Selasa, 22 April 2014

Home » » Umumkan Capres di Rumah Pitung Jadi Bumerang Buat Jokowi

Umumkan Capres di Rumah Pitung Jadi Bumerang Buat Jokowi

Dia nyelonong masuk saja ke rumah orang sedangkan tuan rumahnya tidak ada


  
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, mengusap air mata dan mencium bendera Merah Putih, seusai mengumumkan menjadi Capres PDIP, di Rumah Pitung, Marunda, Jakarta Utara, (14/3). |TEMPO/Imam Sukamto


Mafaza-Online.Com | JAKARTA - Ketua Badan Musyawarah Masyarakat Betawi Muhammad Rifky menyatakan keberatannya dengan pengumuman Joko Widodo sebagai calon presiden di rumah Si Pitung. Dia mengultimatum Jokowi untuk meminta maaf.

"Kami tunggu permintaan maaf Jokowi dalam waktu 7 hari ke depan. Kalau dia mengabaikannya, kami akan galang kekuatan yang lebih banyak lagi," ucap lelaki berjuluk Eky Si Pitung di Marunda, Jumat, 20 Maret 2014.

Menurut Budayawan Betawi itu, ada beberapa hal yang membuat masyarakat betawi merasa dikerdilkan saat Jokowi pengumumkan pencapresannya di Rumah Pitung seminggu yang lalu. Pertama, pengumuman tersebut digelar secara mendadak tanpa ada komunikasi dahulu dengan masyarakat betawi yang notabene 'pemilik' rumah Pitung.

"Kalau sowan dulu dengan tokoh-tokoh betawi boleh tidak deklarasi di sini, kan bisa ditemenin juga oleh kami. Ini tidak ada ujug-ujug deklarasi saja. Dia nyelonong masuk saja ke rumah orang sedangkan tuan rumahnya tidak ada."

Masalah kedua, ia melanjutkan, rumah Pitung ini merupakan cagar budaya. Tidak seharusnya cagar budaya dijadikan tempat pengumuman capres suatu kelompok tertentu. "Cagar budaya tidak layak dibawa ke ranah politik," kata dia.

Dan yang semakin membuat dirinya beserta tokoh Betawi lainnya geram dengan pengumuman Jokowi sebagai capres, yakni penggunaan kata Si Pitung sebagai simbol perlawanan.

Menurut dia, perkataan itu tidak tepat diucapkan oleh Jokowi pada saat itu. Sebab, Pitung berjuang dan melawan penjajah Belanda. "Kalau Jokowi mau melawan siapa? Mau melawan lawan politiknya yang nyapres. Mereka itu kader bangsa dan saya percaya mereka juga baik. Kenapa dilawan," ujar Rifky.

Rifky mengaku dirinya dan sejumlah tokoh betawi lainnya marah. Namun mereka sabar menunggu respon Jokowi. "Mereka marah tapi tidak berani ngomong," ujarnya.

Namun, menurut Rifky, hingga kini Jokowi tak juga sadar. "Makanya kami baru protes sekarang."

TEMPO.CO



Silakan Klik: 
 
Share this article :

Poskan Komentar