Sabtu, 25 Oktober 2014

Home » » Diluncurkan, Alat Deteksi Kandungan Babi dalam Makanan

Diluncurkan, Alat Deteksi Kandungan Babi dalam Makanan

Diciptakan oleh pengusaha asal Prancis


Silakan klik: Buku Fikih Jurnalistik
  
Ilustrasi alat yang digunakan untuk mendeteksi kandungan babi dalam makanan di Capital Biotech, 21 Oktober 2014. (REUTERS/Charles Platiau )
Mafaza-Online.Com | IPTEK -  Skandal daging kuda sempat menghebohkan negara-negara di Eropa dua tahun lalu. Ketika itu, ditemukan kandungan daging kuda pada makanan beku.

Peristiwa ini rupanya memunculkan ide di benak pria kelahiran Prancis, Jean-Francois Julien, dan pria kelahiran Aljazair, Abderrahmane Chaoui. Keduanya membuat perangkat portabel yang bisa mendeteksi kandungan babi dalam makanan.

Ketika itu, Julien memang telah mengembangkan uji coba bagi orang-orang yang menderita intoleransi makanan dan alergi serius terhadap makanan.

"Abderrahmane mengatakan kepada saya, 'kamu tahu, alergi makanan dan intoleransi makanan tentunya sangat menarik, tetapi kamu seharusnya mendiversifikasi dalam protein hewani," kata Julien seperti dilansir kantor berita Reuters.

"Saat itulah, kami mendapatkan ide untuk mengembangkan anti-bodi tertentu untuk DNA porcine."
Capital Biotech, perusahaan yang didirikan Julien dan Abderrahmane berpendapat bahwa tak ada alat uji lainnya yang bisa menganalisis isi dari produk makanan semudah dan semurah perangkat uji buatan mereka. Perangkat tes ini rencananya akan dijual secara online dengan harga 6,90 euro dan diklaim 99 persen akurat.

Perangkat yang dinamakan HalalTest ini terdiri dari tabung tes kecil, dimana sampel makanan dicampur dengan air hangat. Kemudian, sebuah setrip tes dimasukkan ke dalam air tersebut, dan hasilnya akan langsung terlihat dalam beberapa menit. Satu garis, artinya tidak ada kandungan babi. Dua garis artinya terdapat kandungan babi.

Tes yang menyerupai tes kehamilan ini tak hanya bisa mendeteksi kandungan babi dalam makanan, tetapi juga pada kosmetik dan obat-obatan.

Meski menggunakan nama HalalTest, Capital Biotech menyatakan bahwa tak ada alat uji yang bisa memastikan apakah makanan halal sepenuhnya. Sebab, dalam Islam terdapat metode khusus dalam hal penyembelihan hewan.

Lebih lanjut, Capital Biotech mengungkapkan bahwa mereka sudah menerima pre-order HalalTest sebanyak 10 ribu unit dalam kurun waktu 24 jam, setelah diluncurkan pada Rabu, 22 Oktober 2014 waktu setempat.

Sementara itu, umat Muslim di Prancis menyambut baik kehadiran HalalTest. "Dengan tes ini, kami bisa mengetahui apakah ada kandungan babi, atau tidak di dalamnya," kata salah seorang pekerja di supermarket yang menyediakan produk halal, Hal'City, Mohamed Hatmi.

Julien dan Abderrahmane yang juga meluncurkan perangkat uji alkohol telah mengembangkan beberapa alat tes lainnya yang mereka yakini akan menarik perhatian jutaan penderita intoleransi makanan.

Menurut salah seorang pendiri Capital Biotech, Thomas Nenninger, perangkat uji yang mereka kembangkan antara lain mampu mendeteksi protein dalam susu sapi dan mendeteksi kandungan gluten dalam makanan. (asp)

MAYA SOFIA | VIVALIFE

 

Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
Share this article :

Poskan Komentar