Rabu, 08 Oktober 2014

Home » » Mari Persiapkan Diri Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan

Mari Persiapkan Diri Melaksanakan Shalat Gerhana Bulan

Sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya gerhana matahari dan gerhana bulan tidak terjadi karena kematian seseorg atau kelahiran seseorang. Namun keduanya adalah salah satu tanda kekuasaan Allah. Maka jika kalian melihatnya, hendaklah kalian mengerjakan shalat.” (HR Bukhari)


Silakan klik:  10 Produk Herbal Paling Dicari 

Mafaza-Online.Com | SYARIAH - In syaa Allah pada Rabu, 14 Dzulhijjah 1435 H - 8 Oktober 2014 M akan terjadi gerhana bulan total di sebagian besar wilayah Indonesia. Mari jangan lewatkan salah satu Sunnah Nabi Muhammad saw dengan melaksanakan Shalat Gerhana melihat fenomena ini.

Shalat gerhana adalah shalat yg dikerjakan dengan tata cara tertentu karena terjadinya gerhana matahari atau gerhana bulan. Sedangkan hukumnya didasarkan pada beberapa hadits shahih yakni sunnah muakkadah dan dilaksanakan secara berjama’ah.

Sabda Rasulullah saw, “Sesungguhnya gerhana matahari dan gerhana bulan tidak terjadi karena kematian seseorg atau kelahiran seseorang. Namun keduanya adalah salah satu tanda kekuasaan Allah. Maka jika kalian melihatnya, hendaklah kalian mengerjakan shalat.” (HR Bukhari)

Amalan-amalan sunnah saat melihat gerhana:
1. Memperbanyak dzikir, istighfar, takbir, sedekah, dan amal-amal kebajikan

Dalam hadits dari Aisyah ra tentang gerhana matahari, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya gerhana matahari dan gerhana bulan tidak terjadi karena kematian seorang manusia atau kelahiran seorang manusia. Maka jika kalian melihat gerhana, berdoalah kalian kepada Allah, bertakbirlah, shalatlah dan bersedekahlah!” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Asma’ binti Abu Bakar ra berkata, “Nabi saw memerintahkan untuk memerdekakan budak saat terjadi gerhana matahari.” (HR. Bukhari dan Abu Daud)

2. Berangkat ke masjid untuk melaksanakan shalat gerhana secara berjama’ah.

Dlm hadits dari Aisyah ra dia berkata, "Rasulullah saw pada suatu pagi menaiki kendaraannya, lalu terjadi gerhana matahari. Maka saya bersama kaum wanita keluar menuju masjid di antara kamar-kamar kami. Rasulullah saw datang dengan kendaraannya, lalu menuju tempat ia biasa shalat. Beliau berdiri utk shalat dan masyarakat shalat di belakang beliau.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Kaum wanita juga dianjurkan ikut shalat berjama’ah di masjid jika aman dari bahaya (godaan terhadap lawan jenis, dll). Dalilnya adalah hadits Asiyah ra di atas.

4. Mengumandangkan ‘ash-shalatu jami’ah‘ untuk memanggil jama’ah shalat berkumpul di masjid, namun shalat tidak didahului oleh adzan dan iqamat.

5. Khutbah setelah shalat gerhana.

ansharusyariah.com



Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah

Share this article :

Poskan Komentar