Senin, 22 September 2014

Home » » Mahasiswa Trisakti: Buka Mata, Satukan Hati untuk Palestina

Mahasiswa Trisakti: Buka Mata, Satukan Hati untuk Palestina

Mahasiswa Trisakti akan menggelar Seminar Nasional Palestina


  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Kejahatan Genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina mengundang kepedulian dari berbagai negara. Kepedulian itu tak memandang latar belakang, sosial, agama atau profesi. Kejahatan Genosida yang dilakukan Israel jadi musuh bersama yang harus dihentikan. Israel harus diberi sanksi hukum yang setimpal.

Aktifis kemanusiaan melakukan berbagai macam cara untuk dapat membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina salah satunya adalah Mahasiswa Trisakti. Menurut Penyelenggara Seminar, Edward Febrianto Hussein, rencananya mereka akan mengelar Seminar Nasional dengan tema "Buka Mata, Satukan Hati untuk Palestina". Acara ini akan dilangsungkan pada Rabu (08/10/2014) di Kampus TRISAKTI. Seminar akan mengundang nara sumber yang kompeten dalam isu Palestina baik dari Unsur Akademisi, Pemerintah, Legislatif dan Aktifis HAM.

“Seminar ini akan menjadi awal dari gerakan mahasiswa peduli terhadap permasalahan kemanusiaan Palestina,” ujar Edward.
Edward dan kawan-kawannya berharap acara ini bisa mendorong Pemerintah Indonesia agar lebih jauh terlibat dalam menciptakan perdamaian dunia. 
“Pemerintah harus mendorong Resolusi PBB terhadap kejahatan kemanusiaan Isarael terhadap rakyat Palestina,” tegas Edward.

Untuk kampanye kemanusiaan ini Mahasiswa Trisakti juga bertandang ke Sekretariat Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (PAHAM) Indonesia dalam rangka diskusi "How to bring Israel to Justice through ICC Mechanism" pada Jumat (19/9) kemarin. Dalam kesempatan itu, Edward menyatakan  menyatakan Kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina sudah seharusnya disikapi tidak hanya dalam bantuan kemanusiaan saja. Namun, harus ada kebersamaan untuk melakukan penghukuman terhadap Israel dalam bentuk Boikot terhadap produk-produk yang berasal dari Israel.

“Disamping itu harus ada hukuman fisik terhadap para pemimpin Israel agar mempertanggung-jawabkan perbuatan mereka,” kata Edward. 

Heri Aryanto, Direktur Hak Asasi Manusia PAHAM Indonesia yang turut hadir dalam diskusi menyampaikan, kejahatan yang dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina tidak bisa ditoleransi dengan berbagai macam dalil apapun. Tidak sedikit masyarakat Gaza yang menjadi korban. Keberlanjutan gencatan senjata atau perdamaian sekalipun bukan akhir dari penyelesaian kejahatan kemanusiaan.

“Tapi, ini merupakan pintu awal menju International Criminal Court (ICC) para penjahat kemanusiaan,” Tegas Heri.




Share this article :

Poskan Komentar