Kamis, 04 September 2014

Home » » Plus Minus Golkar Menjadi Oposisi

Plus Minus Golkar Menjadi Oposisi

Jika Golkar menjadi oposisi maka partai beringin ini membuat tradisi baru


  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Menjadi bagian dari koalisi merah putih, tidak membuat Partai Golkar menjadi oposisi dalam pemerintahan. Sebab, selama ini partai besutan Ical tersebut selalu dekat dengan pemerintahan.

"Jika masuk ke pemerintahan, maka Golkar maksimal mendapat 2 kursi menteri. Sisi positifnya, Golkar dapat mempengaruhi kebijakan dan sebagai sumber daya partai," terang peneliti dari Sinergi Data Indonesia (SDI) Barkah Pattimahu, saat memaparkan hasil surveinya di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/9/2014).

Sementara itu, dari sisi negatifnya, Golkar hanya jadi pelengkap, dan sangat sulit untuk mengkritisi serta mengawasi pemerintahan.
"Bila di dalam pemerintahan, Golkar tidak mengikuti aspirasi mayoritas DPD dan tidak bisa memberi efek elektoral partai yang meningkat,"terangnya.
 
Karena itu, jika Golkar menjadi oposisi maka partai beringin ini membuat tradisi baru.

"Mayoritas pemegang suara sah di Golkar ingin menjadi partai penyeimbang. Sedangkan 29,50 persen ingin Golkar masuk pemerintahan, sementara di luar pemerintahan 55,90 persen dan tidak tahu 14,70 persen," tuntasnya.

Dalam melakukan survei, Sinergi Data Indonesia (SDI) memakai metode proportionate stratified random sampling. Dengan jumlah responden 156 orang yang berasal dari ketua dan sekretaris DPD Golkar se- Indonesia. Survei dilakukan pada 19-29 Agustus 2014, dengan Margin of error 6,8 persen.

OKEZONE



Silakan klik: 
 

Share this article :

Poskan Komentar