Minggu, 29 Juni 2014

Home » » PKB Perjuangkan Agama yang Tidak Radikal

PKB Perjuangkan Agama yang Tidak Radikal

Ir Abdul Kadir Karding

Ketua PKB, Timses Jokowi JK 


PKB Perjuangkan Agama yang Tidak Radikal


  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA - PKB memperjuangkan ajaran agama yang moderat yang bisa mengakomodasi globalisasi, kearifan lokal

Sebagai Timses Jokowi-JK apa Harapan Anda?

Kami mohon doa restu dari segenap rakyat Indonesia, kalau ingin perubahan menuju masyarakat yang bermartabat, berkualitas dan sejahtera pilih Jokowi. Beliau merepresentasi: Indonesia, Jawa - luar jawa, integritas, pengalaman dan track record, sekaligus kesederhanaan.

Rhoma dan Mahfud MD membelot dari PKB?

Rhoma berjasa tapi bukan satu-satunya faktor di PKB. Pak Mahfud juga begitu, ada pengaruhnya, tapi bisa ditutup dengan kehadiran Bu Khofifah dan konsolidasi massif.

Lalu apa deal PKB dengan PDIP?

Pertama, jangan kita kapling Negara ini menjadi negara partai. Kedua, PKB membangun platform, agenda politik bersama. Salah satu yang menjadi usulan PKB ke Jokowi, maritim harus dikembangkan, Reformasi birokrasi dan Pendidikan.

Jatah menteri?

O, kita tidak ada itu, makanya di PKB biasa-biasa saja.

Apa yang akan PKB perjuangkan dalam koalisi Jokowi-JK ini?

Di MOU itu yang akan PKB perjuangkan, mendorong pengamalan agama yang tidak terlalu radikal, PKB memperjuangkan ajaran agama yang moderat yang bisa mengakomodasi globalisasi, kearifan lokal. Di Indonesia saat ini ada kelompok kanan yang sangat fanatik. Itu menjadi ancaman yang harus kita selesaikan dengan bijak. Agar terjaga kesatuan NKRI.

Kedua, di NU sendiri PKB mendorong agar ada perhatian terhadap pendidikan. Madrasah dan Pesantren, tidak pernah mendapat perhatian yang sungguh-sungguh bahkan dianaktirikan oleh pemerintah. Jadi perlu adanya UU untuk pendidikan yang dikelola sendiri oleh masyarakat.

Kabarnya kubu Jokowi dekat dengan Islam liberal?

Itu tidak benar, PKB itu bukan Islam liberal aslinya Islam NU, aswaja rahmatan lil alamin. Disitulah peran PKB kedepan. Makanya PKB meminta untuk terkait kebijakan keagamaan kedepan, itu menjadi wilayah dan domain PKB.

Bagaimana dengan masuknya Jalaluddin Rakhmat sebagai tokoh Syiah?
Itu PDIP, itu tidak serta-merta otomatis, Anda boleh lihat di visi misi, cara beragama Pak Jokowi dan JK sendiri bisa Anda cek.

Di PDIP, kan banyak yang beraliran kekiri-kirian?

Ini era 55 terulang, karena Pak Prabowo itu bapaknya seorang PSI. Hatta Kaban, PKS itu kita kelompokkan dalam Masyumi, jadi saat ini, Neo – Masyumi PSI disatu sisi, melawan NU-Marhaen.     

Eman Mulyatman/Sabiliku Bangkit



Silakan klik: 



           



Share this article :

Posting Komentar