Selasa, 22 April 2014

Home » » Tanggapi Pelecehan Seksual di JIS Jokowi Kumpulkan Kespsek di DKI

Tanggapi Pelecehan Seksual di JIS Jokowi Kumpulkan Kespsek di DKI

Jokowi telah memerintahkan kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk mengumpulkan seluruh Kepala sekolah yang ada di Jakarta


  
Mafaza-Online.Com | JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, kejahatan seksual di Jakarta International School (JIS) terjadi lantaran tidak adanya pengawasan di lapangan. Petugas yang seharusnya turun ke lapangan lebih suka duduk-duduk di kantor.

"Jangan hanya duduk di kantor. Orang lapangan, controlling, supervisor hanya duduk di kantor saja, siapa yang mau dilihat," ujar Jokowi.

Jokowi berharap pemerintah sigap menindaklanjuti kasus itu supaya tidak terulang pada masa mendatang.

Pertama, pemerintah harus mengusut tuntas kasus tersebut. Hukum para pelaku kejahatan seksual tersebut sesuai dengan peraturan berlaku.

Kedua, Jokowi meminta pemerintah melakukan pengetatan terhadap proses kegiatan belajar mengajar peserta para didik. Selain itu, pengetatan juga harus diberlakukan kepada kualitas tenaga pengajar hingga ke petugas tenaga kebersihan sendiri.

"Kalau soal kurikulum, saya rasa enggak masalah. Yang penting itu segi pengawasannya harus diperketat. Kan sudah ada sebenarnya lembaga-lembaga. Hanya perlu memperkuat orang lapangannya, jangan semuanya pengen enak, duduk-duduk di kantor, tempat AC, tapi lapangannya tidak terkuasai," tutur Jokowi.

Kumpulkan Kepsek

Jokowi telah memerintahkan kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk mengumpulkan seluruh kepala sekolah yang ada di Jakarta. Pemanggilan ini masih terkait kasus pencabulan sodomi yang dilakukan pegawai PAUD Jakarta International School (JIS).

"Sudah, sudah. Sudah saya perintahkan ke Dinas (Pendidikan) untuk lakukan itu," kata Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (22/4).

Ketika didesak mengenai tujuan mengumpulkan kepala sekolah, Jokowi enggan menjelaskan lebih detail. Bahkan soal kapan rencana pengumpulan akan berlangsung juga tidak dijawabnya.

Menurut Jokowi, dalam pertemuan yang akan dilakukan bersama para kepala sekolah itu tidak saja hanya membicarakan kasus pelecehan di JIS saja. Sebab kasus tersebut sudah masuk ranah hukum.


"Saya hanya ingin bicara positif. Saya tidak ingin bicara itu. Itu urusan hukum dan beri hukuman seberat-beratnya supaya tidak ada kejadian serupa," tutup Jokowi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang murid TK JIS berinisial MAK (6), menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh petugas kebersihan di toilet sekolah itu. Selain mengalami gangguan psikologis, bocah MAK juga tertular penyakit herpes.

Saat ini Polda Metro Jaya telah menetapkan Agun Iskandar dan Virgiawan Amin sebagai tersangka. Petugas juga telah memeriksa darah petugas-petugas kebersihan lain, untuk mencari pelaku lain yang ikut mencabuli MAK.




Silakan klik:  

Share this article :

Poskan Komentar