Minggu, 03 Januari 2016

Home » » Pelecehan Simbol Agama Harus Dewasakan Umat Islam

Pelecehan Simbol Agama Harus Dewasakan Umat Islam

Lantaran hakikat setiap Muslim punya ajaran Islam yang kuat, kokoh, arif dan bijaksana serta cerdas

  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammaddiyah Haedar Nashir mengatakan, ada beberapa hal yang mesti dicermati dari peristiwa penggunaan simbol Islam, seperti dalam kasus terompet berbahan sampul  Alquran serta sandal dan permen bermotif tulisan Allah.

“Pertama ini menguji kesadaran umat Islam, tapi di  satu pihak kita mesti arif di dalam menghadapi persoalan ini," kata Haedar, akhir pekan lalu.

Artinya, kata dia, dalam menghadapi persoalan ini umat Islam tidak perlu panas hati sampai bertindak sendiri dengan melanggar norma hukum dan norma sosial di masyarakat.


“Peristiwa ini, menjadi  ujian  serta tantangan kehidupan beragama”

Peristiwa ini, kata Haedar, menjadi  ujian  serta tantangan kehidupan beragama.  “Akan selalu di hadapkan dengan persoalan yang sering datang silih berganti,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, kedewasaan dan kecerdasan pada diri setiap Muslim dalam menghadapi tantangan seperti ini sangat diperlukan. Lantaran hakikat setiap Muslim punya ajaran Islam yang kuat, kokoh, arif dan bijaksana serta cerdas.

Haedar mengatakan, peristiwa penistaan terhadap simbol agama Islam sudah sering terjadi dalam banyak kasus, yang kemudian bisa memancing umat Islam untuk melakukan tindakan-tindakan tidak diharapkan. Padahal, kata dia, umat Islam hanya ingin membela simbol-simbol agamanya dari pelecehan.

REPUBLIKA.CO.ID

 
Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda


Share this article :

Poskan Komentar