Kamis, 01 Mei 2014

Home » » Kangen Ibu, Bocah Kakak Adik Bersepeda Pemalang-Jakarta

Kangen Ibu, Bocah Kakak Adik Bersepeda Pemalang-Jakarta

Mereka nekat berangkat ke Jakarta lantaran mereka rindu dengan kehangatan kasih sayang ibu yang sudah lama bekerja di Jakarta



  

Bocah naik sepeda susul ibu ke Jakarta
(FOTO: Merdeka.com)
Mafaza-Online.Com | BACKPACKER - Kasih sayang dan kerinduan seorang anak terhadap ibunya memang suatu hal yang dapat mengalahkan segalanya. Hal inilah yang dapat membuat dua bocah ingusan Supandi (11) dan adiknya Firmansyah (9), nekat menemui Ibunya yang mencari nafkah di Jakarta hanya berbekal sebuah sepeda BMX kecil.

Mereka nekat berangkat ke Jakarta lantaran mereka rindu dengan kehangatan kasih sayang ibu yang seharusnya berada di samping dan mengawasinya. Supandi yang merasakan kerinduan semakin mendalam dengan ibunya pun akhirnya mengajak adiknya Firmansyah untuk berboncengan naik sepeda menuju Jakarta.

Di tengah perjalanan menuju Jakarta yang memiliki jarak tempuh ratusan kilometer 2 anak pasangan Lastri dan Ujang ini ditemukan seorang pria warga Kota Tegal saat beristirahat di tepi Jalan Kolonel Sugiono, Selasa (29/4) petang. Raut wajahnya sangat pucat, lusuh dan tanpa mengenakan alas kaki.

Dua bocah warga Desa Suru, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah bernama Supandi (11) dan adiknya Firmansyah (9) yang ditemukan kelelahan dalam perjalanan menemui ibunya selama ini hidup bersama sang kakek Wage dan neneknya Warnil.

Keduanya mengaku sangat rindu kepada ibunya, karena sudah ditinggal pergi mencari nafkah di Ibu Kota. Keduanya juga mengatakan sangat merindukan sosok ibu yang senantiasa memberikan perhatian dan kasih sayang kepadanya.

Alasan dua bocah pergi dari rumah karena rindu dengan ibunya. Supandi (11) sempat berselisih dengan kakak tertuanya, Daryati (13), sebab, Pandi sempat membuat adik sulungnya, Dimas Aji Saputra (4) menangis.

"Saya nggak boleh masuk ke rumah, gara-gara adik menangis. Saya dimarahi dan dituduh jahil kepada Dimas," ucap Supandi.

Perbuatan tersebut sontak membuatnya sedih dan langsung mengingat sosok Ibu yang selalu memberikan perlindungan. Sekilas, dia akhirnya meniatkan diri untuk pergi menemui Ibunya di Jakarta dan mengajak salah satu adiknya Firmansyah (9) untuk menemaninya ke Jakarta.

Keduanya lalu berboncengan menggunakan sepeda BMX kecil menuju Jakarta. Keduanya hanya menyusuri jalan besar yang dilalui bus tujuan Jakarta.

Supandi (11) dan adiknya Firmansyah (9) berangkat dari rumah di Desa Suru, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Senin (28/4) pukul 11.00 WIB sepulang sekolah. Keduanya mengaku sangat rindu kepada ibunya, karena sudah ditinggal pergi mencari nafkah.

Dalam perjalanan Supandi dan Firmansyah tepatnya di Kota Tegal mereka sudah kehabisan tenaga dan kelaparan. Keduanya lalu beristirahat di tepi Jalan Kolonel Sugiono, Selasa (29/4) petang.

Tanpa uang dan bekal, keduanya pun kelaparan. Namun apa daya, kedua bocah itu hanya bisa merintih di pinggir jalan.

Supandi (11) dan adiknya Firmansyah (9) yang kelaparan dan kelelahan akhirnya ditemukan oleh seorang pria warga Kota Tegal. Keduanya ditemukan saat beristirahat di tepi Jalan Kolonel Sugiono, Selasa (29/4) petang.

Saat ditemukan, raut wajah dua bocah ini sangat pucat, lusuh dan tanpa menggunakan alas kaki. Saat ditanya, keduanya mengaku kelelahan dan tidak memiliki bekal apapun untuk pergi ke Jakarta.

"Raut wajahnya sangat pucat, lusuh dan tanpa mengenakan alas kaki," ujar pria tukang gas yang menemukan keduanya.

Pria itu sangat terkejut saat mendengar cerita dua bocah ini, hingga akhirnya mengajak Supandi dan Firmansyah untuk makan di sebuah warung tenda dekat dengan Kantor Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tegal. Dengan lahapnya, kakak beradik ini menikmati makanan Warung Tegal yang sederhana dan murah itu

Usai makan, kedua bocah anak pasangan Lastri dan Ujang itu diserahkan kepada Kantor Dinsosnakertrans Tegal untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Sebab, keduanya sangat terlihat lemas dan letih untuk bersepeda.

Kedua bocah malang itu, oleh Kepala Dinsosnakertrans Kota Tegal, Joko Sukur Baharudin langsung dilarikan ke panti asuhan Suko Mulyo, untuk mendapat perawatan.

"Mereka ditemukan karyawan gas keliling dan diserahkan kepada kami. Kemudian mereka kami kirim ke panti asuhan biar bisa mandi, lalu diberikan sepasang baju, sandal dan makan malam. Rencananya, Rabu (30/4) pagi ini, mereka akan kami pulangkan ke Bantarbolang," ungkap Joko Sukur kepada sejumlah wartawan Rabu (30/4).

Merdeka.com



Silakan klik: 
 
Share this article :

Poskan Komentar