Kamis, 10 Maret 2016

Home » » Khutbah Shalat Gerhana

Khutbah Shalat Gerhana

Khutbah Shalat Gerhana Ustadz Faisal Tri Atmadja
Di Masjid Asy Syifa RSI Kota Magelang 
Rabu 09 Maret 2016


إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

أما بعد: فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ وَخَيْرَ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاثُهَا وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

  
Jamaah shalat gerhana yang berbahagia ....


Allah SWT yang menciptakan matahari dan bulan dan mengatur keduanya untuk maslahat manusia. Dia berfirman:

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak*. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS Yunus [10]: 05)

*Dengan hak, maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.

Matahari dan bulan diperintah oleh Allah SWT dan ditakdirkan-Nya (dalam ketentuan). Dialah Allah SWT yang menjadikan keduanya sebagai sebab terjadinya malam dan siang serta gelap dan terang. Allah azza wa Jalla berfirman;

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا

Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.” (QS Al Furqaan [25]: 62) 

Ada beberapa hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa gerhana ini:

1. Sebagai salah satu tanda diantara tanda-tanda kekuasaan Allah SWT. Jika yang demikian mudah bagi Allah, maka lebih mudah lagi bagi-Nya menghidupkan manusia yang telah mati untuk diberi-Nya pembalasan.
2. Untuk menakut-nakuti manusia agar mereka kembali kepada-Nya dan berhenti dari berbuat maksiat serta mengisi hidupnya di dunia dengan amal shalih. Allah SWT berfirman, “ … Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakut-nakuti.” (QS Al-Israa [17]: 59).
3. Terdapat bukti, bahwa matahari, bulan dan alam semesta ini diatur oleh Allah SWT, dan semua itu tidak berhak untuk disembah. Allah SWT berfirman, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kamu sembah matahari maupun bulan, tetapi sembahlah Allah SWT yang menciptakannya, jika kamu hanya menjadikan Allah SWT sebagai Tuhan satu-satunya.” (QS Fushsilat [41]: 37)    
4. Sebagai perumpamaan terhadap yang akan terjadi pada hari kiamat, dan peringatan, bahwa hal itu mudah saja bagi Allah Azza wa Jalla.
5. Menunjukkan kuasanya Allah SWT menimpakan hukuman kepada orang-orang yang kufur dan durhaka kepada-Nya.
6. Dan mungkin masih banyak hikmah-hikmah yang lain yang bisa dipetik dari peristiwa gerhana ini. 

  
Jamaah Shalat Gerhana Masjid Asy Syifa yang berbahagia....
Rasulullah saw bersabda:

« إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لاَ يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَصَلُّوا » .

"Sungguh, tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan terkait kematian atau lahirnya seseorang, melainkan keduanya merupakan tanda-tanda kebesaran Allah. Apabila kalian melihatnya, maka laksanakanlah shalat.” (HR Bukhari)

Gerhana merupakan tanda kekuasaan Allah SWT sebagaimana peristiwa alam yang lain, seperti: Tsunami, gempa bumi, angin topan, halilintar, hujan lebat dan fenomena alam lainnya. Itu semua adalah peringatan bagi manusia agar kembali kepada Allah SWT.

Maka, saat terjadi gerhana Rasulullah saw memerintahkan orang-orang ketika itu untuk melakukan shalat, berdoa, berzikir, bertakbir, beristigfar dan melakukan amal shalih lainnya.

Jamaah Shalat Gerhana Masjid Asy Syifa yang berbahagia.

Ketika terjadi gerhana ada beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya:

Pertama, Memiliki rasa takut kepada Allah SWT.

Kedua, Memikirkan siksaan Allah kepada orang-orang yang berbuat maksiat. 

Dalam hadits Aisyah ra menyebutkan, bahwa, Nabi saw dalam khutbahnya seusai shalat gerhana bersabda: 

« مَا مِنْ شَىْءٍ كُنْتُ لَمْ أَرَهُ إِلاَّ قَدْ رَأَيْتُهُ فِى مَقَامِى هَذَا حَتَّى الْجَنَّةَ وَالنَّارَ ، وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَىَّ أَنَّكُمْ تُفْتَنُونَ فِى الْقُبُورِ ….”

“Tidak ada satu pun yang belum pernah aku lihat, kecuali sekarang aku melihatnya di tempatku ini, sampai surga dan neraka. Telah diwahyukan kepadaku, bahwa kalian akan diuji ketika di dalam kubur . . . dst.” (HR Bukhari)

Pada saat itu diperlihatkan kepada Beliau saw surga dan neraka. Beliau juga diperlihatkan siksaan yang menimpa penghuni neraka, dilihatnya seorang wanita yang disiksa karena mengurung seekor kucing tanpa memberinya makan dan minum. 

