Jumat, 12 September 2014

Home » » 44 % Perempuan Nikah Dini Alami KDRT

44 % Perempuan Nikah Dini Alami KDRT

Perempuan lebih berisiko menghadapi kekerasan dalam berbagai bentuk, baik di rumah, sekolah, atau lingkungan yang lebih luas


  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Di seluruh dunia, masih banyak perempuan yang mengalami diskriminasi karena persoalan gender dan usia. Dibandingkan anak laki-laki, anak perempuan cenderung kurang mendapat akses di berbagai bidang, terutama bidang  pendidikan dan sumberdaya ekonomi.

Selain itu, perempuan juga lebih berisiko menghadapi kekerasan dalam berbagai bentuk, baik di rumah, sekolah, atau lingkungan yang lebih luas.

“Hasil riset Plan di Indonesia tahun 2011 menyebutkan bahwa 44 persen anak perempuan yang menikah dini mengalami KDRT, dengan tingkat frekuensi tinggi. Sisanya, 56 persen anak perempuan mengalami KDRTdalam frekuensi rendah. Temuan itu juga menyebutkan bahwa 33,5 persen anak usia 13-18 tahun pernah menikah, dan rata-rata mereka menikah di usia 15,16 tahun,” ujar Irsyad Hadi, Comunication Specialist Plan Indonesia, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Dengan pengalaman bekerja bersama 1,5 juta anak dan keluarga di 52 negara di dunia, Plan menyimpulkan anak-anak perempuan belum diperlakukan setara dengan anak laki-laki. Padahal anak perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi bagi keluarga, masyarakat dan bahkan negara.

Guna memperkuat upaya perlindungan dan persamaan hak bagi anak perempuan ini, Departemen Komunikasi Plan Indonesia memanfaatkan momentum hari anak perempuan internasional yang diperingati setiap tanggal 11 Oktober, dengan menyelenggarakan kegiatan Kompetisi film bertema “Memberdayakan Remaja Perempuan: memutus lingkar kekerasan.”

Festival film ini, kata Irsyad, bertujuan untuk menyebarkan kampanye pemberdayaan anak perempuan melalui medium film baik dalam bentuk animasi, kumpulan foto, ataupun dokumenter, dengan melibatkan masyarakat umum, termasuk kalangan pelajar dan mahasiswa.

Peserta lomba para remaja usia 15-25 tahun, baik pelajar, mahasiswa atau pun umum. Pengumpulan film mulai 7 September-Oktober 2014, 

“Informasi lebih lengkap bisa kunjungan website plan Indonesia, facebook plan, twitter, dan lain-lain,” jelas Irsyad Hadi.
Pada puncak kegiatan, Plan Indonesia akan  memberikan penghargaan kepada para pemenang dari kategori pelajar dan umum dan penghargaan khusus kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, atas dukunganya pada kampanye BIAAG di Indonesia sejak 2012. Penghargaan itu akan diberikan secara terbuka di hadapan publik pada movie screening di Jakarta, 11 Oktober 2014.

OKEZONE



Silakan klik: 
 

Share this article :

Posting Komentar