Rabu, 17 September 2014

Home » » AS dan Saudi Tekan Qatar Usir IM

AS dan Saudi Tekan Qatar Usir IM

Sejumlah besar pemimpin, anggota dan simpatisan Ikhwanul Muslimin telah meninggalkan Mesir menuju Qatar setelah penggulingan presiden terpilih Muhammad Mursi oleh militer tahun lalu



Mafaza-Online.Com | MESIR - Arab Saudi bersama AS dikabarkan berkomplot untuk menekan Qatar agar mengusir aktivis Ikhwanul Muslimin di negara kecil yang kaya itu. Sumber diplomatik Mesir mengungkap adanya tekanan Saudi dan Amerika atas tindakan Qatar baru-baru ini yang akan mendeportasi tujuh tokoh Ikhwanul Muslimin dari negara itu.

“Tekanan Saudi dan AS berada di balik keputusan Qatar,” kata sumber diplomatik itu kepada Anadolu Agency.

Sumber tersebut mengatakan bahwa diplomat dari Arab Saudi dan beberapa negara Teluk telah mengadakan pembicaraan dengan rekan-rekan Qatar untuk mendesak mereka agar mengambil sikap “serius” terhadap beberapa pemimpin Ikhwanul Muslimin.

Menurut sumber itu, pemerintah AS juga memberikan tekanan bertubi-tubi kepada pemerintah Qatar untuk bertindak tegas terhadap Ikhwanul Muslimin.

Sumber dari gerakan Ikhwanul Muslimin mengatakan kepada Anadolu Agency pada Kamis (11/9/2014) bahwa Qatar telah meminta tujuh pemimpin kelompok itu untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu seminggu.

Menurut sumber tersebut, tokoh-tokoh yang diminta untuk meninggalkan Qatar antara lain Mahmud Hussein, Amr Darraj, Hamza Zoubaa, Wagdi Ghoneim, Gamal Abdul-Sattar, Essam Telima dan Ashraf Badr.

“Kami berterima kasih atas dukungan Qatar kepada rakyat Mesir dalam revolusi melawan kudeta dan kami mengerti betul keadaan yang dialami oleh negara itu,” kata Amr Darraj, salah seorang tokoh Ikhwan.

“Kami menemukan rasa hormat dan cinta di Qatar. Para pemimpin partai (Ikhwanul Muslimin) sepakat untuk meninggalkan (Qatar)… kami tekankan bahwa kami akan terus bekerja untuk menyelesaikan revolusi Mesir,” tegasnya.

Sementara tokoh Ikhwan lainnya, Wagdi Ghoneim menegaskan bahwa ia akan meninggalkan Qatar. Dalam video yang disiarkan di YouTube, ia mengatakan,  


“Saya memutuskan untuk meninggalkan Qatar tercinta agar tidak menimbulkan rasa malu atau masalah.”

Dia mengucapkan terima kasih kepada Qatar dan Emirnya, dan dia tidak mengatakan ke mana ia akan pergi.

Pemerintah Qatar belum mengonfirmasi laporan tersebut.

Sejumlah besar pemimpin, anggota dan simpatisan Ikhwanul Muslimin telah meninggalkan Mesir menuju Qatar setelah penggulingan presiden terpilih Muhammad Mursi oleh militer tahun lalu.

Menteri Dalam Negeri Mesir Muhammad Ibrahim, pada Ahad (14/9) mengatakan bahwa ia berharap Qatar akan meminta lebih banyak lagi para tokoh Ikhwanul Muslimin dan afiliasinya untuk meninggalkan Qatar.

“Saya percaya Qatar akan meminta lebih dari hanya tujuh ‘buronan’ Ikhwanul Muslimin untuk pergi,” kata Ibrahim dalam konferensi pers. “Koordinasi sedang berlangsung dengan Interpol untuk mengejar orang-orang yang paling dicari oleh otoritas peradilan Mesir,” ujarnya.

ARRAHMAH.COM




Silakan klik: 


Share this article :

Poskan Komentar