Jumat, 15 Januari 2016

Home » » Pembukaan Majelis Jurnalistik Kota Magelang: Upaya Melahirkan Insan Writerpreneur

Pembukaan Majelis Jurnalistik Kota Magelang: Upaya Melahirkan Insan Writerpreneur

Majelis Jurnalistik tempat berkumpul wartawan dan mereka yang bergerak dibidang komunikasi, Konsepnya Writerpreneur
   Mafaza-online.Com | MAGELANG - Lembaga Amil Zakat Dana Kemanusiaan Dhuafa (LAZ DKD) bekerjasama dengan Yayasan Ihsanul Fikri Kota Magelang menyelenggarakan pelatihan jurnalistik, Rabu (13/01/2015), bertempat di Rumah Gemilang Dana Kemanusiaan Dhuafa DKD, Jalan Serayu Timur, Menowo Kota Magelang, 20 orang peserta mengikuti pelatihan ini. 

Dalam acara Pembukaan Majelis Jurnalistik, Direktur LAZ Dana Kemanusiaan Dhuafa (DKD) Rahmat Rafi mengatakan, Kalau diibaratkan agama ini sebagai sebuah bangunan, maka yang menjadi fondasi adalah aqidah, akhlak menjadi dindingnya dan Dakwah menjadi atapnya. Fungsi atap adalah untuk melindungi, jadi bisa Anda bayangkan bagaimana jadinya rumah tanpa atap. Tentu kalau hujan kebasahan dan musim kemarau kepanasan.

“Karena itu harus berdakwah agar agama ini terlindungi, salah satunya lewat tulisan,” katanya.

Rafii menambahkan, populasi muslim di Indonesia memang mayoritas, tapi sayangnya belum bisa mewarnai. Ambil contoh masalah terompet tahun baru yang bahan bakunya dari sampul Al-Quran dan menari di atas sajadah.

“Salah satu kelemahan umat Islam diabad Komunikasi saat ini adalah tidak menguasai media,” ungkapnya. 

Melihat keprihatinan ini, Dana Kemanusia Dhuafa (DKD) berusaha mengumpulkan potensi umat Islam yang berserakan. Lembaga ini bergerak dibidang pemberdayaan sumber daya manusia, termasuk sumber dana manusianya dengan mengelola Zakat Infaq dan Shodaqoh. Dengan pengelolaan yang baik, posisi umat Islam bisa jadi lebih baik.

Sehingga punya bargaining yang kuat. “Majelis Jurnalistik ini salah satu program pemberdayaan SDM,” ungkap Rafii.


“Salah satu kelemahan umat Islam diabad Komunikasi saat ini adalah tidak menguasai media”

Rafii juga mengharapkan agar jalinan ini terus diperkuat, tidak berhenti sebatas pelatihan. Konkritnya, dia mengajak kepada peserta untuk menjadi relawan DKD.  

Menyambung tawaran dari DKD, Instruktur Majelis Jurnalistik yang juga Tim Humas Yayasan Ihsanul Fikri, Eman Mulyatman mengatakan, bahwa pelatihan yang diadakan ini berbeda dengan pelatihan-pelatihan jurnalistik ditempat lain. Karena selain yang menjadi pemateri wartawan, juga kepada peserta langsung diajak praktik.

Eman yang mantan Pemimpin Redaksi majalah Sabili menambahkan, sesuai dengan namanya, Majelis Jurnalistik, wadah ini akan menjadi tempat berkumpul wartawan atau orang-orang yang bergerak dibidang komunikasi. “Konsepnya Writerpreneur,” jelasnya.

Writerpreneur adalah istilah untuk orang yang tidak cuma menulis, tapi juga memiliki mindset bisnis yang bagus dan cermat melihat peluang untuk memanfaatkan bakat menulisnya dan menghasilkan uang.

Tawaran untuk menjadi sukarelawan sangat pas untuk peserta majelis jurnalistik. “Ini sekaligus menjadi ajang praktik meliput bagi rekan-rekan majelis jurnalistik,” pungkas Eman.
   

Silakan klik:
                                                           Lengkapi Kebutuhan Anda

Share this article :

Poskan Komentar