Rasulullah saw juga melihat Amr bin Malik bin Luhay menarik ususnya di neraka. Amr, dia adalah orang pertama yang mengubah agama Nabi Ibrahim as. Dialah Amr bin Malik bin Luhay yang membawa berhala kepada orang-orang Arab sehingga mereka menyembahnya.

Beliau saw juga bersabda:

وَاللهِ لَوْ تَعْلَمُوْنَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيْلاً، وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيْرًا

“Demi Allah, kalau sekiranya kalian mengetahui yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” 

Ketiga, Melakukan shalat gerhana.

Keempat, Bersegera untuk berzikir, berdoa, beristigfar, bertakbir, melakukan berbagai amal shalih, melakukan shalat dan berlindung dari azab kubur dan azab neraka.

Rasulullah saw bersabda:

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ، فَاذْكُرُوا اللهَ، وَكَبِّرُوْا، وَصَلُّوْا، وَتَصَدَّقُوْا

“Apabila kalian melihat gerhana, maka segera zikrullah, bertakbir, shalat dan bersedekah.” (HR Malik, Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Nasai)

Demikianlah adab-adab yang diajarkan Nabi kita Muhammad saw ketika terjadi gerhana. Dengan khutbah ini, mudah-mudahan kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang diberi petunjuk dan perlindungan oleh Allah SWT di dunia maupun di akhirat.

  
Ma’asyiral muslimin, jamaah shalat gerhana rahimakumullah.
Takutlah dengan fenomena alam ini. Sikap yang tepat ketika fenomena gerhana ini adalah menghadirkan perasaan takut, kahawatir akan terjadi hari kiamat. Bukan seperti kebiasaan orang sekarang yang hanya ingin menyaksikan persitiwa gerhana dengan mengabadikan fenomena tersebut dengan berfoto ria (selfie). Atau sekadar mengkaji dari sisi ilmiah saja. Tapi, tidak mau mengindahkan tuntunan dan ajakan Nabi Muhammad saw, ketika gerhana itu terjadi. Boleh jadi, peristiwa ini adalah tanda datangnya bencana atau azab, atau tanda semakin dekatnya hari kiamat. 

Perhatikan, apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw ketika gerhana terjadi:

عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِى زَمَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَامَ فَزِعًا يَخْشَى أَنْ تَكُونَ السَّاعَةُ حَتَّى أَتَى الْمَسْجِدَ فَقَامَ يُصَلِّى بِأَطْوَلِ قِيَامٍ وَرُكُوعٍ وَسُجُودٍ مَا رَأَيْتُهُ يَفْعَلُهُ فِى صَلاَةٍ قَطُّ ثُمَّ قَالَ « إِنَّ هَذِهِ الآيَاتِ الَّتِى يُرْسِلُ اللَّهُ لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّ اللَّهَ يُرْسِلُهَا يُخَوِّفُ بِهَا عِبَادَهُ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ

Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas berdiri takut karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam lantas bersabda,”Sesungguhnya ini adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi karena kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah menjadikan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berdzikir, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah.” (HR. Muslim, Ibnu Hibban, Ibnu Khuzaimah).

Marilah saat-saat ini kita perbanyak dzikir, istighfar, do’a dan amal shaleh lainnya. Semoga kita yang hadir di majelis yang mulia ini, termasuk golongan yang akan mendapat penjagaan dari Allah Subhanahu Wata’ala. Mudah-mudahan Allah SWT meridhoi kita.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللهم بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالنَّاصِرِيْنَ وَافْتَحْ لَنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ وَاغْفِرْلَنَافَإِنَّكَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَارْحَمْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ وَارْزُقْنَا فَإِنَّكَ خَيْرُالرَّازِقِيْنَ وَاهْدِنَا وَنَجِّنَامِنَ الْقَوْمَ الظَّالِمِيْنَ وَنَجِّنَامِنَ الْقَوْمِ الْجَاهِلِيْنَ وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الْمُنَافِقِيْنَ وَنَجِّنَا مِنَ الْقَوْمِ الْكَفِرِيْنَ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَلْنَا وَاِلَيْكَ اَنَبْنَاوَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَصَلى الله عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ       

 Ihsanul Fikri      


Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda
 
Share this article :

Poskan Komentar