Rabu, 01 Oktober 2014

Home » » Blokade atas Palestina Harus Segera diakhiri

Blokade atas Palestina Harus Segera diakhiri

Laporan dari Pembukaan Konferensi Internasional Monitoring of the Palestinian Political and Legal Issue, in Light of Israel's Aggression on Gaza

    ~۞~ M-STORE Lengkapi Kebutuhan Anda ~۞~
Sylviani bersama Syaikh Isham Yusuf (Ketua Miles of Smile for Palestina)
Mafaza-Online.Com | TUNISIA - Presiden Tunisia DR. Mohamed Moncef Marzouki secara resmi membuka Konferensi Internasional Monitoring of the Palestinian Political and Legal Issue, in Light of Israel's Aggression on Gaza, Selasa (30/09/2014), di Tunisia. “Penyelenggara berharap seoptimal mungkin mengeluarkan resolusi atas agresi Israel terhadap rakyat Palestina,” demikian kata Sylviani Hamid sebagai satu-satunya delegasi Indonesia.

Sehari sebelum pembukaan konferensi, Selasa (29/09), beberapa delegasi di undang ke Istana Presiden Tunisia. Hal ini sebagai bentuk penghormatan atas tamu kenegaraan. Dalam pertemuan tersebut nampak hadir Syaikh Isham Yusuf (Ketua Miles of Smiles for Palestina), Mr. Ahmad Eltrek, L.LM (Lawyer dari UK), Mr. Khalid Al Yousef (UK) dan Sylviani Abdul Hamid (Sekjen PAHAM Indonesia). Para tamu undangan disambut oleh Mr. Anouar Gharbi, Penasihat Senior Presiden Tunisia.

“Dalam pertemuan tersebut masing-masing delegasi memaparkan terkait aktifitasnya masing-masing dalam perjuangan kemerdekaan Palestina,” kata Sylviani Abdul Hamid langsung dari Tunisia.

Sebagaimana diketahui, saat ini kondisi mulai memanas kembali. Presiden Palestina berbicara dihadapan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), bahwa agresi yang dilakukan Israel selama lebih dari 50 hari kemarin adalah bentuk Kejahatan Kemanusiaan yakni Genosida.

Tidak dimungkiri suhu politik baik di dalam maupun diluar Palestina saat ini sedang panas-panasnya. 


“Harapannya, konferensi dapat memberi solusi komprehensif baik dari sisi kemanusiaan, hukum maupun politik,” harap Sylviani.
Sylviani Abdul Hamid sebagai satu-satunya delegasi yang mewakili Indonesia menyampaikan ada beberapa tujuan diadakannya konferensi. Selain mendesak pemimpin Palestina untuk meratifikasi Statuta Roma tentang Pengadilan Pidana Internasional (International Criminal Court). Konferensi dapat menegaskan kembali, Israel bertanggung jawab atas agresinya.

Israel harus membangun kembali atas penghancuran tempat-tempat vital dan sarana maupun prasarana seperti jalan, rumah, rumah sakit dan sekolah. 


“Palestina menuntut ganti rugi atas tindakan yang dilakukan oleh Israel,” jelas Sylviani.

Konferensi, masih kata Sylviani, juga membicarakan pengakhiran blokade. Memang selama ini Israel melakukan blokade terhadap Palestina. Padahal tindakan ini bertentangan dengan hukum internasional. Pengakhiran blokade harus disertai dengan memberi kebebasan bantuan kepada masyarakat Palestina.

“Bahkan harus segera dibuatkan Pelabuhan dan Bandara untuk memudahkan dalam pemberian bantuan,” tegas Sylviani.



Silakan klik: Buku: Fiqih Demokrasi
Share this article :

Posting Komentar