Senin, 23 November 2015

Home » » Deklarasi Forum OSIS Daerah SMPIT se-Kedu

Deklarasi Forum OSIS Daerah SMPIT se-Kedu

Tingkatkan Kualitas Siswa Berorganisasi


Perwakilan OSIS SMPIT se-Kedu mendeklarasikan Forum OSIS Daerah (FOSDA) SMPIT  se-eks Karesidenan Kedu di Alun-Alun Kota Magelang | FOTO: FB 
Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda

Mafaza-Online.Com|SILATURAHIM Perwakilan pengurus OSIS dari berbagai Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) se-Karesidenan Kedu membacakan Deklarasi Forum OSIS Daerah (FOSDA), Ahad (22/110 di alun-alun Kota Magelang. Kegiatan ini dihadiri Perwakilan Pengurus OSIS SMPIT Ihsanul Fikri Kota Magelang, SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang, SMPIT Cahaya Insani Temanggung, SMPIT Ulul Albab Purworejo dan SMPIT Insan Mulia Wonosobo.

Penasihat FOSDA SIT se-eks Karesidenan Kedu, Pamela Maher Wijaya S.Sos I MSi yang juga menjabat sebagai Waka Kesiswaan SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan sebagai wadah koordinasi antara OSIS disetiap sekolah Jaringan SIT (JSIT) se-eks Karesidenan Kedu. Didalam deklarasi ini terbentuk dewan formatur yang terdiri dari 8 ketua OSIS SMPIT se-eks Karesidenan Kedu.

“Perlunya wadah koordinasi untuk OSIS antarSIT se-Eks Karesidenan Kedu, adalah untuk meningkatkan kualitas siswa dalam berorganisasi,” ucap Pamela.

Dengan demikian, masih kata Pamela, siswa pengurus OSIS dapat bertukar pengalaman atau membuat program kerja bersama-sama untuk dapat menggairahkan organisasi OSIS itu sendiri.

Koordinator Forum Waka Kesiswaan, Ito Gunawan mengungkapkan deklarasi ini diawali dengan kegiatan Intermediate Leadership Camp 2015 di SMPIT Ihsanul Fikri Kota Magelang yang dibuka dan diberi pengarahan oleh AKBP Edy Purwanto SH MH. Kapolresta Magelang terkait wawasan kebangsaan. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari (21-22/11).

“Sebelumnya siswa telah dibekali dengan pelatihan kepemimpinan agar mengetahui cara berorganisasi yang baik,” terang Ito.

“Lalu bagaimana jadinya jika remaja zaman zekarang yang terkenal ababil atau anak baru labil lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain-main”

Ketua JSIT Korda Kedu yang diwakilkan, salah satu pembimbing kesiswaan, Rozak, menyampaikan pesan kepada siswa selaku anak muda atau yang sering disebut remaja, melewati fase transisi menuju kedewasaan. Seharusnya dimasa itu seorang remaja berusaha mencari jatidiri untuk masa depan.

“Tak hanya masa depan dirinya tapi juga masa depan bangsa,” kata Rozak.

Jadi, masih kata Rozak, kelak dia akan menjadi pribadi yang baik dan dapat menjadi panutan umat dan bangsa. Lalu bagaimana jadinya jika remaja zaman zekarang yang terkenal ababil atau anak baru labil lebih sering menghabiskan waktu untuk bermain-main, berhura-hura dan mengisi waktu dengan hal-hal yang kurang penting dan sama sekali kurang bermanfaat?

Apa jadinya kalau bangsa kita ini ini ketika penerus bangsa banyak yang acuh terhadap kemajuan kualitas dirinya, bahkan kualitas bangsanya

Hal ini menjadi latar belakang deklarasi FOSDA se-Eks Karesidenan Kedu sehingga forum ini menjadi wadah pembelajaran kepemimpinan bangsa,” pungkas Rozak.

Terkait:

Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah

 


Share this article :

Posting Komentar