Rabu, 24 Juni 2015

Home » » Ade Armando Kritik Hadits Nabi, Ini Komentar Ulama

Ade Armando Kritik Hadits Nabi, Ini Komentar Ulama

Polemik hadits ini mencuat setelah acara buka puasa bersama di Istana Negara, Kamis (18/6) yang dihadiri ratusan anak yatim. Pada kesempatan itu, Jokowi diketahui minum sambil berdiri dan menggunakan tangan kiri


Silakan klik:
 

Mafaza-Online.Com | JAKARTA -  Pernyataan Pakar komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando yang menilai hadits Nabi Muhammad tentang larangan minum sambil berdiri dan menggunakan tangan kiri sebagai hal yang tidak rasional mendapat tanggapan dari ulama Pakar Hadist dan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta.

Menanggapi pernyatan Ade Armando tersebut, Direktur Pusat Kajian Hadits Jakarta, Ahmad Lutfi Fathullah, menjelaskan duduk perkara hadits tersebut.

”Nabi memerintahkan untuk minum sambil duduk. Tapi, Rasulullah juga pernah minum sambil berdiri. Misalnya, saat minum air zam-zam,” kata Lutfi Fathullah, dikutip dari republika.co.id, Selasa (23/6/15).

Dalam hadits riwayat Bukhari-Muslim, diterangkan bahwa Ibnu Abbas pernah memberi air zam-zam kepada Rasulullah lalu beliau meminumnya sambil berdiri. Selain itu, ada pula sejumlah hadits lain yang menyebutkan Nabi minum sambil berdiri.

“Tapi, minum sambil duduk tetap lebih utama. Minum sambil duduk itu hukumnya sunnah, sedangkan minum sambil berdiri hukumnya makruh,” lanjut Lutfi.

Terkait makan dengan tangan kiri, Rasulullah telah melarang perbuatan demikian. Rasul memerintahkan seorang Muslim makan dengan tangan kanan. Orang yang makan dengan tangan kiri itu menyerupai setan. Orang yang kidal sekalipun oleh Nabi tetap diminta membiasakan makan dengan tangan kanan.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub menegaskan bahwa status hadits tersebut shahih. “Hadits itu masih berlaku dan shahih. Riwayat Muslim,” kata Ali Mustafa.

Ia menjelaskan, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa, maka hendaknya dia memuntahkan.”

“Orang yang makan minum dengan tangan kiri menyerupai setan. Perilaku setan itu tidak ada yang boleh ditiru,” tegas Ali Mustafa.

Polemik hadits ini mencuat setelah acara buka puasa bersama di Istana Negara, Kamis (18/6) yang dihadiri ratusan anak yatim. Pada kesempatan itu, Jokowi diketahui minum sambil berdiri dan menggunakan tangan kiri.

Sikap Jokowi ini langsung menjadi bahan cercaan sejumlah kalangan. Ade Armando kemudian menulis artikel bantahan di madinaonline.id berjudul “Ketika Keislaman Jokowi Dipersoalkan Karena Minum Sambil Berdiri”.

Lewat situs Madanionline yang dipimpinnya, Ade menyerang hadits yang menyebut orang makan dengan tangan kiri itu menyerupai setan.

”Hadits semacam ini tak perlu diikuti karena alasan rasional: tidak masuk di akal! Apa urusannya Allah melarang orang makan sambil berdiri atau pakai tangan kiri? Membayangkan bahwa ada setan yang makan dengan tangan kiri juga sama absurdnya,” tulis Ade seperti dikutip dalam sebuah artikelnya di Madinaonline, Selasa (23/6/15). 



Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah

Share this article :

Poskan Komentar