Jumat, 29 Mei 2015

Home » » Biksu Myanmar: Orang yang Mendukung Muslim Rohingya adalah Musuh Kami

Biksu Myanmar: Orang yang Mendukung Muslim Rohingya adalah Musuh Kami

Demonstran juga menyalahkan media asing karena telah menyudutkan Myanmar

Silakan klik:
Lengkapi Kebutuhan Anda
 

Mafaza-Online.Com | MYANMAR - Ratusan massa yang terdiri dari para biksu dan “nasionalis Myanmar” menggelar unjuk rasa di Yangon, Rabu (27/5/2015). Mereka memprotes PBB dan negara-negara asing karena telah ikut campur dan menyalahkan Myanmar dalam kasus pengungsi Rohingya. Mereka juga menyebut setiap pihak yang mendukung Muslim Rohingya merupakan musuh Myanmar.

“Sebagian besar negara-negara asing dan organisasi termasuk PBB menyalahkan Myanmar sebagai sumber krisis manusia perahu (pengungsi Rohingya, red),” kata Sayadaw Pamaukkha, seorang kepala biara Yangon terkemuka yang juga menjadi koordinator unjuk rasa seperti dikutip Bangkokpost.com.

Demonstran juga menyalahkan media asing karena telah menyudutkan Myanmar.

“Media asing mengatakan Myanmar adalah negeri diskriminasi terhadap orang Muslim,” kata Sayadaw Pamaukkha. “Ini tidak benar, kami telah hidup bersama-sama dengan umat Islam di sini selama berabad-abad.”

“Kami tidak punya masalah dengan Muslim Burma. Tapi kami tidak ingin Muslim Bengali (Rohingya, red) menjadi warga negara Myanmar atau menetap di tanah kami sebagai pengungsi,” katanya.

Selain ada orasi, para biksu juga membawa sejumlah spanduk dalam demonstrasi tersebut. Di antara spanduk itu ada yang bertuliskan: “pendukung orang Rohingya adalah musuh kami.”

Seperti diketahui, ribuan pengungsi Rohingya telah ditemukan di laut lepas Indonesia, Malaysia dan Thailand dalam beberapa pekan terakhir. Namun menurut para demonstran, mayoritas mereka bukanlah dari Rohingya melainkan dari Bangladesh. Namun menurut identifikasi, setengah atau lebih dari para pengungsi itu berasal dari Rohingya. Mereka mengatakan melarikan diri penganiayaan.

Hampir 140.000 dari 1 juta Muslim Rohingya di Rakhine mengungsi setelah terjadi pengusiran dan pembantaian oleh mayoritas massa Buddha pada tahun 2012. Jumlah pengungsi terus bertambah dari tahun ke tahun. Hingga puncaknya pada bulan ini menuai sorotan dari dunia internasional.

BERSAMADAKWAH



Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
Share this article :

Poskan Komentar