Kamis, 06 November 2014

Home » » Almuzzammil Ajak KIH dan KMP Main Sepak Bola Bareng Untuk Cairkan Situasi DPR

Almuzzammil Ajak KIH dan KMP Main Sepak Bola Bareng Untuk Cairkan Situasi DPR

Semangat hari Pahlawan mengajarkan kepada para politisi untuk berkontribusi bagi masyarakat dengan kerja-kerja nyata sebagai wakil rakyat


Silakan Klik: Usaha Apa Aja



Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Dalam menyambut Hari Pahlawan Nasional, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Almuzzammil Yusuf mengajak para Anggota DPR dari Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih untuk bertanding sepak bola persahabatan di Lapangan Bola DPR melawan para wartawan DPR.

"Untuk cairkan hubungan saya mengajak teman-teman KIH dan KMP untuk main bola bareng lawan wartawan di lapangan bola DPR Selasa, 11 November 2014 Jam 16.00-17.30. Saya akan kontak teman-teman di KMP dan Pak Akbar Faisal dari Nasdem akan kontak KIH. Teman-teman wartawan juga sudah ada yang bersedia. Kita tunggu kesediaan teman-teman yang lain," Terang politisi asal Lampung ini dalam keterangan persnya, 4/11/2014.

Politisi PKS yang rutin bermain sepak bola ini tidak menjamin diplomasi bola ini akan berhasil redakan perselisihan kedua kubu. Menurutnya, ini adalah ikhtiar supaya jangan rakyat disuguhi berita tegang tentang DPR.

”Syukur-syukur para pimpinan DPR, fraksi, dan bahkan pimpinan partai bisa bergabung dan menindaklanjuti diplomasi lapangan hijau ini,” harapnya

Dengan bermain bola, kata Muzzammil, diharapkan kedua pihak dapat saling memahami dan saling menerima posisi masing-masing pihak sesuai dengan aturan main yang ada.


“Panasnya dinamika politik, tidak boleh berimbas kepada hubungan antar personal sesama Anggota DPR,”  tuturnya.

Bagi Muzzammil, semangat hari Pahlawan mengajarkan kepada para politisi untuk berkontribusi bagi masyarakat dengan kerja-kerja nyata sebagai wakil rakyat.

Pekerjaan sudah menanti, masih kata Muzammil, kita harus jadi penyeimbang kerja pemerintah.

“Jika di dalam masih ada konflik maka bisa menghambat kerja DPR,” Ujarnya.

Jika cara ini berhasil, kata Muzzammil, lapangan bola bisa jadi tempat baru lobi dan negosiasi. “Murah meriah. Tidak perlu di lapangan golf. Mahal,” ujarnya.



Silakan klik: Buku: Fiqih Demokrasi

Share this article :

Poskan Komentar