Minggu, 06 Juli 2014

Home » » Debat Capres atau Capres Tontonan

Debat Capres atau Capres Tontonan

Sedikit orang saja yang paham benar bahwa banyak angka-angka yang dikemukakan oleh kedua pasangan capres tadi


 
Mafaza-Online.Com | FORUM- Debat Capres dan Cawapres malam ini (5 Juli 2014) sebenarnya tak akan merubah apapun pilihan semula dari para pemilih di pedesaan, para petani, santri, nelayan, buruh harian lepas, tukang becak, tukang ojek, yang merupakan 75% populasi pemilih pada Pilpres 9 Juli 2014 nanti. Bagi mereka, terlalu sulit memhami isi debat.

Mana paham, mereka dengan istilah konservasi, sustainable development, green city, krisis ekologi, krisis energi, renewable energy, ketahanan pangan, kemandirian pangan, kedaulatan pangan, energi fossil, subsidi BBM, defisit anggaran, konversi energi, renegosiasi kontrak, deforestasi, REDD, dst.

Jargon-jargon itu semua hanya dipahami oleh kaum terdidik. Itu pun tak semua kaum terdidik juga paham dengan terminologi yang sangat khas tersebut. Artinya, banyak kalangan kelas menengah yang (mengikuti debat) yang juga tak paham benar makna dan kedalaman diskursus terkait isu-isu tersebut. Bahkan hanya, sedikit orang saja yang paham benar bahwa banyak angka-angka yang dikemukakan oleh kedua pasangan capres tadi yang sebenarnya banyak yang salah. Setidaknya salah asumsi.

Bagi rakyat kecil atau kalangan menengah ke bawah, yang penting figur. Sekali mereka telah jatuh hati pada figur Capres atau Cawapres tertentu, maka figur itulah yang akan memandunya untuk memilih dan mencoblos saat Pilpres nanti.

Artinya, debat tadi hanya hiburan semata dalam demokrasi liberal (di atas masyarakat pemilih yang masih berpendidikan rendah) dan berada di lapisan sosial bawah, serta berada di daerah pedesaan.

Pun, juga debat Capres-Cawapres tadi tak akan banyak mengubah pilihan kaum kelas menengah-atas. Pemilih yang jumlahnya sedikit saja itu (sekitar 40 juta orang saja) sudah menetapkan pilihan secara rasional jauh hari sebelumnya. Sementara 120 jutaan pemilih sisanya dari kelas bawah dalam sistem sosial kita akan mengandalkan figur, ikatan primordialitas, dan ikatan emosional, sebagai tolok ukur untuk memilih.

Kita ucapkan terima kasih kepada para Capres dan Cawapres yang sudah mau bersusah payah berdebat (dengan isu-isu yang kadang diluar kompetensi mereka). Salamat beristirahat dan selamat menjelang Pilpres 9 Juli 2014.

Salam hangat
Arya Hadi Dharmwan
Sosiologi Pedesaan IPB




Silakan klik: 
 

Share this article :

Poskan Komentar