Senin, 02 November 2015

Home » » Wonosobo Mendongeng Pecahkan Rekor MURI

Wonosobo Mendongeng Pecahkan Rekor MURI

Koleksi Sertifikat Kian Banyak


Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda
  
Wonosobo Mendongeng | FOTO: Magelang Ekspres
Mafaza-online.Com|WONOSOBO- Rekor MURI mendongeng dengan peserta terbanyak akhirnya pecah di Wonosobo. Rekor tersebut patah setelah digelar Festival Mendongeng dan Minum Susu Bersama di Alun-alun Kota, kemarin. Festival ini diikuti 1.800 guru dan 9.000 siswa PAUD se-kabupaten setempat.

 “Setelah melakukan pemantauan lapangan dan menerima laporan dari setiap PAUD yang mengirimkan guru serta siswanya, kami menyatakan secara resmi Sertifikat Museum Rekor Dunia Indonesia Nomor 7156, adalah milik Kabupaten Wonosobo,” tegas Manajer Eksekutif MURI, Sri Widayati usai acara.

Menurutnya, rekor MURI untuk kategori mendongeng dengan peserta terbanyak, sebelumnya dipegang Kota Tegal, dengan jumlah pendongeng mencapai 1.225 orang. Diterimanya sertifikat pengukuhan rekor festival dongeng tersebut, menurut Sri juga sekaligus melengkapi capaian rekor-rekor MURI lain yang telah diserahkan kepada Wonosobo.
“Sebelum ini, kami juga telah memberikan sertifikat MURI untuk jumlah peserta khitan massal terbanyak pada Juli 2006, menanam pohon serentak dengan jumlah terbanyak tahun 2006, serta menerbangkan balon udara terbanyak dan terbesar, juga di bulan dan tahun yang sama,” terangnya.

Selain rekor-rekor tersebut, pihaknya  juga mengatakan di tahun 2007, Wonosobo menerima pula sertifikat rekor MURI kategori pembuatan kue Jipang terbesar, dan rangkaian dodol salak terpanjang. Kemudian, di tahun 2008, MURI kembali menganugerahkan rekor pemasangan susuk KB dengan peserta terbanyak mencapai 3.076 akseptor.

Sementara itu, pada tahun 2009 rekor untuk kategori merias wajah terbanyak dengan 2.137 peserta, dan pada 2011, sertifikat rekor juga diberikan atas keberhasilan mahasiswa KKN Unnes membuat tempe kemul dan gula kelapa terpanjang.

“Rekor-rekor yang telah tercipta menegaskan bahwa Wonosobo memang memiliki sumber daya manusia yang kreatif dan produktif,” imbuhnya.

Kepala Dikbudpora, Samasul Maarif, selaku rekoris mengaku sangat bangga dan bersyukur, tidak  hanya karena menerima rekor, namun kebanggan itu lantaran  anak-anak Wonosobo memiliki kemauan kuat untuk menimba ilmu melalui festival mendongeng ini.

Menurutnya, upaya mendidik anak melalui dongeng-dongeng yang sarat makna, merupakan bagian dari program revolusi mental yang digagas Presiden RI, Joko Widodo.

“Anak-anak inilah generasi penerus bangsa, yang kelak akan memiliki mental-mental kuat dan berintegritas tinggi,” tegasnya.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten yang juga sebagai Bunda PAUD Wonosobo, Aina Liza mengemukakan, digelarnya festival ini menjadi bagian dari upaya TP PKK untuk mencerdaskan bangsa.

 “Semoga dengan berkumpul bersama teman dan guru-guru untuk mendengarkan beragam dongeng, anak Wonosobo ke depan semakin cerdas, dan berakhlak mulia,” pungkasnya (gus)  



Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah

 










Share this article :

Poskan Komentar