Rabu, 07 Mei 2014

Home » » Brunei Terapkan Syariah, Seleb Inggris Boikot Jaringan Bisnis Sang Sultan

Brunei Terapkan Syariah, Seleb Inggris Boikot Jaringan Bisnis Sang Sultan

Penerapan hukum Islam untuk menjunjung Islam dan menjaga negara itu dari pengaruh luar


 
Mafaza-Online.Com | INTERNASIONAL - Aktor Inggris Stephen Fry menyerukan boikot atas jaringan hotel yang dimiliki Sultan Brunei setelah negara itu menerapkan Pidana Syariah Islam.

Seperti dikutip BBC dan media Inggris lainnya, Fry membatalkan pemesanan tempat di hotel mewah Coworth Park Hotel di Ascot, di pinggiran London.

Hotel tersebut masuk dalam jaringan Dorchester Collection milik Sultan Brunei. Salah satu hotel tersebut berada di pusat kota London.

Dia juga menyerukan agar sekitar 6,7 juta pengikutnya di Twitter mengecam Dorchester.

“Tidak berarti Anda akan tinggal di sana, namun waktunya untuk memboikot Group Dorchester,” ujarnya.

Seorang juru bicara Dorchester Collection, seperti dikutip koran The Independent di London, menegaskan bahwa mereka mematuhi hukum di sebuah negara.

Boikot atas hotel-hotel milik Sultan Brunei sebenarnya sudah dimulai pekan lalu dengan pembatalan konferensi komunitas lesbian, gay, dan transgender atau LGBT yang awalnya akan berlangsung di Collections Beverly Hills Hotel, milik Sultan Brunei.

Selebriti dunia lainnya, pendiri kelompok Virgin, Richard Branson, berjanji untuk memboikot sebuah jaringan hotel yang punya kaitan dengan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah.

Pemboikotan dilakukan setelah Sultan Brunei menerapkan hukum syariah Islam di negaranya.

Sultan Bolkiah mengumumkan pada Rabu (30/4) lalu bahwa ia akan mendorong penerapan hukum syariah yang pada akhirnya akan mencakup hukuman berat seperti rajam.

Branson mengatakan, para karyawan Virgin tidak akan menginap di jaringan hotel mewah Dorchester Collection, yang mencakup The Dorchester di London, Inggris, dan Hotel Beverly Hills di Los Angeles, AS.

“Tidak ada karyawan @Virgin maupun keluarga kami yang akan menginap di Dorchester Hotel sampai Sultan itu mematuhi hak asasi manusia,” kata miliarder Inggris itu dalam posting-an di Twitter.

Komedian Ellen DeGeneres termasuk dari sederetan seleb yang turut menyatakan boikotnya.

Kelompok dari AS, Feminist Majority Foundation, juga mengatakan telah menarik penghargaan tahunannya, Global Women’s Rights Awards, yang diketuai Jay Leno dan Mavis, dari Hotel Beverly Hills sebagai bentuk protes.

Dorchester Collection dilaporkan dimiliki oleh Badan Investasi Brunei, sebuah badan investasi yang berada di bawah departemen keuangan kesultanan yang kaya minyak itu.

Para pejabat Pemerintah Brunei belum bisa segera dihubungi untuk memberikan komentar terkait hal itu pada awal pekan ini. Dorchester Collection juga tidak segera menanggapi permintaan AFP untuk berkomentar tentang berita itu.

Langkah Brunei telah memicu kecaman di media sosial terhadap kesultanan kaya tersebut. Dan juga menuai kecaman internasional, termasuk dari kantor hak asasi manusia PBB.

Namun, Sultan Bolkiah telah membela penerapan hukum itu, yang menurutnya dimaksudkan untuk menjunjung Islam dan menjaga negara itu dari pengaruh luar.


“Kami tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain. Kami tidak pernah mengandalkan mereka untuk menerima kami atau setuju dengan itu, tetapi sudah cukup jika mereka menghormati kami sebagaimana kami menghormati mereka,” ujarnya pada pekan lalu, saat mengumumkan penerapan hukum itu.

Pada tahap awal, hukum syariah menerapkan denda atau hukuman penjara bagi pelanggaran, termasuk perilaku tidak senonoh, kealpaan untuk menghadiri salat Jumat, dan hamil di luar nikah.

Fase kedua, yang antara lain mencakup hukuman untuk pencurian dan perampokan, akan mulai diterapkan pada akhir tahun ini.

Hukumannya akan lebih keras, seperti memotong anggota badan dan cambuk. Pada akhir tahun depan, hukuman seperti hukuman rajam untuk kasus sodomi dan perzinahan akan diterapkan.



Silakan klik:  
Share this article :

Poskan Komentar