Selasa, 24 Maret 2015

Home » » Gaya Hijab Colorful Nada Puspita Curi Perhatian Masyarakat Jerman

Gaya Hijab Colorful Nada Puspita Curi Perhatian Masyarakat Jerman

Di Jerman, para hijabersnya selalu memperhatikan padu padan busana sehingga terlihat stylish




  
Nada Puspita | FOTO: Foto: Arin Yundira/Wolipop
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Fashion blogger Indah Nada Puspita termasuk salah satu wanita muda yang suka mengkreasikan busananya. Meski sering memadukan busana warna-warni namun gaya hijab wanita yang akrab disapa Nada itu tetap terlihat simpel dan stylish.

Gaya busana yang colorful rupanya mencuri perhatian masyarakat Jerman ketika ia pindah ke negara tersebut untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Wanita yang masih menjadi mahasiswa di Universitas Hannover, Jerman itu mengatakan bahwa penampilannya yang penuh warna dengan kreasi jilbab berbeda-beda memberikan pengaruh positif.

Beberapa masyarakat non-muslim di sekitarnya menyukai gaya hijab yang diterapkan olehnya. Diakui Nada, beberapa orang mengatakan bahwa gaya hijab wanita 22 tahun itu membuat penampilannya terlihat segar dan semakin cantik. Nada pun menceritakan salah satu kisahnya pertamakali bertemu dengan orang Jerman.

"Di Hannover banyak banget orang Turki biasanya mereka pakai bajunya warnanya gelap seperti hitam panjang, nah aku muncul dengan sisi yangg berbeda lebih colorful. Misalnya kayak waktu aku ketemu pemilik rumah sewa di Jerman, dia puji turban aku katanya 'bagus sekali, cantik,' aku bilang ini namanya turban, setiap ketemu entah aku pakai kerudung biasa pun dia bilang senang lihatnya," cerita Nada saat berbincang dengan Wolipop saat permotretan beberapa hari lalu di kantor Moshaict, Depok, Jawa Barat.

Ketika masuk kuliah, Nada juga tidak merasa berbeda dari lainnya walaupun ia merupakan satu-satunya mahasiswa yang berhijab di dalam kelas. Teman-teman kampusnya tidak ada yang mempermasalahkan penggunaan hijabnya. Mereka menganggap Nada sama seperti mahasiswi lain.

Menurut wanita yang sudah tinggal di Jerman selama kurang lebih dua tahun itu, perkembangan fashion hijab di negara tersebut semakin maju. Masyarakat tidak lagi memandang wanita berhijab dengan sebelah mata. Ia bercerita bahwa dulu teman-temannya mengatakan kalau hijab adalah hal yang menakutkan namun kini sudah tidak demikian.

Kini wanita berhijab di tempat umum sudah dianggap wajar. Bahkan terkadang ia merasa lebih nyaman berhijab di Jerman karena bisa bergaya sesuai dengan karakter personal masing-masing dan masyarakatnya sangat menghargai keragaman agama serta budaya.

"Aku terkadang lebih senang pakai jilbab di sana. Orangnya beragam ada Turki, India, kulit hitam, Asia, mereka saling menghargai keragaman, yang kita sebut hijab juga modelnya bermacam-macam. Yang aku senang kita saling menghargai pilihan kita dan keputusan satu sama lain untuk menentukan model hijab karena kita terbiasa dengan keragaman tersebut. Kadang kalau di jalan ketemu sama yang berhijab juga kita saling sapa walaupun nggak kenal," ujar wanita yang sedang mencoba terjun menjadi penyanyi dengan mengeluarkan single perdana berjudul 'No Me and You' itu.

Nada menambahkan, di kota tempat ia tinggal di Jerman, para hijabersnya selalu memperhatikan padu padan busana sehingga terlihat stylish. Meskipun tidak ada komunitas hijab tapi mereka tetap akrab satu sama lain karena merasa memiliki identitas yang sama.

Jerman memang bukan negara dengan penduduk mayoritas muslim. Akan tetapi, wanita yang sudah berhijab sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu tidak terlalu kesulitan untuk membeli busana atau scarf yang melengkapi penampilannya. Udara yang cenderung dingin dan berangin sepanjang tahun membuat banyak produsen lokal yang merilis scarf dengan berbagai jenis sehingga bisa dimanfaatkan untuk kerudung.

Walau demikian, Nada mengaku tetap lebih nyaman memakai scarf yang dibeli di Jakarta karena memiliki material lebih ringan dan mudah dikreasikan. Berbeda dengan scarf Jerman yang tebal.

"Kalau scarf jujur banyak yang jual karena mereka senang pakai scarf di leher, udaranya dingin terus di sana, tapi scarf sana terlalu lebar dan menggembung makanya aku lebih senang pakai kerudung yang dibawa dari sini (Indonesia)," tambahnya.

DETIK.COM


Silakan klik:
Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
 
Share this article :

Poskan Komentar