Sabtu, 18 Oktober 2014

Home » » Badai Salju di Himalaya, Tiga WNI Hilang

Badai Salju di Himalaya, Tiga WNI Hilang

Bantuan juga datang dari tim penyelamat Rusia. Heli milik pemerintah Rusia membantu menyelamatkan para WNI itu




Para pendaki dievakuasi setelah terjangan badai di Himalaya. (DetikNews)
Mafaza-Online.Com | PECINTA ALAM - Tim pencari dan penyelamat saat ini masih melakukan pencarian korban di pegunungan Himalaya setelah badai dan longsoran salju menerjang pegunungan tersebut.

“Masih ada 3 orang lagi. Kami masih berusaha melakukan komunikasi. Kami belum tahu mereka ke arah mana. Karena ini rangkaian pegunungan cukup luas,” ujar Sekretaris I KBRI Dakha, Bangladesh, Didik J Zulhadji sebagaimana dikutip DetikNews, Jumat (17/10/2014).

Didik tidak dapat memastikan keberadaan ketiga WNI (warga negara Indonesia) di ketiga distrik tersebut. Pihak KBRI di Dakha menurut dia, masih terus berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Nepal dan pihak otoritas setempat.

Selain ketiga WNI tersebut, seorang WNI lagi menurut Didik, sebelumnya sempat dikabarkan hilang kontak. Namun semalam, WNI tersebut berhasil melakukan komunikasi dengan pihak keluarganya melalui facebook.

“Ada 1 orang lagi. Yang ini lain lagi, bukan yang termasuk 3 orang tadi. Sebelumnya dikhawatirkan karena enggak kontak-kontak. Tadi malam kami terima informasi 1 orang ini sudah komunikasi dengan keluarganya,” jelas Didik.

Antara Hidup dan Mati

Dalam serangan badai tersebut, keberadaan 10 WNI berada antara hidup dan mati. Badai dan longsor salju yang melanda sejumlah titik pendakian membuat 10 WNI ini berada antara hidup dan mati. Seluruh perlengkapan tenda kena amuk badai, mereka pun mesti menyelamatkan diri.

“24 Jam lebih tertahan badai salju di ketinggian 5.300 mdpl,” kata Nizar Suhendra, salah seorang WNI yang mendaki Himalaya.

Dilaporkan ada puluhan pendaki yang meninggal akibat peristiwa ini. Sedang Nizar dan rekan-rekannya berupaya menyelamatkan diri, berjuang turun menuju tempat yang aman.

“Kami memutuskan menembus badai salju selama 7-8 jam untuk turun ke 4.200 mdpl,” terang Nizar.

Dengan barang seadanya, dengan pakaian yang tersisa di badan, badai ditembus. Mereka berjuang menembus badai. Namun seorang WNI tergelincir saat turun dan terluka.

“Saat turun ke 4.200 dpl, Paido Panggabean tergelincir, sehingga perlu digendong,” imbuh Nizar.

Hingga akhirnya Tim SAR dari Nepal datang. Bantuan juga datang dari tim penyelamat Rusia. Heli milik pemerintah Rusia membantu menyelamatkan para WNI itu.

Tak lama, Konsul Kehormatan RI di Nepal juga memberikan bantuan. Para WNI ini dibawa ke rumah sakit terdekat dan diberikan perawatan atas luka-luka ringan.

“Semua sekarang sudah recovery di Pokhara,” tutup Nizar.

Cuaca berubah

Diketahui, pegunungan Himalaya merupakan rangkaian pegunungan tertinggi di dunia dengan 8 gunung tertinggi dari 14 gunung berada di wilayah Nepal. Ribuan pendaki berkunjung ke wilayah Annapurna setiap Oktober, ketika cuaca biasanya sangat bersahabat untuk aktivitas pendakian. Namun pekan ini, distrik Mustang dilanda hujan salju lebat sebagai dampak dari topan Hudhud, yang melanda pantai timur India sejak pekan lalu dan menewaskan lebih dari 20 orang.

Disebutkan total ada 168 orang yang mendaftar untuk mendaki di distrik Mustang, Annapurna pekan ini. Mereka mendaftar sebelum badai salju melanda pada Selasa (14/10). Sebagian besar merupakan pendaki dari luar Nepal.

Sejauh ini, ada 4 jasad warga Kanada, dua warga Israel, satu warga asal Pole (etnis Polandia), satu warga Vietnam, satu warga India, satu warga Jerman dan 11 warga Nepal yang ditemukan. Sedangkan sisanya masih belum diketahui asal negaranya. Tim pencari dan penyelamat masih melakukan pencarian terhadap para korban.



Hanya dengan Rp 50.000 Anda sudah ikut berdakwah
Share this article :

Poskan Komentar