di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/4) malam.

Pengguna akun media sosial diundang sebagai perwakilan "netizen", di antaranya dari "anakundip.com" dan "@tahupetis", serta jurnalis dari Forum Wartawan Balaikota Semarang (Forwakot).

Sebagai pembicara, tampil budayawan Prie GS, penulis Edhie Prayitno, dan Ketua Forwakot Lanang Wibisono pada kegiatan diskusi yang berlangsung di Kantor DPD PKS Kota Semarang tersebut.

Meski diformat sebagai ruang kritik, suasana gayeng dan kekeluargaan kental terasa dalam diskusi yang dihadiri Ketua DPD PKS Kota Semarang Ari Purbono, jajaran DPD, dan DPC tingkat kecamatan.

Budayawan Prie GS mengambil sosok salah satu anggota DPRD Kota Semarang dari PKS, Imam Marjuki yang dulunya merupakan yuniornya di perusahaan media sebagai "cermin kecil" partai berlambang bulan sabit kembar itu.

"Saya melihat PKS, ya, seperti Imam itu. Kebetulan, dulu kami pernah satu kantor. Sopannya ekstrim. Saking sopannya, mau ke kamar mandi, izin sama saya," katanya, disambut tawa hadirin.

Sampai kemudian Imam meminta restu untuk berpolitik, "'Mas, minta 'pangestu' mau bergabung PKS.' Saya jawab, pasti. Kamu ke kamar mandi saja saya 'pangestuni,", katanya, seraya tertawa.

Mengenai riak dan gelombang politik yang beberapa kali menguji kesolidan kader PKS, terutama di tingkat elite, Prie menilainya sebagai sebuah dinamika dalam perjalanan partai politik yang justru bisa semakin menguatkan.

Ketua Forwakot Lanang Wibisono menyoroti kaderisasi di PKS Kota Semarang yang dinilainya masih lemah, di antaranya terlihat saat pemilihan wali kota dan wakil walikota tahun lalu.

"Menang PKS mengusung Zuber Safawi. Namun, dalam posisi wakil mendampingi Soemarmo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Padahal, kursi PKS di DPRD lebih banyak," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Semarang Ari Purbono menjelaskan "kopi darat" dengan kalangan "netizen" dan jurnalis itu untuk menampung masukan dan kritik agar PKS bisa menempatkan diri secara baik sebagai parpol.

Ari menegaskan PKS ingin menjadi bagian dari masyarakat yang mampu memberikan solusi atas permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, apalagi di era digital dengan arus informasi kian cepat dan terbuka.


Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda

 


Share this article :

Posting Komentar