Sabtu, 05 April 2014

Home » » Tak Dapat Bantuan Pangan, Wanita Pengungsi Suriah Nekat Bakar Diri

Tak Dapat Bantuan Pangan, Wanita Pengungsi Suriah Nekat Bakar Diri

Mariam Khaowleh dirawat di rumah sakit (CNN)/(dtc)



  
Mafaza-Online.com | Tripoli - Sekujur tubuh wanita asal Suriah ini ditutupi perban akibat luka bakar yang dideritanya. Luka bakar ini bukan disebabkan oleh aksi kekerasan yang terjadi di negaranya, melainkan dipicu oleh tindakannya sendiri.

Mariam Khaowleh dan suaminya, Ahmad al-Daher mengungsi dari Homs, Suriah ke Libanon nyaris 2 tahun lalu. Wanita berusia 40 tahun ini memiliki empat anak yang berusia antara 13-22 tahun.

"Saya pilih mati, saya pilih mati daripada melihat anak-anak saya mati di hadapan saya," tutur Mariam kepada CNN melalui interkom, Jumat (4/4/2014). Mariam menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Hanya staf medis yang diperbolehkan masuk ke dalam ruang perawatannya.

"Ini sulit, ini sulit bagi seorang ibu yang hanya ingin memberi makan anak-anaknya. Mereka membakar hati saya, mereka membakar hati saya sebelum mereka membakar tubuh saya. Saya seperti serangga bagi mereka," imbuhnya.

Mariam nekat membakar dirinya sendiri karena anak-anaknya tidak mendapat bantuan. Tiga dari empat anak Mariam menderita penyakit darah yang membuat mereka kesulitan untuk mencerna makanan tertentu dan bisa berujung pada anemia hemolitik (pendeknya usia sel darah merah).

Selama ini keluarga Mariam bergantung pada bantuan kemanusiaan. Namun sejak enam bulan lalu, UNHCR dan World Food Programme melakukan penilaian kerentanan dan berujung pada kesimpulan bahwa 30 persen pengungsi mampu memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Pemberian bantuan pun hanya diberikan pada keluarga tertentu, dan keluarga Mariam tidak termasuk di dalamnya. Proses untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut membutuhkan waktu. Keluarga Mariam harus berulang kali mendatangi pusat pendaftaran UNHCR di Tripoli.

"Saya pergi menemui mereka terus-menerus, saya mengatakan, kalian pasti telah melakukan kesalahan. (Tapi) Mereka berbohong kepada saya, mereka menghina saya, mereka meneriaki saya, meminta saya keluar," tutur Mariam.

"Saya katakan kepada mereka jika kalian tidak memberi apapun kepada saya, ke mana saya harus mendapatkannya? Saya akan membakar diri saya, bagaimana saya akan memberi makan anak-anak saya? Rasakan kesakitan saya, rasakan apa yang ada di dalam hati saya, rasakan bahwa saya memiliki empat anak," jelasnya.

Mariam kemudian nekat membakar dirinya sendiri. Saksi mata menuturkan, Mariam tiba di pusat pendaftaran, terlibat adu argumen dengan seseorang sebelum akhirnya menuangkan bensin ke tubuhnya. Dalam beberapa detik, menurut saksi mata, tubuh Mariam terbakar hebat.

"Dia jatuh ke tanah dan mulai terbakar," ucap saksi mata.

CNN menemui langsung personel PBB yang ada di lokasi, yang langsung membantah bahwa Mariam diperlakukan tidak adil. Namun PBB tetap menyatakan untuk mengusut hal ini dengan serius. PBB berusaha menindaklanjuti insiden ini, dengan memeriksa kelayakan keluarga Mariam untuk masuk dalam daftar penerima bantuan pangan serta membiayai seluruh pengobatan Mariam. (nvc/ita)

detikNews | CNN




(¯`*•.¸Silakan klik¸.•*`¯

Kesederhanaan, kesantunan, dan keteguhan dalam memegang prinsip dari para tokoh Partai Masjumi bisa menjadi teladan bagi para aktifis Islam yang berjuang di lapangan politik
 

 

Share this article :

Poskan Komentar