Minggu, 07 September 2014

Home » » Surat Relawan di Tim Transisi ke Jokowi Bocor

Surat Relawan di Tim Transisi ke Jokowi Bocor

Kepala Staf Kantor Transisi Jokowi-JK, Rini Soemarno (ketiga kanan) didampingi Deputi Kepala Staf, yaitu Anies Baswedan (ketiga kiri), Hasto Kristiyanto (kedua kanan), Andi Widjajanto (kiri), Akbar Faisal (kanan), dan Eko Putro Sandjojo (kedua kiri) berjalan bersama sebelum bertemu dengan Wapres Boediono di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Selasa (2/9/2014). Tim Transisi menemui Boediono untuk meminta masukan khususnya di bidang ekonomi | (FOTO: ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo) 


  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA -  Surat para relawan yang tergabung dalam Kelompok Kerja Tim Transisi Jokowi-JK kepada Joko Widodo selaku presiden terpilih bocor ke publik. Surat yang intinya melaporkan perkembangan relawan di Tim Transisi itu juga berisi tidak jalannya pokja yang berada di bawah tanggung jawab beberapa deputi.

Tercatat sebagai nomor surat ISTIMEWA, surat relawan bertanggal 5 September 2014 yang ditujukan kepada Ir. Joko Widodo Presiden RI 2014-2019 berisi laporan perkembangan terkahir para relawan Jokowi-JK di Tim Transisi Jokowi-JK.

Mereka berasal dari 15 organisasi relawan. Surat itu ditandatangani oleh delapan relawan. Mereka ialah Reinhard Parapat (KIB), Joko (Duta Jokowi), Roni (Kornas Jokowi), Alpha (EP For Jokowi) Sihol Manulang (Bara JP)Noel (Jokowi Mania), Erwin Usman (Pospera), Pitono (RPJB), Ririn (Seknas), Budi Arie (Projo), Panel (PIR), Hendrik (Almisbat), Ferdi Hasan (Pospera), dan Marthin (Alumni PT).

"Kami berterimakasih atas kepercayaan Bapak kepada kami (para relawan) untuk tidak membubarkan diri dan meminta agar mengawal dan juga mengawasi program-program Jokowi-JK yang pro rakyat kedepan, khususnya penugasan kami untuk terlibat di Kantor Transisi secara aktif," demikian bunyi butir pertama surat itu.

Selanjutnya mereka memberitahukan bahwa sejak 4 Agustus 2014 atau saat diminta memperkuat Kantor Transisi, penerimaan atas kehadiran mereka baru terealisasi pada 27 Agustus 2014. Saat itu terjadi pertemuan antara Para Relawan dengan Rini Sumarno, yang didampingi para deputi, yakni Andi Widjajanto, Anis Baswedan, Hasto Kristyanto dan Akbar Faisal, Mereka, tulis para relawan, sepakat untuk menerima ke-88 relawan bergabung ke dalam 21 Kelompok Kerja (Pokja) di Tim Transisi Jokow-Jk.

Dari informasi para relawan yang dilibatkan secara aktif, ada beberapa pokja yang berjalan dengan baik. Pokja yang berjalan dengan baik itu berada di bawah Deputi Hasto Kristianto dan Deputi Anis Baswedan. Pokja-pokja itu ialah APBN, Pertanian, Kesehatan, Pendidikan, Penanggulangan Kemiskinan, Energi, Pengembangan Pedesaan, Politik Legislasi, Industri Kreatif, Lembaga Kepresidenan, dan Nelayan.

"Sedangkan para relawan yang berada dalam pokja di bawah Deputi Andi Widjajanto dan Akbar Faisal, sampai surat ini disampaikan kepada Bapak, tidak pernah dilibatkan maupun diundang dalam pertemuan," tulis mereka.

Pokja yang berada di bawah tanggung jawab Andi dan Akbar itu ialah Infrastruktur, Inovasi Kabupaten/Kota, Pertahanan, Hubungan Luar Negeri, Perencanaan Perundanga-Undangan, Perumahan Rakyat, Transportasi Publik, dan Reformasi Birokrasi.

Khusus hal yang terkait isu Hukum dan HAM yang diusulkan untuk dijadikan Pokja tersendiri, hingga para relawan ditempatkan belum juga mendapat kepastiaan dan kejelasan. Para relawan yang diusulkan ialah Ifdhal Kasim, Fredi Alex D, Dorma H. Sinaga, dan Margiyono.

"Kita sudah menginformasi baik secara pesan tertulis (elektronik) maupun lisan, hingga 4 September 2014 belum juga mendapatkan tanggapan. Padahal waktu yang dimiliki sangatlah terbatas, di mana Pokja-Pokja harus sudah selesai pada tanggal 15 September 2014 ini," tulis mereka lagi.
Oleh sebab itu mereka menyampaikan untuk melaporkan semua perkembangan konsep dan gagasan yang dibuat Tim Pokja Relawan secara terpisah saja. Sikap itu mereka ambil apabila ternyata hasil kerja dan pemikiran mereka tidak diakomodasi dalam konsep yang dibuat “Kantor Transisi” "Demikian surat laporan perkembangan Pokja Relawan ini disampaikan untuk kepentingan Rakyat dan juga memastikan visi dan misi program-program Pemerintahan Jokowi-JK kedepan sudah sesuai dengan apa yang dikampanyekan Bapak dalam Pilpres 2014 lalu, dan atas perhatian dan arahannya diucapkan terimkasih," demikian kata mereka menutup surat itu.

WILLY PRAMUDYA | TRIBUNNEWS.COM



 

Share this article :

Poskan Komentar