Kamis, 21 Januari 2016

Home » » Masya Allah! Inilah Rahasia dibalik Waktu Shalat

Masya Allah! Inilah Rahasia dibalik Waktu Shalat

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An-Nisa' [04]: 103)
  
Mafaza-Online.Com | TAFAKUR - Shalat adalah suatu kewajiban dari Allah SWT atas setiap orang beriman. Ajaran Islam menetapkan, shalat merupakan batas antara iman dan kafir. Demikian kerasnya perintah shalat ini, sehingga orang yang melalaikannya dicap sebagai penghancur agama.

Firman Allah SWT:

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman, “Peliharalah segala shalat dan (peliharalah) shalat wustha.” (QS Al-Baqarah [02]: 238)

“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh tu disaksikan (oleh malaikat).” (QS Al-Isra’ [17]: 78)

Shalat fardhu ada lima: Isya, Subuh, Zhuhur, Asar dan Maghrib. Sebagaimana yang dijelaskan dalam riwayat berikut ini:

Dari Anas bin Malik ia berkata, “Telah difardhukan atas Nabi pada malam Isra’ shalat sebanyak lima puluh (waktu), kemudian dikurangi hingga menjadi lima waktu. Kemudian, Beliau diseru: “Ya, Muhammad, sesungguhnya ketetapan disisi-Ku tidak bisa diubah. Dan untukmu shalat lima (waktu) ini sama dengan lima puluh (waktu).”

Dari Thalhah bin Ubaidillah, bahwa ada seorang Arab Badwi datang kepada Rasulullah dengan rambut yang tidak tersisir seraya berkata, Ya, Rasulullah beritahukan kepadaku shalat yang Allah fardhukan kepadaku!” jawab Beliau: “Shalat yang lima (waktu) kecuali kalau engkau mau shalat tathawwu (shalat sunnah).”

Dari Abdullah bin Umar ra bahwasanya Nabi saw menyebutkan perihal shalat dalam sehari, beliau bersabda (yang artinya).

“Barangsiapa yang mampu menjaganya, maka baginya cahaya penerang dan keselamatan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang tidak menjaganya, maka dia tidak akan mendapat cahaya penerang dan keselamatan pada hari kiamat, ia akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubai bin Khalaf.” (Imam Mundziri berkata, “HR. Ahmad dengan sanad yang bagus”)

Masya Allah! Ternyata ada rahasia dibalik peralihan atau perpindahan waktu shalat. Dari waktu shalat yang lima waktu itu terkandung hikmah yang bermanfaat untuk  kesehatan fisik, psikologi dan sesuai dengan ilmu pengetahuan.

Setiap peralihan waktu shalat sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi/video/film juga dalam industri cahaya/lampu, percetakan, astrofisika dan lain-lain.

Ada istilah suhu/temperatur warna (color temperature), kalau siang itu bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish(kemerah-merahan)- Suhu warna biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.

Isya

Waktu shalat Isya’ mulai dari hilangnya awan merah di langit hingga tengah malam, dan waktunya tidak bisa diperpanjang sampai terbit fajar karena hal itu menyelisihi zhahir nash (dalil) al-Quran dan hadits. Firman Allah (yang artinya), “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam,” Allah tidak mengatakan sampai terbit fajar. Demikian pula waktu Isya’ berakhir sampai tengah malam sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Amr bin Ash ra.

Selanjutnya pada waktu ini warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat

Selepas tengah malam, alam pun mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian ungu. Perubahan warna ini selaras dengan:
-Kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)
-Kelenjar pituitary (hipofisis),
-Thalamus, yakni struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak vertebrata termasuk manusia. Fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan.
-Dan hypothalamus, yakni hipotalamus-bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu.
Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan shalat malam (tahajud).

Subuh

Pada waktu Subuh, alam berada dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi atau Ilmu Faal —yakni salah satu dari ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan— tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia.

Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat adzan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud

Zuhur

Waktu shalat Zhuhur mulai tergelincirnya matahari -yaitu matahari yang telah melintasi pertengahan langit- hingga tatkala bayangan segala sesuatu itu menjadi sama panjang dengannya, diawali dari bayangan ketika tergelincirnya matahari.

Lebih jelasnya, apabila matahari terbit maka bayangan segala sesuatu itu panjang lalu akan terus menerus memendek sampai tergelincirnya matahari. Apabila matahari telah tergelincir, bayangan akan kembali memanjang. Maka saat itulah masuk waktu shalat Zhuhur, kiaskanlah mulai dari kembalinya panjang bayangan matahari, apabila panjang bayangan sesuatu sudah sama, maka waktu Zhuhur telah habis.

Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan shalat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya

Ashar

Waktu shalat Ashar dimulai ketika keadaan bayangan sesuatu sama panjang dengannnya, sampai saat matahari menguning atau memerah. Waktu ini bisa memanjang sampai terbenam matahari karena dharuri (darurat), bersadarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu `anhu bahwasanya

Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mendapati satu raka’at dari shalat Shubuh sebelum terbitnya matahari, maka sungguh dia telah mendapati shalat Shubuh. Barangsiapa yang mendapati satu raka’at dari shalt Ashar sebelum terbenamnya matahari, maka sungguh dia telah mendapati shalat Ashar.” (Muttafaq `alaih)

Alam berubah lagi warnanya menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat ( kelenjar eksorin pada pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim , ovarium/ indung telur (kelenjar kelamin wanita) , dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan.

Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Asar akan menurun daya kreativitasnya. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut

Maghrib
Waktu shalat Maghrib mulai dari terbenamnya matahari hingga hilangnya awan merah.

Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasihat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasihat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga (powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam.

Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan shalat Maghrib terlebih dulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antargelombang dalam satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu mata (penglihatan) kita

Itulah ringkas hubungan antara waktu shalat dengan warna alam. Manusia sebaiknya sadar akan pentingnya tenaga alam. Faktor-faktor inilah yang mendasar kegiatan meditasi seperti taichi, qi-gong dan sebagainya. Kegiatan meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem tubuh.

Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur karena telah di’karuniakan’ syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan maka secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini mungkin belum pernah terfikir oleh kita sebelumnya.

Inilah hakikat mengapa Allah SWT yang memiliki sifat Pengasih dan Penyayang mewajibkan shalat kepada kita sebagai hamba-Nya. Sebagai Pencipta Allah SWT mengetahui bahwa hamba-Nya amat sangat memerlukan-Nya. Shalat diawal waktu akan membuat badan semakin sehat.

Islam agama Fitrah, agama yang sesuai dengan keadaan manusia, didalam setiap perintah dan larangannya terkandung kebaikan untuk pelakunya. Semoga informasi ini dapat menambah keimanan dan semangat untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya.
Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda


Share this article :

Poskan Komentar