Kamis, 25 September 2014

Home » » Mengapa Nabi saw Melarang Meniup Air Panas ?

Mengapa Nabi saw Melarang Meniup Air Panas ?





Mafaza-Online.Com | KESEHATAN - Ajaran Islam sungguh sempurna dan menyempurnakan. Apa yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad saw, kalau kita laksanakan, tak hanya berbuah kebahagiaan kejayaan pun akan kita dapatkan. Terkadang kita baru mengetahui hikmah yang terkandung didalamnya setelah jarak waktu melampaui abad.

Seperti ajaran Nabi saw yang melarang meniup air panas ketika akan meminumnya. Awalnya kita tidak tahu, mengapa Nabi saw sampai melarangnya. Seperti, hadits Abu Sa'id Al-Khudri Radliyallah 'Anhu, Bahwa Nabi melarang untuk meniup di dalam air minum. (HR. At-Tirmidzi no. 1887 dan beliau mensahihkannya)

Benar, Nabi saw memang melarang sahabatnya meniup air panas yang akan diminum. Beliau saw memang tidak menerangkan tetapi melarang keras hal tersebut. Hikmahnya justru kita dapatkan setelah ilmu pengetahuan berkembang maju. Ternyata dalam penelitian sains, air panas (H2O) yang bertemu dengan karbondioksida (CO2) yang dihembuskan oleh mulut, akan menghasilkan persenyawaan H2CO3 (asam karbonat).

Hadist Ibnu Abbas menuturkan, "Bahwasanya Nabi s.a.w melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya." (HR. At Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Terbukti lewat penelitian ilmiah, bahwa secara kimia nafas manusia mengeluarkan CO2 & gas ini dapat larut ke dalam makanan menghasilkan asam karbonat (catatan di teks H2CO3 ditulis sebagai asam cuka.

Teori kimia mengungkapan, apabila menghembuskan nafas pada minuman, kita akan mengeluarkan C02 yaitu karbondioksida, yang apabila bercampur dengan air (H20), akan menjadi H2C03, yaitu sama dengan cuka. Maka ini menyebabkan minuman itu menjadi acidic.

Apa bahayanya? Ternyata, jika asam karbonat itu masuk dalam tubuh manusia, maka dapat menyebabkan penyakit jantung. Selain itu jika H2O ditambah dengan CO2 maka akan menjadi H2CO3 dampaknya akan merusak gigi atau mengeroposkan gigi

Rasulullah saw juga menyuruh kita ketika minum seteguk demi seteguk, jangan langsung satu gelas. Atau jangan sambil bernafas di dalam gelas, hal ini juga dilarang. Ternyata, ketika minum langsung banyak, maka ada kemungkinan kita akan bernafas di dalam gelas. Tindakan seperti ini  akan menyebabkan reaksi kimia seperti di atas.

Alasan yang masuk logika adalah pada saat manusia mengeluarkan udara hasil pernafasan serta mengeluarkan udara saat meniup, maka pasti mengeluarkan uap air dan berbagai partikel yang ada dari dalam rongga mulut. Contoh paling gampang adalah nafas atau bau mulut juga sering tercium. Bau mulut ini menunjukkan ada partikel yang juga dikeluar dari mulut. Partikel ini dapat berasal dari sisa makanan yang tertinggal dicelah-celah gigi. Selain itu ada juga yang berupa mikroorganisme yang berbahaya. Bakteri yang bersifat sebagai pathogen. Bakteri inilah yang harus dihindari supaya jangan terbawa kedalam tubuh. Karena partikel itu dapat terbawa dan meracuni makanan yang ditiup.

Subhanallah... rupanya itu rahasianya. Begitu indahnya syariat Islam. Apapun yang dilarang adalah tanda cinta Allah SWT untuk manusia. Ada maksud yang mesti kita ketahui betapa sayangnya Allah SWT kepada makhluk-Nya. Semoga Allah SWT merahmati kita semua dengan kesabaran iman dan takwa kepada-Nya. Aamiin



Silakan klik: Buku: Fiqih Demokrasi



Share this article :

Poskan Komentar