Selasa, 16 Juni 2015

Home » » Tak Akui Rohingya, Myanmar Diminta Mahathir Keluar dari ASEAN

Tak Akui Rohingya, Myanmar Diminta Mahathir Keluar dari ASEAN

Rohingya harus dibela oleh orang luar karena orang-orang didalam negeri itu gagal merespon

Mahathir Mohamad | TOSHIFUMI KITAMURA/AFP/Getty Images
Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda
 

Mafaza-Online.Com | KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Mohamad  mendesak Myanmar melindungi dan mengakui hak-hak etnis Rohingya. Jika tidak, menurut Mahathir, negara itu tidak layak menjadi anggota Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

Dia mengatakan genosida terhadap minoritas Rohingya di Myanmar telah berlangsung selama bertahun-tahun. Hal itu telah menjadi bukti nyata bahwa negara itu tidak menghormati dan tidak berniat melindungi hak-hak rakyatnya sendiri.

“Kita tidak bisa memiliki satu negara yang mempraktikkan genosida secara terbuka dan membunuhi warganya sendiri. Negara seperti ini hanya akan memberi nama buruk bagi ASEAN,” kata Mahathir saat berpidato sebagai pembicara utama dalam Konferensi Internasional "Nasib Rohingya, Kejahatan Melawan Kemanusiaan Bagian Dua" di Museum Seni Budaya Islam di Kuala Lumpur, Jumat, 12 Juni 2015.

Menurut Mahathir, negara-negara ASEAN selama bertahun-tahun melakukan pendekatan diplomatis dalam usaha merangkul Myanmar untuk menyelesaikan masalah Rohingya. “Namun Myanmar gagal merespons imbauan untuk lebih manusiawi kepada rakyatnya sendiri. Jika mereka tidak merespons, menurut saya, mereka tidak punya hak untuk diakui sebagai anggota ASEAN,” ujar tokoh yang masih sangat berpengaruh di Malaysia itu.

Mahathir menyatakan telah mengirim surat pribadi kepada pemimpin oposisi dan tokoh prodemokrasi Myanmar, Aung Sang Suu Kyi. Namun dia belum mendapat balasan.

“Karena itu, nasib kaum Rohingya harus dibela oleh orang-orang di luar Myanmar, karena orang-orang di dalam negeri itu gagal merespons,” ucapnya.

THE SUNDAY DAILY | TEMPO.Co | NATALIA SANTI





Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
Share this article :

Poskan Komentar