Kamis, 17 Juli 2014

Home » » Tras Rustamaji: LSI dan SMRC Manipulasi Quick Count

Tras Rustamaji: LSI dan SMRC Manipulasi Quick Count

Kejanggalan pada hitung cepat SRMC-LSI jelas-jelas menyalahi kaidah dalam ilmu statistik


 
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Kepala Sekolah Madrasah Techno Natura, Tras Rustamaji, menilai ada keanehan dari hasil quick count (QC) atau hitung cepat Pemilihan Presiden 2014 yang dilakukan dua lembaga survei: Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia.

"Hitung cepat SMRC dan LSI pada pukul 11.30 - 13.05 WIB masih wajar. Posisi Prabowo-Hatta 52,94 persen dan Jokowi-JK 47,06 persen. Dengan data masuk 13,78 persen," ucap Rustamaji di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (16/7/2014).

Rustamaji menilai hal itu masih wajar. Prabowo unggul sekitar 53 persen : 47 persen. Tapi tiba-tiba pukul 13.19 WIB terjadi hasil berbalik 180 derajat.


"Seperti data hasil sulap, posisinya terbalik menjadi keunggulan Jokowi-JK 52,7 persen atau naik pesat sebesar 5,64 persen. Dan Prabowo-Hatta 47,3 persen atau turun drastis 5,64 persen. Padahal data baru yang masuk hanya bertambah 3,87 persen," ungkap Rustamaji.

Menurut Rustamaji, secara matematis, hal tersebut bisa saja terjadi tapi secara praktik hal itu tidak mungkin terjadi.

Pasalnya, untuk menghasilkan perubahan drastis tersebut, dari 156 data TPS yang baru masuk dalam 14 menit tersebut mengharuskan rata-rata per TPS minimal 73 persen suara untuk Jokowi.

"Hal tersebut sangat tidak mungkin didapatkan kalau pemasukan data dilakukan secara random. Kejanggalan pada hitung cepat SRMC-LSI jelas-jelas menyalahi kaidah dalam ilmu statistik. Jadi memang telah terjadi manipulasi hasil hitung cepat oleh SMRC-LSI," tambahnya.

TRIBUNNEWS.COM



Silakan klik:  
SIGAP: Solidaritas Gaza Aqsha Palestina
Share this article :

Poskan Komentar